HidupTV Siaran Televisi Katolik Pertama di Indonesia yang dapat ditonton melalui Televisi yang menggunakan Parabola KU-Band. HidupTV bersifat Free to Air sehingga anda juga dapat menyaksikan siaran TV Nasional lainnya secara gratis. HidupTV dapat juga ditonton secara Streaming Internet melalui www.Hidup.tv atau www.HidupKatolik.com. INFO: (021) 5491537 atau WA: 0812-8926-7548 (HidupTV) atau email: [email protected]

GENOSIDA KRISTEN DI TIMUR TENGAH

24
Para aktivis berunjuk rasa di depan Kantor PBB; mendesak PBB mengambil sikap tegas terhadap genosida di Timur Tengah.
[amazone.com]
GENOSIDA KRISTEN DI TIMUR TENGAH
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Genosida orang Kristen sedang berlangsung di Timur Tengah. Negara mendesak PBB agar mengambil langkah konkret untuk mengatasinya.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS), British House of Commonus dan Parlemen Uni Eropa setuju, kekerasan dan pembunuhan di Timur Tengah yang dilakukan oleh Islamic State Irak and Syria (ISIS) merupakan gerakan genosida. Karena itu, mereka mendesak Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melakukan upaya konkret guna menyelamatkan kaum minoritas di Timur Tengah. Desakan ini dilontarkan dalam Diskusi Panel bersama PBB, di New York, AS, Kamis-Sabtu, 28-30/4.

“Perang Dunia III”
Pertemuan ini disponsori oleh Knight of Columbus, Organisasi Katolik yang membantu para imigran Timur Tengah, dalam kerjasama dengan Kongregasi Misi Takhta Suci. Acara ini merupakan bagian dari Kongres “We Are Nasrani 2016” yang bertepatan dengan Hari Beragama International. Acara ini juga mengkritik ISIS yang telah menandai (mengecat) rumah-rumah orang Kristen dengan kata “Nun” (Arab) yang berarti Nazarane.

Carl Anderson, Ketua Knight of Columbus mengatakan, PBB masih punya kesempatan untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik. Banyak orang masih memandang sebelah mata situasi ini. Padahal inilah genosida nyata pada abad ini. “Krisis Timur Tengah adalah krisis kemanusiaan terbesar di dunia sejak Perang Dunia II,” ujarnya.

Ia merasa betapa kaum minoritas Timur Tengah hidup dalam bayang-bayang penganiayaan tiap hari. Menurut perkiraan terakhir, populasi Kristen di Irak telah menurun menjadi 200 ribu dari 1,5 juta jiwa di awal tahun 2000-an. Jumlah ini mencerminkan tidak harmonisnya situasi Timur Tengah. “Banyaknya kekerasan yang tidak dilaporkan, tapi ketahuilah saat ini kekerasaan itu seperti gunung es yang siap mencair,” ujar Anderson seperti dilansir CNA 1/5.

PBB Bertindak
Sementara di luar gedung PBB New York, Jumat, 29/4, sedikitnya 400 ribu orang yang bergabung dalam Gerakan Peduli Genosida Timur Tengah mengumpulkan tanda tangan guna mendesak PBB mengambil tindakan penyelamatan kaum minoritas di Timur Tengah. Ignacio Arsuge, Presiden Advokasi Citizen GO mengatakan, petisi ini adalah bentuk solidaritas terhadap umat Kristen di Timur Tengah. Harapannya, PBB mengambil langkah maju untuk melindungi kaum minoritas. Hadir juga Uskup Kafancan, Nigeria Mgr Joseph Danlami Bagobiri dan Uskup Agung Gereja Katolik Melkit Yunani di Allepo, Suriah Mgr Jean-Clement Jeanbart.

Petisi ini ditujukan pertama-tama kepada Sekretaris PBB, Ban Ki-Moon. Mereka minta Ban Ki-Moon agar mendesak Dewan Keamanan PBB melindungi dan mengadili para pelaku genosida. “Kami di sini menolak genosida, yakni genosida manusia dan genosida Gereja,” ujar Mgr Jeanbart, seperti dilansir Catholic Herarld 30/4.

Mgr Bagobiri menambahkan, Kristen Nigeria juga mengalami hal yang sama. Mereka ditangkap dan dibunuh oleh Boko Haram. Setidaknya lebih dari 4.000 orang Kristen tewas dan hampir 200 serangan pada gereja-gereja terjadi tahun 2015. Rencananya petisi ini terus digaungkan hingga PBB mengambil langkah konkret.

Yusti H. Wuarmanuk

Redaksi website HIDUPKATOLIK.COM akan menerbitkan secara GRATIS semua artikel seperti info kegiatan, refleksi, resensi, agenda/rencana kegiatan dan sebagainya di web HIDUPKATOLIK.COM. Semua artikel anda akan kami viralkan juga di semua media sosial. Kami pastikan akan dibaca dan diketahui oleh ratusan ribu pembaca online. Agar dapat diterbitkan, Artikel wajib dilengkapi Foto/Gambar ilustrasi. Kirim ke email: [email protected].

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here