HIDUPKATOLIK.COM – Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) resmi merilis “Gerakan Penanda” untuk sepanjang tahun 2026. Pembacaan mandat gerakan ini dilakukan oleh Pastor Yustinus Ardianto selaku Ketua Tim Karya Pusat Pastoral KAJ, saat pembukaan Tahun Arah Dasar (ArDas) di Gereja Katedral Jakarta, Sabtu (3/1/2026).
Terdapat dua poin utama yang menjadi mandat bagi seluruh paroki, sekolah, biara, dan lembaga Katolik di lingkungan KAJ. Pertama, Gerakan 3M: Menjaga kebersihan, Memilah sampah, dan Menanam pohon. Kedua, inisiatif Ekonomi Sirkular,

Aksi yang pertama diharapkan tidak hanya berhenti di lingkungan internal gereja, namun juga menyentuh lingkungan tempat tinggal masing-masing melalui kerja sama dengan warga sekitar. Sedangkan aksi kedua akan diwujudkan dalam bentuk lomba mengolah barang daur ulang menjadi peluang ekonomi baru yang bermanfaat bagi umat.
Sementara itu melalui rilis resmi Dewan Karya Pastoral (DKP) KAJ yang ditandatangani oleh Vikjen sekaligus Ketua Umum DKP KAJ, Pastor Samuel Pangestu, ditegaskan, gerakan ini bertujuan agar iman umat semakin “membumi” dan memberikan dampak nyata bagi kelestarian lingkungan hidup, khususnya di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Guna mendukung animasi gerakan “Keutuhan Alam Ciptaan 2026”, DKP telah menyediakan berbagai perangkat sosialisasi berupa dua gambar resmi untuk Banner 2026 (Logo dan Ilustrasi) serta lagu tema khusus.

Lebih lanjut, DKP meminta para imam untuk mencanangkan Penutupan Tahun Yubileum 2025 dan Pembukaan Tahun ArDas 2026 dalam Perayaan Ekaristi pada Hari Raya Penampakan Tuhan, 3 atau 4 Januari 2026. Waktu pelaksanaan misa diserahkan kepada kebijakan Dewan Paroki Harian (DPH) dan Tim Penggerak Yubileum masing-masing paroki.
Dalam pelaksanaannya di tingkat paroki, Tata Perayaan Ekaristi (TPE) disarankan menggunakan teks yang sudah disiapkan oleh Komisi Liturgi KAJ, namun tetap terbuka terhadap penyesuaian konteks lokal.
“Silakan menggerakkan anak-anak Bina Iman Paroki, perwakilan lingkungan, atau perwakilan sekolah untuk melakukan simbolisasi sebelum berkat penutup,” demikian petunjuk teknis dalam pengumuman tersebut.
Sebagai penutup rangkaian upacara, Pastor Paroki diwajibkan untuk membacakan Prokaritas Dekenat 2026 serta poin-poin Gerakan Penanda ArDas KAJ 2026 kepada seluruh umat.
J.B. Pramudya (Kontributor, Jakarta)






