Vatikan: Kasula Batik untuk Paus

87
Mgr Ignatius Suharyo sedang menjelaskan tentang kasula yang dipersembahkan untuk Paus Benediktus XVI.
[Dok. KAJ]
Vatikan: Kasula Batik untuk Paus
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Dalam kunjungan Ad Limina Apostolorum, para uskup Indonesia mendapat kesempatan beraudiensi dengan Paus Benediktus XVI, Jumat, 7/10. Pada kesempatan itu Uskup Agung Jakarta, Mgr Ignatius Suharyo, menyerahkan kasula batik kepada Paus. Kasula batik itu dibuat oleh Bernadete Pieneke Mariana, seorang pengusaha batik di Jakarta, sekaligus Pembina Profesional Usahawan Katolik (PUKAT) Jakarta.

Saat menyerahkan kasula batik kepada Paus, Mgr Suharyo menerangkan tentang batik yang digunakan untuk pembuatan kasula tersebut. Kasula buatan Pieneke itu berwarna keemasan dengan batik di bagian tengah. Warna emas sebagai warna jubah dipilih karena kesan megah dari warna emas, dan Paus terlihat sering menggunakan kasula dengan warna tersebut ketika tampil di depan publik. Sedangkan kain batik yang dipilih adalah batik Parang Kumajaya dengan gradasi warna dari hijau ke oranye. Batik dengan motif parang biasa digunakan oleh putri-putri keraton.

Ketika mengetahui kasula batik buatannya sudah diterima oleh Paus, Pieneke merasa bahagia dan terharu. ”Saya merinding ketika membaca pesan pendek dari Romo Stephanus Royke Djakarya Pr. Rasanya tidak pantas. Saya hanya orang kecil, tetapi bisa membuat kasula untuk Paus. Ini semua karena Roh Kudus yang bekerja,” ungkap Pieneke yang juga Ketua bidang Pengembangan Usaha Yayasan Batik Indonesia.

Maria Pertiwi

Redaksi website HIDUPKATOLIK.COM akan menerbitkan secara GRATIS semua artikel seperti info kegiatan, refleksi, resensi, agenda/rencana kegiatan dan sebagainya di web HIDUPKATOLIK.COM. Semua artikel anda akan kami viralkan juga di semua media sosial. Kami pastikan akan dibaca dan diketahui oleh ratusan ribu pembaca online. Agar dapat diterbitkan, Artikel wajib dilengkapi Foto/Gambar ilustrasi. Kirim ke email: [email protected].

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here