Panggilan Hati Memuji Tuhan

60
Pemukulan tifa oleh Frans Pekey, Sekda Kota Jayapura (paling kanan) bersama jajaran pemerintah, LP3KD Jayapura, dan para pastor.
[HIDUP/Richie Steven A.]
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Pesparani Provinsi Papua menjadi kesempatan bagi semua umat belajar memuji dan memuliahkan Tuhan.

Proses penjaringan peserta Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Kota Jayapura telah resmi dibuka. Pembukaan Pesparani untuk pertama kali di Kota Jayapura dilaksanakan Aula St Ignatius Paroki Kristus Terang Dunia Waena, Kamis, 25/7.

Dalam sambutan pembukaan, Kepala Paroki Waena Pastor Barnabas Daryana mengatakan harapannya agar para peserta penjaringan Pesparani ini dapat menampilkan yang terbaik. Pesparani, menurutnya, bukan soal menang atau kalah tetapi soal kesatuan sebagai umat Allah yang terpanggil untuk memuliahkan Tuhan lewat lagu dan doa.

Senada dengan itu Pastor Dekan Kota Jayapura Pastor Robby Tangtilintin mengajak semua umat menciptakan persaingan yang sehat bukan untuk saling menjatuhkan. “Siapapun yang terpilih, dialah yang mewakili Kota Jayapura di ajang selanjutnya,” ujar Pastor Robby.

Mengenal Tuhan
Pada kesempatan ini juga, hadir Wali Kota Jayapura yang diwakili Sekretaris Kota (Sekda) Jayapura Frans Pekey untuk membuka penjaringan peserta Pesparani. Dalam sambutannya, Sekda mengatakan pemerintah secara utuh mendukung kegiatan Pesparani ini bukan semata-mata karena Peraturan Menteri Agama RI nomor 35 tahun 2016 tetapi karena panggilan semua umat beriman untuk memuji dan memuliahkan Tuhan. “Panggilan hati ini hendaknya mengantar semua umat semakin dekat dan mengenal Tuhan,” jelasnya.

Penjaringan peserta Pesparani ini secara resmi berakhir pada Minggu, 28/7. Ketua Panitia Pelaksana Richardus Paona mengatakan, pesta ini merupakan suasana kegembiraaan dan penuh sukacita. Karena itu, sambungnya, “peserta Pesparani diharapkan setelah mengikuti kegiatan ini dapat menjadi motivator dan pengerak baik itu ditingkat komunitas basis sampai paroki dalam menyanyikan musik liturgi” lanjutnya.

Jumlah peserta yang mengikuti Pesparani ini sebanyak 822 orang yang terbagi dalam enam paroki dengan 12 kategori yang diperlombakan. “Terdapat keunikan dalam kegiatan Pesparani ini, di mana ada peserta dengan usia termuda yaitu anak berusia tujuh tahun dan peserta usia tertua berusia hampir 70 tahun, dan juga ada peserta yang terdiri dari satu keluarga” tambahnya.

Senada dengan Richardus, Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Daerah (LP3KD) Pesparani Papua Fransiskus Xaverius Mote mengadakan, tujuan dari perayaan.

Fransiskus melanjutkan, ada empat keuskupan di Provinsi Papua yang telah menyelesaikan perlombaan dan hasilnya sudah diumumkan. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Jayapura serta LP3KD Jayapura yang telah membantu pelaksanaan Pesparani.

Hasil dari perlombaan Pesparani tingkat provinsi ini adalah juara pertama Paduan Suara (PS) Gregorian Anak dan PS Anak oleh Paroki Kristus Raja Katedral, juara pertama PS Gregorian Dewasa dan PS Dewasa Wanita oleh Paroki Kristus Juru Selamat Kotaraja, PS Dewasa Pria oleh Paroki St Petrus dan Paulus Argapura, PS Dewasa Campuran oleh Paroki Kristus Terang Dunia Waena.

Sedangkan Pemazmur Anak oleh Paroki St Petrus dan Paulus Argapura, Pemazmur Remaja diraih oleh Paroki Kristus Raja Katedral, dan Pemazmur Dewasa oleh Paroki Gembala Baik Abepura. Sedangkan bertutur Kitab Suci oleh Paroki Kristus Juru Selamat Kotaraja.

Richie Steven A. (Jayapura)

HIDUP NO.31 2019, 4 Agustus 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here