Sejak Diangkat Menjadi Uskup Bandung, Mgr. Anton Seolah ‘Ngebut’

200
Saat ditahbikan menjadi Uskup Bandung, 25 Agustus 2014. (Foto: Dok Bergema)

HIDUPKATOLIK.COM – MGR. Antonius Subianto Bunjamin, OSC terpilih menjadi uskup pertama asli Keuskupan Bandung. Moto penggembalaannya, dikutip dari Injil Yohanes 13:34:  Ut Diligatis Invicem (Kasihilah seorang akan yang lain). Ia adalah uskup termuda (48) di antara para uskup aktif di Konferensi Waligereja Indonesia saat itu.

Pada awal penggembalaannya, ia berharap adanya pedoman Gereja Keuskupan Bandung hingga 25 tahun yang akan datang. Untuk itu, digagaslah Sinode Keuskupan Bandung 2015, bertema: “Sehati Sejiwa Berbagi Sukacita” yang menghasilkan 37 kebijakan pastoral, tujuan pastoral, strategi dan tolok ukur.

Tahun berikutnya, Sinode Orang Muda Katolik (OMK) tahun 2016 membuahkan visi, misi, strategi pastoral OMK, serta 14 prioritas pastoral dan usulan kegiatan. Sebagai bentuk evaluasi, atas proses tiga tahun, digagaslah Musyawarah Pastoral 2018: “Beriman Katolik Mengubah Dunia.” Kaum muda terlibat aktif menjadi panitia dalam MusPas ini. Salah satunya, para pemandu acara dan seksi acara yang mampu membangun suasana sukacita di tengah jadwal acara yang cukup padat. Pada ulang tahun Keuskupan Bandung ke-89 (20/4), Mgr. Anton memberikan perhatian kepada orang muda dengan penetapan fokus pastoral Keuskupan Bandung 2021-2026: “Kaum Muda Katolik Sehati Sejiwa Mengubah Dunia.”

Panggilan menjadi imam, biarawan-biarawati mendapat perhatian serius Mgr. Anton. Pada tahun 2015, seminaris yang menghuni Seminari Menengah Cadas Hikmat (SMCH) Santo Antonius Padua hanya dua orang. SMCH nyaris tutup, tetapi hal itu tidak terjadi, Uskup menugaskan Pastor Serafin Dany Sanusi, OSC merevitalisasi SMCH. Jelang ulang tahun ke-70 (2017), para seminaris meningkat pesat dari tahun ke tahun. SMCH kini menempati rumah yang sebelumnya Seminari Tinggi Fermentum di daerah Buah Batu Bandung. “Jambore Panggilan Keuskupan Bandung” menjadi salah satu cara mengajak para siswa untuk mendaftar menjadi seminaris. Para pelamar di Seminari Tinggi Fermentum pun meningkat pesat. Saat ini, Seminari ini sedang dalam tahap renovasi untuk meningkatkan daya tampungnya. Keuskupan Bandung menjadi tuan rumah penutupan Tahun Hidup Bakti tahun 2015 (2-5/12) di Bandung. Sebanyak 300 kaum religius memberikan tanda telapak tangan pada bejana yang bertuliskan janji mereka. Bejana itu kini disimpan di paroki Bunda Sapta Kedukaan Bandung.

Pengembangan paroki di Keuskupan Bandung dari 23 menjadi 28 paroki. Sejak tahbisan episkopatnya, lima paroki dinaikkan status menjadi paroki: Santa Maria Cikampek (2014), Santo Yohanes Ciamis (2016), Santa Theresia Ciledug-Kabupaten Cirebon (2018), Santo Theodorus Sukawarna (2018), Fransiskus Xaverius Dayeuh Kolot (2018). Selain itu, telah diupayakan pula penyusunan buku pelayanan sakramen (Baptis, Penguatan, Perkawinan) untuk paroki  agar memudahkan umat dalam tata laksana yang sama di semua paroki.

Mgr. Anton membutuhkan pelayanan umat terpadu dengan sarana yang memadai. Untuk itu, mulailah dibangun  kantor Keuskupan Bandung satu atap, dengan partisipasi umat Keuskupan Bandung (2016). Sejak diresmikan pertengahan 2018, kantor bernama Bumi Silih Asih (BSA) telah melayani beragam aktivitas.

Uskup berharap, BSA mampu menjadi tempat untuk peningkatan kapasitas umat. Beberapa pelatihan pernah diselenggarakan di tempat ini, di antaranya Kursus Pastoral Dasar Pengembangan Jemaat, Kursus Pewarta Muda dan Kursus Pendidikan Kitab Suci Santo Hieronimus. Selain kantor komisi-komisi, ruang Uskup, Vikjen, ekonom, tribunal, tersedia pula galeri misi, ruang konsultasi, ruang pertemuan, studio rekaman audio – audiovisual, auditorium dan penginapan.

