Berlian Bukan L.O.L

106
Berlian Bukan L.O.L
5 (100%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.COM – SAYA punya keponakan cantik dan centil berusia 7 tahun. Seperti semua anak zaman now, keponakan saya ini sangat update dengan mainan-mainan baru dari info para youtuber cilik mancanegara yang memang sengaja dibayar oleh para pengusaha mainan. Salah satu idola baru keponakan saya ini, adalah boneka mini L.O.L yang sangat fashionable.

Pilihan baju dan acessoriesnya banyak sekali, sehingga bisa ganti-ganti sesuai selera. Yang menarik dari L.O.L adalah proporsi matanya yang memenuhi sebagian besar wajah boneka imut ini. Mata L.O.L ini juga dibuat berwarna-warni, bahkan ada juga yang punya mata glitter yang ‘bling-bling’. Ternyata bukan cuma keponakan saya aja yang suka dengan boneka fashionista L.O.L, saya juga jadi ikutan ngefans nih, sebab saat saya kecil mainan seru model seperti ini tentunya belum ada.

Salah satu teman saya juga seorang fashionista.  Seperti boneka L.O.L, teman saya ini juga hobby gonta ganti warna rambut, kadang ungu, burgundy, dan pirang. Alasannya sih buat nutup uban. Tetapi bukan cuma warna rambut saja loh, teman saya ini juga hobby gonta-ganti ‘warna mata’ alias softlens yang berwarna-warni seperti ungu, biru, hijau, dark grey. Lagi-lagi alasannya lebih gaya pake softlens ketimbang kaca mata biasa yang membuat dia keliatan tua. Saya sih setuju-setuju saja dengan pilihan teman saya ini, sambil diam-diam berharap semoga dia gak akan pernah tergoda beli softlens warna kuning hingga jadi mirip mata para vampir di film-film horor, atau warna merah sebab bisa dikira sakit mata, atau malah glittery seperti mata boneka L.O.L karena nanti disangka alien dari planet lain. Hehehehee….

Teman saya yang lain lagi memiliki mata biru yang sangat bening dan indah. Tapi tentunya ini versi original, bukan KW, sebab teman saya ini memang asli berdarah Irlandia. Saya sering terpesona menyaksikan mata biru itu berubah-ubah, tergantung sinar matahari yang membias di kornea matanya, dan terkadang juga tergantung kondisi hatinya. Bila dia marah besar, mata biru itu akan menjadi lebih gelap dari biasanya. Sebaliknya bila dia lagi senang, maka mata itu akan menjadi secerah warna biru langit. Incredible!

Suatu ketika, saya diajak reuni dengan teman-teman semasa SMA dulu. Saya kaget juga, karena ternyata salah satu dari teman lama saya, ada yang menjadi Biarawati. Sulit sekali rasanya mempercayai teman saya yang semasa remaja dulu selalu tampil keren, diantar dengan mobil mewah dan tinggal di rumah megah di kawasan elit, berubah 180 derajat menjadi seorang biarawati dengan jubah panjang berwarna putih bertepi biru yang amat sederhana, dengan Rosario yang tergantung di tali pinggangnya. Wajahnya yang bersih tanpa polesan sedikit-pun tampak berseri-seri. Tapi saya paling kagum dengan matanya. Mata teman saya ini tampak teduh, tenang dan damai. Mata itu juga bersinar-sinar dan cemerlang, seperti ada bohlam mini yang terus menyala dari dalamnya.

Tanpa sadar saya jadi merenungkan soal mata- teman-teman saya ini. Mata mana yang paling menarik? Apakah mata glittery ‘bling-bling’ boneka imut L.O.L? Apakah mata softlens yang berwarna-warni sang fashionista? Apakah mata ‘ori’ biru langit teman Irlandia saya? Ataukah mata tenang dan cemerlang milik teman biarawati saya itu?

Bila mata betul-betul jendela hati, jangan-jangan ini bukan lagi menjadi soal ‘warna mata’ mana yang paling cantik, melainkan kondisi hati seperti apa yang bisa membuat mata seseorang itu tampak senantiasa terlihat ‘cantik’.

Mata tidak mungkin terlihat teduh, bila hati masih gaduh. Mata tidak mungkin terlihat cemerlang, bila hati tidak senang. Bila demikian, sudah saatnya saya menjaga hati saya ini. Rajin-rajin dibersihkan dari rasa iri, sering-sering membagikan maaf, dan selalu menyatukan frekuensi dengan Hati Yang Mahakudus. Sulit? sudah pasti! tetapi rasanya bukan impossible juga sih. Saya berharap, semoga suatu hari nanti, saya juga bisa punya mata yang tenang, cemerlang dan senantiasa ‘shine bright like a diamond’ seperti lagunya Mbak Rihanna.

Fransisca Lenny, Alumni KPKS Tangerang, Graphic designer, Writer

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here