Membangun Jembatan Kebangsaan

88
Rate this post

HIDUPKATOLIK.com – Doa lintas iman dilantunkan oleh para peserta Festival Kebhinnekaan, di Griya Gus Dur, Pegangsaan, Jakarta Pusat, Minggu, 24/02. Penggagas Festival Kebhinnekaan, Ira Latief mengungkapkan, kegiatan tersebut bertujuan untuk merawat toleransi, salah satu bentuk konkretnya adalah membangun dialog antarpeserta. Dari situ, mereka bisa saling mengenal.

Pada kesempatan itu, hadir sejumlah tokoh agama dan kepercayaan lokal. “Mereka adalah kelompok minoritas yang belum mendapat pengakuan dari negara akan tetapi mereka ada di Indonesia,” kata Ira.

Festival Kebhinnekaan tahun ini diwarnai berbagai kegiatan mulai dari wisata budaya, nonton film, talk show, yoga, hingga meditasi. Kegiatan ini sengaja dibuat lebih luwes agar lebih santai menghadapi kondisi politik Indonesia yang panas akhir-akhir ini.

Perwakilan agama Sikh, Prem Singk, mengungkapkan, ada begitu banyak aliran kepercayaan dan agama lokal yang belum diketahui. Karena itu, Prem mengikuti kegiatan ini sebagai wadah untuk memperkenalkan keyakinannya serta mengenal sesamanya dari kepercayaan lain.

Evan Putro, perwakilan penganut Yudais, menambahkan, di tengah situasi bangsa yang sedang diguncang faktor sektarian, setiap masyarakat Indonesia harus berusaha untuk saling mengenal dan membangun jembatan relasi serta komunikasi.

Willy Matrona

HIDUP NO.12 2019, 24 Maret 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here