HidupTV Siaran Televisi Katolik Pertama di Indonesia yang dapat ditonton melalui Televisi yang menggunakan Parabola KU-Band. HidupTV bersifat Free to Air sehingga anda juga dapat menyaksikan siaran TV Nasional lainnya secara gratis. HidupTV dapat juga ditonton secara Streaming Internet melalui www.Hidup.tv atau www.HidupKatolik.com. INFO: (021) 5491537 atau WA: 0812-8926-7548 (HidupTV) atau email: raka@hidup.tv.

Pastor Johanes Ouduka : Musibah Berbuah Berkah

21
Pastor Johanes Ouduka
[Dok. Pribadi]
Pastor Johanes Ouduka : Musibah Berbuah Berkah
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com - TAHUN 1998, Kota Ambon hancur berkeping-keping. Tragedi berdarah “Kerusuhan Pela Gandong” menjadi kisah pahit bagi masyarakat Ambon. Tetapi bagi Pastor Johanes Ouduka, kerusuhan Ambon menjadi anugerah. Pastor Jo ketika itu masih berusia remaja. Jo, begitu ia disapa, bersama keluarga mengungsi dari Karang Panjang (Karpan) ke wisma Keuskupan Amboina. “Sebagai orang Katolik, keluarga percaya Keuskupan menjadi tempat yang aman karena dekat dengan kantor Polisi Daerah (Polda) Ambon dan jauh dari titik kerusuhan,” kata Pastor Jo.

Dalam masa pengungsian, panggilan menjadi imam tumbuh dalam hati Jo. Menyaksikan kehidupan para imam dan frater di Keuskupan, pria kelahiran Ambon, 25 Juni 1988 ini memutuskan masuk Seminari Kelas Persiapan Atas (KPA) Xaverianum Ambon pada 2006. Tamat seminari, Jo memilih menjadi imam Keuskupan Amboina.

Setamat KPA, Jo melanjutkan studi di Seminari Tinggi Hati Kudus Yesus Pineleng, Manado. Perjalanan panjang itu akhirnya berbuah, Jo menjadi imam pertama dari Paroki Katedral St Fransiskus Xaverius Ambon. “Setelah 115 tahun Paroki Katedral berdiri, belum ada imam. Tahun ini seorang imam datang dari Paroki Katedral Ambon,” ungkap Uskup Amboina Mgr Petrus Canisius Mandagi MSC.

Pastor Jo mengambil moto tahbisan, “Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu karena Engkau telah mendengarkan Aku (Yoh 11: 41)”. Moto ini diambil sebagai syukur kepada Tuhan yang telah merawat hidupnya. Tragedi 1998 mendatangkan luka di hati banyak orang, tetapi membawa sukacita bagi Paroki Katedral Ambon. “Panggilan ini milik Tuhan, saya harus merawatnya. Bila jalanku membelok, banyak umat dari Paroki Katedral yang akan menasihatiku,” kata Pastor Jo.

Yusti H. Wuarmanuk

Redaksi website HIDUPKATOLIK.COM akan menerbitkan semua artikel seperti info kegiatan, refleksi, resensi, agenda/rencana kegiatan dan sebagainya di web HIDUPKATOLIK.COM. Semua artikel anda akan kami viralkan juga di semua media sosial. Kami pastikan akan dibaca dan diketahui oleh ratusan ribu pembaca online. Kirim ke email: raka@hidup.tv.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here