Mutu : Tak Lekang oleh Waktu

132
Petrus Sunu Hardiyanta SJ.
[NN/Dok.Pribadi]
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Di usia seabad, Yayasan Kanisius masih setia menjadi pendidik anak-anak Indonesia. Mutu leadership kepala sekolah dan guru merupakan ciri khas Kanisius.

Kanisius di usianya yang 100 tahun sudah sangat berbeda dengan saat awal hingga tigaperempat kehadirannya. Sekolah-sekolah Kanisius pada waktu awal keberadaannya merupakan sekolah pionir. Kehadirannya mewarnai pendidikan awal di negeri ini. Di awal masa kemerdekaan peran sekolah-sekolah Kanisius sangat penting dalam memberi ruang belajar bagi anak-anak negeri.

Ada banyak tokoh masyarakat Katolik tahun 1970-an mengenyam pendidikan Kanisius. Di banyak tempat sekolah Kanisius merupakan sekolah satu-satunya tempat orang tua berharap anak-anak mereka mendapatkan pendidikan. Oleh karena itu pada waktu awal hingga tahun 1980-an murid-murid atau orang tua murid mencari Kanisius. Pada usia yang ke-100 situasi masyarakat dan negeri ini sudah sangat berubah. Sekolah utamanya di Jawa tumbuh dengan sangat pesat. Ini merupakan hal yang pantas kita syukuri dan menjadi kabar gembira. Di lain sisi saat ini bukan murid mencari sekolah, tetapi sekolah-sekolah mencari murid. Bahkan beberapa sekolah negeri pun tidak mendapatkan cukup murid. Situasi ini menuntut sekolah Kanisius harus berubah.

Menanggapi kesulitan ini, Kanisius mengambil langkah tepat. Kanisius melakukan penelitian. Bekerjasama dengan Universitas Sanata Dharma, dilakukan penelitian untuk mengevaluasi apa yang menjadi kunci orang tua masih mau menyekolahkan anak-anaknya di Kanisius? Banyak variabel ditanyakan. Ternyata bagi mereka “mutu” adalah yang paling
menentukan. Persepsi mutu sekolah menentukan anak-anak untuk bersekolah atau orang tua untuk mengirim anak-anak mereka ke Kanisius. Tentu saja persepsi mutu tidak melulu berkaitan dengan “mutu akademik” semata-mata.

Bila diperhatikan lebih cermat, mutu leadership kepala sekolah dan mutu para guru dalam pendampingan para murid merupakan ciri khas Kanisius. Keunikan dan kekuatan Kanisius terungkap dalam refleksi pengalaman para guru yang dirangkai dalam dua buku Kisah-Kisah Inspiratif Guru Yang Pantang Menyerah: Kekuatan Cinta Sang Guru. Di dalam dua
buku sederhana ini, kita bisa menangkap mengapa Kanisius bisa eksis hingga saat ini dan bagaimana kita harus maju menyongsong abad baru.

Secara khusus kami memberi kesempatan kepada para guru untuk mengadakan “Latihan Rohani” tiga hari. Latihan Rohani Santo Ignatius merupakan pedagogi untuk mempersiapkan diri menjadi alat yang tangguh di tangan Allah, untuk menjadi alat yang siap digunakan oleh Allah secara mendalam dan optimal. Para guru diajak mengenal diri secara lebih dalam dan mengenal bagaimana Allah berkarya melalui hidup, panggilan dan perutusan mereka sebagai guru. Hanya mereka yang memiliki kedalaman hidup rohani dan kedalaman intelektual akan mampu melakukan inovasi-inovasi di zaman yang berubah dengan sangat cepat.

Secara nyata, kepada para guru juga akan ditawarkan up-grading “bagaimana cara menjadi guru yang atraktif dan transformatif”. Hanya guru yang ‘atraktif’ akan mampu mentrasformasi murid. Guru akan menjadi atraktif kalau dalam dirinya terkandung keindahan hidup, kebenaran, kebaikan. Latihan untuk menjadi guru atraktif-transformatif ditawarkan dalam komunitas-komunitas sekolah, bukan perwakilan. Hal ini ditempuh untuk mengembangkan unsur panggilan membangun komunitas Guru untuk secara tangguh mampu menjadi Guru Gereja dan Guru Bangsa. Inilah panggilan para guru Kanisius di zaman yang berubah sangat cepat. Mampukah para guru menjadi pribadi-pribadi atraktif-transformatif? Beranikah para guru Kanisius menjadi guru Gereja dan guru Bangsa di era digital ini? Kemendalaman merupakan pilihan dan cara paling tepat untuk menjawab tantangan Pendidikan Indonesia jaman ini.

Proficiat satu Abad Kanisius. Selamat menempuh zaman baru dengan kemurahan hati dan kebesaran jiwa. Ad Maiorem Dei Gloriam.

Provinsial Serikat Yesus Indonesia, Petrus Sunu Hardiyanta SJ

HIDUP NO.46 2018, 18 November 2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here