Pada masa awal pandemi Covid-19, Mgr. Anton merayakan Ekaristi daring selama 100 hari melalui kanal Youtube Komsos Keuskupan Bandung. Pada beberapa hari awal penutupan gereja, ia berkeliling beberapa paroki dan merayakan Ekaristi tanpa umat. Pada homili ulang tahun Keuskupan Bandung ke-89 (20/4) yang dihadiri terbatas di BSA, ia mengajak umat Keuskupan Bandung kembali Ekaristi tatap muka di gereja.

Solidaritas Lintas Iman

Pada tahun pertama kegembalaannya, Mgr. Anton berkunjung ke beberapa instansi pemerintah: DPRD Kota Bandung, DPRD Jawa Barat, DPRD Kota Cimahi, serta Bupati Purwakarta. Kunjungan silaturahmi pada perayaan Idul Fitri pun dilakukan saat sebelum terjadi pandemi Covid-19. Relasi dengan pemerintah setempat pun berjalan harmonis. Pada perayaan Natal 2019, rombongan pejabat daerah: Gubernur Jawa Barat, Wali Kota Bandung, Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat,  Panglima Kodam III Siliwangi, Kapolda Jawa Barat hadir berkunjung ke Katedral Bandung serta menyapa umat yang hadir. Selain itu, bersama komunitas San’t Egidio menyediakan makan bersama para pemulung di tempat yang biasa dilayani komunitas setiap minggu.

Mgr Anton tergerak hatinya membantu penggalangan dana pembangunan Katedral Keuskupan Agats-Asmat (2018), jelang 50 tahun keuskupan itu, yang tertunda sejak 2013 yang lalu. Komunitas Pengusaha dan Profesional Katolik (KPPK) St. Yosef  Bandung mempersembahan drama musikal “Sentuhan Kasih” yang diselingi renungan dalam setiap babak oleh Pastor Eka Wahyu, OSC.

Pada tahun 2018 dan 2019, Uskup berkenan memberikan izin menjadi tuan rumah sidang tahunan para uskup di BSA, berhubung kantor KWI di Jakarta sedang renovasi. Salah satu kegiatan adalah perayaan Ekaristi GOTAUS (Gerakan Orang Tua Asuh Untuk Seminari) di Paroki Santo Paulus (2018) dan Paroki Santo Laurentius (2019). Keuskupan menjadi tuan rumah Pekan Misi Nasional ke-4. Selama satu bulan beragam aktivitas diselenggarakan, salah satunya perarakan Salib Misi (salib yang ditempatkan di Paroki Santo Yosef Cirebon) ke paroki-paroki Keuskupan dengan melibatkan banyak orang muda.

Menjadi Sekjen KWI

Peran sebagai uskup termuda ini menjadi Tim Perumus SAGKI 2015. Pada saat itu pula, ia terpilih menjadi Sekretaris Jenderal KWI (Sekjen KWI). Ia terpilih dalam dua periode jabatan: 2015-2018, 2019-2022. Pada 10 Agustus 2017, ia ditunjuk menjadi Visitor Apostolik bagi Keuskupan Ruteng, dengan tugas untuk menyelidiki beberapa persoalan di Keuskupan Ruteng. Pada 27 Juli 2019, diumumkan pembebasan tugas Mgr. Nicolaus Adi Seputra, MSC sebagai Uskup Agung Merauke yang sedang mengikuti masa ongoing formation serta pengangkatan Mgr. John Philip Saklil (Uskup Timika) sebagai Administrator Apostolik Sede Plena Keuskupan Agung Merauke. Mgr. Anton kembali ditunjuk sebagai Visitor Apostolik bagi Keuskupan Agung Merauke untuk menyelidiki beberapa persoalan yang terjadi di Keuskupan Agung Merauke.

Pada bulan Desember 2020 yang lalu, selama dua hari, Mgr. Anton bersama Ignatius Kardinal Suharyo melakukan review teks Tata Perayana Ekaristi (TPE) 2020 dan diresmikan pada Hari Raya Keluarga Kudus, 27 Desember 2020. Ia berkenan hadir dalam peluncuran dan sosialisasi TPE 2020 (7/5/2021) di Toko Rohani Obor dalam kapasitasnya sebagai Sekjen KWI dan Ketua Perkumpulan Rohani Obor bersama beberapa uskup lainnya.

Edy Suryatno (Bandung)

HIDUP, Edisi No.25, Tahun ke-75, Minggu, 20 Juni 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here