HIDUPKATOLIK.COM – Selama 3 hari berturut-turut, 24-26 Juli 2026, digelar Konvenensi daeah (Konvenda) III BPPG Samarinda di Keuskupan Banjarmasin. Konvenda dihadiri para utusan dari BPK Banjarmasin, BPK Samarinda, dan BPK Palangkaraya.

Misa Pembukaan Konvenda III BPPG Samarinda digelar di Hotel POP Banjarmasin, Jumat, 24 Juli 2026, mulai pukul 17.30 Wita.
Misa dipimpin oleh Uskup Keuskupan Banjarmasin, Mgr. Victorius Dwiardy OFM.Cap selaku konselebran utama, didampingi Moderator Badan Pelayanan Pembaharuan Karismatik Katolik Keuskupan Banjarmasin, Pastor Yohanes Susilohadi Pr, Vikjen Keuskupan Palangkaraya, Pastor Silvanus Subandi Pr, dan Pastor Yeremias Snae, MSF.

Mgr. Victor melalui homilinya mengajak semua peserta Konvenda III BPPG Samarinda agar menyelami tema “Terang di Bumi Borneo”. “Dalam bacaan Injil, Yesus menjelaskan perumpamaan tentang penabur benih. Benih yang ditaburkan selalu memilih yang sama, benih yang baik. Mungkin saja ada orang-orang yang memilih untuk menaburkan benih yang nomor dua, atau mungkin benih yang rusak. Namun dalam bacaan hari ini, semua benih yang ditaburkan adalah benih yang baik.”
Menurut Mgr. Victor, benih yang baik dan benar akan selalu memberikan semangat, memberikan daya, dan menjadikan iman kita untuk betul-betul menjadi Terang. Sang Penabur tidak peduli, apakah benih yang ditaburkan-Nya tadi jatuh di hati orang yang baik atau jahat, orang yang layak atau tidak layak.
“Pokoknya tabur saja kebaikan, karena tidak akan pernah rugi bila kita menaburkan kebaikan. Mungkin ada yang tumbuh subur, tapi juga ada yang tidak berbuah. Tuhan itu sabar dan sangat sabar sekali. Dia menaruh cinta kepada kita manusia.”
Mgr. Victor mengajak semua peserta Konvenda untuk memiliki hati yang sabar seperti Allah, “Mari kita sabar dengan diri kita, sabar dengan sesama kita, tahu mengolah hati kita; dan memberikan tempat yang besar bagi firman Tuhan, bagi suara Yesus, bagi Terang Cahaya Ilahi. Dengan demikian, kita akan semakin memiliki aura yang kuat untuk bertumbuh dalam kebaikan. Menjadi terang yang semakin terang, sehingga semakin jelas arah hidup kita.
Setelah Misa, para peserta menikmati sajian santap malam bersama yang sudah disediakan oleh panitia. Acara berlanjut dengan opening ceremony yang ditandai dengan pembukaan resmi dimulainya Konvenda III BPPG Samarinda oleh Mgr. Victor.
Dinamika Selama Konvenda
Selama Konvenda berlangsung, para peserta terbagi ke dalam 3 ruangan kelas berbeda, meliputi: muda-mudi, pemusik/singer, dan pewarta/umum. Setiap kelas menjalani 2 sesi berbeda, yang kemudian ditutup dengan sesi workshop.

Sesuai dengan kelasnya, para peserta menerima materi yang satu sama lain saling berhubungan sebagai satu kesatuan. Setelah mengikuti 2 sesi berbeda dan workshop, seluruh peserta diajak untuk semakin menyelami panggilannya sebagai para pewarta “Terang Kristus” melalui 2 sesi seminar.
Seminar pertama mengangkat tema, “Gereja yang Misioner, Menjadi Terang Bagi Bumi Borneo” dan seminar kedua mengulas tema “Diutus Menjadi Terang, Dari Komunitas Menuju Dunia”.
Pada hari ketiga, peserta juga berkesempatan mengikuti Kebangunan Rohani Katolik (KRK) bertema “Kerahiman Allah Memulihkanku” bersama Pastor Eko Wahyu, OSC. KRK yang digelar di Restoran Lima Rasa ini juga diikuti oleh umat Katolik dari Kota Banjarmasin dan sekitarnya.
Dikobarkan Roh Kudus
Kepada HIDUP Katolik, Pastor Johan secara pribadi mengaku bersyukur karena Keuskupan Banjarmasin dipercaya oleh Badan Pengurus Provinsi Gerejawi Samarinda untuk menyelenggarakan Konvenda III tahun 2026 ini.
“Menjadi tuan rumah merupakan wujud nyata dari arus rahmat dari Tuhan yang terus membaharui Gereja. Tentu konferensi ini adalah momentum penting bagi kita untuk kembali dikobarkan oleh api Roh Kudus,” ujarnya bangga.

