Renungan Jumat, 30 Desember 2016 : Imanuel

HIDUPKATOLIK.com – Pesta Keluarga Kudus,Yesus, Maria, Yusuf; Sir 3:2-6,12-14; Mzm 128; Kol 3:12-21; Mat 2:13-15, 19-23.

IMANUEL artinya “Allah menyertai kita”. Itulah yang dialami Yusuf bersama Yesus dan Maria. Saat di Betlehem, penyertaan Allah melalui penampakan malaikat Tuhan (lih. Mat 2:13) telah menyelamatkan keluarga kudus dari rencana Herodes untuk mencari dan membunuh Yesus. Melalui cara penyertaan Allah yang sama, di Mesir, Yusuf berserta “Anak itu serta ibu-Nya” diminta berangkat ke Israel dan tinggal di Nazaret, daerah Galilea (lih. ay. 21-23), menghindari Arkhelaus, penganiaya baru.

Melalui pengungsian ke Mesir dan menghindari Yudea, Yesus diidentifikasikan seperti umat Allah yang dibuang dan menderita, tetapi kemudian menjadi tanda kebesaran karya penyelamatan Ilahi. Dalam kegelapan awal hidup Yesus ini, terwujudlah apa yang dikatakan Yes 11:1, “suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah”. Hal ini diungkapkan ulang saat Yesus memulai karyanya di Galilea. Dari wilayah kegelapan itu, “bangsa-bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang” (Mat 4:16 mengacu pada Yes 8:23-9:1).

Melalui perikop ini, Matius mau mengungkapkan warta gembiranya (Yun. euangelion), yaitu bahwa penyertaan Allah dalam hidup manusia merupakan inti dari keselamatan. Penyertaan Allah itu—“hendaknya kamu sempurna, sama seperti Bapamu di surga adalah sempurna” (Mat 5:48)—menjadi kriteria baru kemanusiaan.

Henricus Witdarmono

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*