HIDUPKATOLIK.COM – Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional, sekolah Tarakanita 3 menyelenggarakan kegiatan edukatif dan inspiratif yang melibatkan seluruh warga sekolah. Peringatan ini tidak sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum pembentukan karakter berdasarkan Nilai-Nilai Karakter Tarakanita yaitu KPKC (Keadilan, Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan). Kegiatan ini terbagi menjadi 3 pos yang dirancang untuk memberikan pemahaman sekaligus pengalaman langsung kepada siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan.

Pertama, edukasi KPKC, siswa mendapatkan pemaparan tentang pentingnya menjaga keutuhan ciptaan sebagai wujud iman dan tanggung jawab sosial. Diskusi interaktif membuat siswa memahami bahwa membuang sampah sembarangan berdampak luas bagi kehidupan.
Kedua, praktik pilah sampah, siswa mempraktikkan cara memilah sampah organik, anorganik, dan B3. Kegiatan ini melatih ketelitian dan tanggung jawab, sekaligus membangun kompetensi nyata dalam pengelolaan sampah.
Ketiga, pameran hasil karya daur ulang, berbagai hasil kreativitas siswa dipamerkan, seperti tas belanja dari kaos bekas, alat peraga angkut dari kardus bekas, cermin dari sendok bekas, kandang ayam pengatur suhu dari papan bekas dan pemisah pupuk kering-basah dari wadah es krim. Pameran ini menjadi bukti bahwa sampah dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai.

Kegiatan dilaksanakan di lingkungan sekolah, mulai dari aula SD untuk sesi edukasi, aula SMP untuk praktik pilah sampah, hingga perpustakaan yang disulap menjadi galeri pameran karya daur ulang.
Hari Peduli Sampah Nasional diperingati sebagai refleksi atas peristiwa tragedi longsor sampah yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir Leuwigajah, Cimahi, pada tahun 2005 yang menelan banyak korban jiwa. Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa persoalan sampah bukanlah masalah sepele, melainkan persoalan serius yang berdampak pada keselamatan manusia dan kelestarian lingkungan.
Peringatan ini bertujuan untuk:
- Meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya sampah yang tidak dikelola dengan baik.
- Mendorong perubahan perilaku dalam mengurangi, memilah, dan mendaur ulang sampah.
- Mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Bagi Sekolah Tarakanita, momen ini menjadi kesempatan penting untuk menanamkan nilai tanggung jawab dan kepedulian lingkungan sejak usia dini.

Melalui peringatan Hari Peduli Sampah Nasional ini, Sekolah Tarakanita tidak hanya mengajarkan teori, tetapi menghadirkan pengalaman pembelajaran bermakna. Nilai-nilai karakter Tarakanita tumbuh dalam tindakan nyata.
Dengan semangat KPKC, siswa belajar bahwa menjaga lingkungan bukan sekadar tugas, melainkan panggilan hati. Dari sekolah, kepedulian itu bertumbuh dan diharapkan menjadi gaya hidup hingga dewasa kelak.
Yemima Hermawati J.










