HIDUPKATOLIK.COM, Manado, 7 Agustus 2025 — Kampus biru itu hari ini berdenyut dengan sukacita. Universitas Katolik De La Salle Manado merayakan pesta peraknya, menandai 25 tahun perjalanan panjang sejak berdirinya pada tahun 2000 berdasarkan SK Menteri Pendidikan Nomor 123/D/O/2000. Didirikan oleh Yayasan Perguruan Tinggi De La Salle Manado, buah kerja sama Keuskupan Manado dengan Tarekat Bruder FSC (Fratres Scholarum Christianarum), kampus ini mengusung motto Religio (iman), Mores (moral), dan Cultura (budaya) sebagai roh pendidikannya.
Sejak awal, Unika De La Salle berdiri sebagai rumah ilmu bagi generasi muda, khususnya dari Indonesia Timur. Dengan lima fakultas—Teknik, Ekonomi, Pertanian, Hukum, dan MIPA—serta sepuluh program studi, kampus ini tidak hanya melahirkan lulusan cerdas, tetapi juga pribadi-pribadi yang menjunjung solidaritas dan siap menebar manfaat. Solidaritas itu terasa nyata, bahkan dalam dunia kerja, di mana para alumninya saling menopang satu sama lain.
Sebagai pemanasan menuju perayaan puncak, pada 7 Juli lalu digelar Fun Walk yang menyatukan mahasiswa, dosen, dan alumni. Langkah demi langkah di jalan kota Manado itu seolah menjadi simbol perjalanan kebersamaan mereka selama seperempat abad.
Kampus biru ini juga menyimpan sejarah istimewa: pernah dikunjungi Presiden K.H. Abdurrahman Wahid. Hingga kini, pengaruh positifnya terasa luas, baik di dunia pendidikan, pemerintahan, maupun masyarakat Sulawesi Utara. Sang rektor, Pater Prof. Dr. Yohanis Ohoitimur, MSC—akrab disapa Pater Yong—dikenal luas sebagai pembicara publik yang lugas dan bernas. Pemikirannya sering diundang dalam seminar-seminar strategis, bahkan ia kerap dilibatkan dalam tim seleksi pejabat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara.
Dalam pernyataan resminya, pihak kampus menegaskan bahwa perayaan ini adalah ungkapan syukur atas perjalanan panjang dalam mewujudkan visi pendidikan yang humanis, berakar pada nilai-nilai kristiani dan spiritualitas Lasallian. “Dua puluh lima tahun adalah wujud ketekunan, dedikasi, dan semangat melayani demi mencerdaskan kehidupan bangsa, membentuk generasi unggul, berintegritas, dan peduli sesama,” demikian disampaikan.
Seperempat abad telah dilalui, namun cahaya perak Unika De La Salle Manado terus berkilau. Kilau yang lahir bukan dari gemerlap, melainkan dari dedikasi, kerja keras, dan semangat melayani tanpa lelah—mencetak generasi penerus yang tidak hanya pintar, tetapi juga berhati.
Verry Bataona, Manado






