web page hit counter
Kamis, 5 Maret 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Seorang Ilmuan Jesuit Indonesia Diabadikan dalam Asteroid

5/5 - (3 votes)

HIDUPKATOLIK.COM – Dia adalah Pastor Christoforus Bayu Risanto, SJ (45 tahun). Nama pemegang gelar Ph.D dan peneliti pada Observatorium Vatikan sejak Juli 2024 yang  berpusat di Castel Gandolfo, Italia, dan Tucson, Arizona, Amerika Serikat — ini resmi diabadikan sebagai nama asteroid yang berada di antara orbit Mars dan Jupiter dengan nama (752403) Bayurisanto = 2015 PZ114.

Ia menjadi orang Indonesia pertama yang menjadi staf peneliti di Observatorium Vatikan (Specola Vaticana). Dalam daftar resmi Working Group for Small Body Nomenciature (WGSBN) di bawah naungan Internasional Astronomical Union (IAU), penamaan resmi (752403) Bayurisanto diumumkan pada tanggal 16 Januari 2026. Pemberian nama  ini merupakan bentuk penghargaan ilmiah internasional atas kontribusi Pastor Bayu di bidang metereologi dan ilmu amoster.

Baca Juga:  Di Vietnam Panggilan Tumbuh Subur, Ordo Kapusin Memetik Bulir Pertama

Pastor Bayu dikenal tertarik pada prediksi cuaca numerik (Numerical Weather Prediction – NWP) di lingkungan semi kering hingga gersang dan medan yang kompleks. Fokus risetnya adalah pencarian solusi untuk meningkatkan prakiraan curah hujan melalui pendekatan asimilasi (data assimilation).

Pastor Bayu atau Romo Bayu,  sapaannya, meraih gelar Ph.D dari University of Arizona dengan bidang studi meteorologi dan klimatologi. Setelah lulus, ia bekerja di universitas yang sama sebagai peneliti pascadoktoral.

Ia mencatatkan sejarah sebagai orang Indonesia pertama yang menjadi staf peneliti di Observatorium Vatikan, satu lembaga riset astronomi tertua di dunia yang masih aktif hingga sekarang ini.

Kelahiran tahun 1981 di Bogor, Pastor Bayu menyelesaikan pendidikan di Seminari Menengah St. Petrus Kanisius, Magelang (masuk tahun 1996  dan lulus tahun 2000). Kemudian ia bergabung dengan Serikat Yesus (SJ) pada tahun 2000.

Baca Juga:  Paus Leo XIV: Carilah Solusi Perdamaian Tanpa Senjata

Setelah menjalani Masa Novisiat di Serikat Jesus di Girisonta, Ungaran, Jawa Tengah, ia meneruskan pendidikan di Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara Jakarta, lulus tahun 2007 dengan skripsi membahas konsep waktu fisika Newton dan Einstein. Kemudian ia melanjutkan pendikan teologi di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, lulus S2 tahun 20212. Selanjutnya mengambil Ilmu Atmosfer di Creighton University, Amerika Serikat, lulus S2 tahun 2016. Tahun 2021 ia menyabet gelar Ph.D (S3)  dari University of Arizona, Amerika Serikat.

Pastor Bayu pernah mengajar di Mikronesia (2007–2009) dan terlibat dalam proyek riset cuaca di Meksiko dan Arab Saudi.

Tahun 2006-2007, ketika masih frater/kuliah di STF Driyarkara –Pastor Bayu mendalami dunia jurnalistik di Majalah HIDUP.

Baca Juga:  Seru dan Inspiratif, Tarakanita 3 Bergerak Bersama di Hari Peduli Sampah Nasional

FHS dari berbagai sumber

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles