Paroki Bamol Adakan Pelatihan Ibadat Sabda Tanpa Imam

73
Peserta pelatihan ibadat sabda tanpa imam dan sosialisasi TPE.
Rate this post

HIDUPKATOLIK. COM – Peningkatan kapasitas dewan stasi dalam  memimpin ibadat sabda tanpa imam  dirasakan sangat penting bagi Pastor Ayustus Erasmus Lim sebagai Pastor Paroki St. Lukas Bamol, Keuskupan Agung Merauke (KAMe).

Ia mengundang Komisi Liturgi KAMe memberikan materi pelatihan ibadat sabda tanpa imam dan sosialisasi TPE umat kepada para dewan stasi pada 2-3 April 2022.

Kanisius Guru, Sekretaris Komlit KAMe sebagai narasumber, mengatakan, pelatihan dibagi dalam beberapa  sesi.

Sesi pertama, karena para dewan stasi kebanyakan yang baru maka dibuat pelatihan ibadat sabda tanpa imam.

Sesi kedua, karena menyongsong perayaan Paskah maka dibuat pelatihan terkait perayaan selama Pekan Suci sehingga para dewan stasi bisa memimpin perayaan Pekan suci di stasi mengingat kurang dan terbatasnya tenaga imam yang tidak bisa menjangkau semua stasi.

Selain itu, peserta juga dibekali sosialisasi TPE umat 2020, seperti aklamasi dan jawaban-jawaban umat. Juga ada pelatihan tentang bagaimana menjadi lektor dan bermazmur dengan baik sehingga semakin banyak orang terlibat dan ambil bagian dalam  Perayaan Ekaristi.

Pastor Ayustus, mengatakan tema yang diambil berkaitan dengan tema Musyawarah Pastoral Pastores KAMe yang belum lama berlangsung yakni Umat Keuskupan Agung  Merauke Berpartisipasi dan Berjalan Bersama dalam Persekutuan untuk Mewujudkan Misi”.

Menindaklanjuti hasil keputusan dan rekomendasi Muspaspas terkait dengan penyegaran pelatihan dan sosialisas liturgi, ditekankan bagaimana partisipasi dan keterlibatan umat mengambil bagian dalam peran dan tugas liturgi juga bersama-sama dengan pastor paroki  dalam menjalankan  misi keuskupan.

Antusisme  terlihat, dari lima puluh peserta pelatihan. Sepuluh di antaranya dewan stasi lama yang sudah pernah mengikuti pelatihan. Selebihnya peserta baru dan mereka begitu bersemangat. Mereka  juga ada keinginan  untuk mau dibina dan dilatih agar bisa memimpin.

Dirasakan, selama ini belum ada kaderisasi kepada orang muda supaya ambil bagian  dalam memimpin ibadat hari minggu maupun ibadat tematis lainnya. Juga banyak dimonopoli oleh dewan-dewan senior atau orang tua.

Harapannya, semakin banyak orang ambil bagian dan terlibat dalam liturgi sesuai dengan tema Muspaspas Keuskupan yakni  berpartisipasi dan berjalan bersama membentuk persekutuan, komunio untuk mewujudkan Misi Kerajaan Allah.

Pastor Ayustus bersyukur dan berterimakasih  atas kehadiran Komlit memberi pelatihan sehingga para dewan stasi kembali ke stasi masing-masing dan menerapkannya  di stasi. “Mereka  akan sangat membantu pastor dalam pelayanan kepada umat. Terutama dalam beribadat dan berliturgi selama hari minggu karena  kunjungan pastor tidak diadakan setiap minggu mengingat situasi atau medan di wilayah paroki yang sangat luas  dan memerlukan  biaya perjalanan yang sangat besar,”ungkapnya.

Helen Yovita Tael (Merauke)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here