Pastor Johan mengapresiasi kesigapan panitia acara yang saling bekerja sama dan bahu-membahu untuk menyukseskan gelaran ini. “Terlebih panitia mengundang para pembicara yang sungguh luar biasa untuk membangkitkan kembali semangat pelayanan dan bermisi, sesuai tema yang diusung kali ini.”
Ungkapan senada juga disampaikan Ketua Panitia Konvenda III BPPG Samarinda, Paulus Vincentius Andrew Irwanto. Andrew bersyukur karena acara Konvenda kali ini berjalan dengan baik dan lancar.
“Dalam Konvenda ini, kita mengadakan kelas dan workshop untuk pewarta, muda mudi, dan para pemusik/singer. Keseluruhan acara ditutup dengan 2 seminar umum, yang dibawakan oleh Koordinator BPPG Ende, FX . Dwiyanto Tantry Senak, dan Pastor Eko Wahyu, OSC,” bebernya.
Andrew mengungkapkan para pembicara dan pewarta yang hadir datang dari Bandung, Medan, dan Jakarta. Selain itu, Konvenda di Banjarmasin ini juga dihadiri oleh koordinator BPN PKKI, Budi Sutejo.
Tentang Konvenda Mendatang
Misa penutupan Konvenda III BPPG Samarinda digelar di Paroki Keluarga Kudus Katedral Banjarmasin, Minggu, 26 Juli 2026. Misa yang dimulai pkl. 08.00 Wita ini dipimpin oleh Pastor Yeremias Snae, MSF, didampingi oleh Vikjen Keuskupan Palangkaraya Pastor Silvanus Subandi, Pr, dan Pastor Yohanes Susilohadi, Pr.
Di awal homilinya, Pastor Yere mengulas sebuah quote yang pernah disampaikan oleh filsuf Socrates, “Hidup yang tidak pernah direnungkan, yang tidak pernah direfleksikan adalah hidup yang tidak layak untuk dijalani.”

Di bagian lainnya paparannya, Pastor Yere menggarisbawahi bahwa hal yang paling indah adalah Kerajaan Surga. “Salomo tidak pernah minta kepada Tuhan untuk bisa mengalahkan kerajaan-kerajaan lainnya; namun ia meminta kepada Tuhan agar dapat membedakan mana yang jahat dan mana yang baik.”
Lebih lanjut Pastor Yere menegaskan tentang hidup yang tidak pernah direfleksikan cenderung menempuh jalan kejahatan, karena sulit membedakan mana yang baik dan mana yang jahat. “Mari kita minta kebijaksanaan seperti Salomo, supaya dalam perjalanan hidup ini, kita dapat membedakan mana yang jahat dan mana yang baik. Sehingga akhirnya kita menemukan harta yang paling mulia yaitu Kerajaan Surga.”
Sebelum berkat penutup, Pastor Yere mengucapkan selamat atas terselenggaranya Konvenda III BPPG Samarinda di Keuskupan Banjarmasin. “Semoga dengan rahmat Tuhan hasil Konvenda III ini menghasilkan buah-buah berlimpah di Bumi Borneo, di tempat kita masing-masing, di keuskupan kita masing-masing.”
Konvenda adalah Konvensi Daerah yang menjadi ajang pertemuan bagi para leader Pembaruan Karismatik Katolik (PKK) setiap keuskupan se-regio dan wakil-wakil komunitas. Konvenda diadakan setiap tiga tahun sekali, dengan tiga kegiatan utama: organisatoris, pemberdayaan, dan penyemangatan.
Untuk pelaksanaan Konvenda IV BPPG Samarinda berikutnya, Keuskupan Palangkaraya didapuk sebagai panitia penyelenggara. Sampai jumpa di Bumi Isen Mulang.
Dionisius Agus Puguh Santosa (Banjarmasin)






