Setelah Mengumumkan Penundaan Perjalanan ke Afrika, Paus Fransiskus Berkata: Kita Akan Membawa Kinshasa ke Basilika St. Petrus

56
Paus Fransiskus bertemu para peserta kapitel umum Misionaris Afrika (The White Fathers) di Clementine Hall Vatikan, 13 Juni 2022.
Rate this post

HIDUPKATOLIK.COM – Paus Fransiskus pada hari Senen, 13/6/2022 mengatakan bahwa dia bermaksud untuk merayakan Misa untuk komunitas Kongo Roma pada hari dia akan mempersembahkan Misa di Kinshasa, Ibu Kota Republik Demokratik Kongo.

Paus membuat pengumuman pada 13 Juni, sehari setelah dia meminta maaf karena harus menunda perjalanan yang dijadwalkan ke Afrika pada Juli karena sakit lutut yang berkelanjutan.

Dia mengatakan bahwa pada 3 Juli, ketika dia sebelumnya dijadwalkan untuk merayakan Misa Minggu di Bandara Ndolo, dia akan mencari Misa di Basilika Santo Petrus.

“Kita akan membawa Kinshasa ke St. Petrus, dan di sana kita akan merayakannya dengan semua orang Kongo di Roma, yang jumlahnya banyak,” katanya pada awal audiensi dengan Misionaris Afrika (The White Fathers) di Aula Clementine Vatikan.

Paus berusia 85 tahun itu mengatakan kepada para peserta kapitel umum misionaris internasional bahwa ia berharap dapat melakukan perjalanan itu di lain waktu.

“Sayangnya, dengan sangat menyesal, saya harus menunda perjalanan ke Kongo dan Sudan Selatan,” katanya.

“Memang, di usia saya, tidak mudah untuk melakukan perjalanan misi! Tetapi doa dan teladan Anda memberi saya keberanian, dan saya yakin bahwa saya dapat mengunjungi orang-orang ini, yang saya bawa dalam hati saya,” ujar Paus.

Paus Fransiskus berencana untuk menghabiskan 2-5 Juli Ki kota Kinshasa dan Goma di Kongo, dan 5-7 Juli di Ibu Kota Sudan Selatan, Juba.

Vatikan mengumumkan pada 10 Juni bahwa karena perawatan untuk sakit lututnya, perjalanan harus ditunda.

Berbicara setelah Doa Angelus pada 12 Juni, Paus berjanji untuk menjadwal ulang kunjungan “sesegera mungkin.”

Paus menderita ligamen yang meradang di lututnya, sehingga membatasi kemampuannya untuk berjalan. Dia telah menggunakan kursi roda selama penampilan publik sejak bulan lalu.

Vatikan mengatakan pada 13 Juni bahwa dia tidak akan memimpin Misa dan prosesi pada pesta Corpus Christi.

Kantor pers Takhta Suci menjelaskan bahwa keputusan itu diambil “karena keterbatasan yang dikenakan pada paus oleh gonalgia,” atau sakit lutut, “dan kebutuhan liturgi tertentu dari perayaan itu.”

Paus masih dijadwalkan mengunjungi tiga kota di Kanada pada 24-29 Juli.

Paus Fransiskus mempersembahkan Misa di Basilika Santo Petrus untuk para imigran

Kongo pada 1 Desember 2019. Misa itu, yang menampilkan tarian gembira, menandai peringatan 25 tahun berdirinya Kerohanian Katolik Kongo di Roma.

Diperkirakan ada 35 juta umat Katolik di Republik Demokratik Kongo, terhitung sekitar setengah dari populasi negara itu. Paus terakhir yang mengunjungi Kinshasa adalah Yohanes Paulus II pada tahun 1985.

Pastor Frans de Sales, SCJ; Sumber: Catholic News Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here