Sekolah Bukan Biang Keladi | | HIDUPKATOLIK.com

Sekolah Bukan Biang Keladi

Hidup TV Siaran Televisi Katolik Pertama di Indonesia yang dapat ditonton melalui Televisi yang menggunakan Parabola KU-Band dan juga dapat ditonton secara Streaming di Komputer dan Handphone dengan mengakses www.Hidup.tv

Seminar pendidikan di ASMI Santa Maria Yogyakarta.
[HIDUP/H. Bambang S.]
Sekolah Bukan Biang Keladi
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – ANAK-anak menanggung beban yang kian berat karena harus mengerti dan menguasai semakin banyak pelajaran. Sedangkan guru harus menjadi “superman dan superwoman” yang serba tahu dan menjadi teladan, baik di bidang akademik, moral, agama maupun sejarah. Sementara orangtua kesulitan mendampingi belajar anaknya karena perubahan terus terjadi di sekolah dan masyarakat. Demikian disampaikan Rektor Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Johanes Eka Priyatma dalam seminar pendidikan bertema “Pendidikan Untuk Kehidupan dan Keutuhan Ciptaan” di kompleks ASMI Santa Maria Yogyakarta, Kamis, 11/5. Selain Johanes Eka, seminar yang dimoderatori Gandung Sukaryadi menghadirkan pembicara pakar pendidikan Wuryadi M.S. dan perwakilan Majelis Luhur Taman Siswa, Darmaningtyas. Kegiatan ini juga dihadiri Delegatus Administrator Yogyakarta, Romo Florentinus Hartosubono.

Johanes Eka mengatakan, ketika sopan-santun anak muda meluntur, banyak yang tergesa-gesa menambah pelajaran budi pekerti di sekolah. Sekolah selalu diposisikan sebagai penyebab dari berbagai macam perilaku sosial yang tak baik. “Kekeliruan epistemologis ini telah mengorbankan banyak pihak dan menempatkan sekolah sebagai biang keladi atas semua perilaku masyarakat yang tidak baik,” ungkapnya.

Perbaikan perilaku masyarakat, lanjut Johanes Eka, pertama-tama bukan tanggung jawab sekolah. Yang paling bertanggung jawab justru para wakil rakyat atau politikus yang berwenang mendorong terjadinya perbaikan sistem yang berlangsung di masyarakat. “Yang paling kita butuhkan, bukan pertama-tama penambahan mata pelajaran katakter atau penambahan jam belajar di sekolah,” tegas Eka.

H. Bambang S. (Yogyakarta)

Comments on Facebook