HIDUPKATOLIK.COM -Semangat pengabdian bagi Gereja dan Tanah Air kembali ditegaskan para alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Yogyakarta Santo Thomas Aquinas melalui deklarasi resmi Keluarga Alumni PMKRI (KAMI PMKRI) Yogyakarta, Rabu, 27 Mei 2026.
Deklarasi ini menjadi tonggak penting konsolidasi alumni PMKRI Yogyakarta setelah melalui proses panjang yang telah dirintis sejak 2015. Kehadiran KAMI PMKRI Yogyakarta diharapkan menjadi ruang integrasi gerakan alumni lintas profesi untuk memperkuat kaderisasi kepemimpinan Gereja dan bangsa berdasarkan nilai-nilai kekatolikan dan Pancasila.
Secara resmi, organisasi ini lahir melalui musyawarah daring yang dilaksanakan pada momentum peringatan Santo Thomas Aquinas pada awal Januari 2026.
Ketua Pengurus Harian Nasional KAMI PMKRI Yogyakarta, Lukas S. Ispandriarno, menegaskan bahwa organisasi alumni ini hadir sebagai bentuk tanggung jawab moral kader PMKRI terhadap situasi kebangsaan saat ini.
“Kami, alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Cabang Yogyakarta Santo Thomas Aquinas, dengan kesadaran penuh mendukung kesinambungan kaderisasi kepemimpinan bagi Gereja dan bangsa yang selaras dengan nilai kekatolikan dan Pancasila,” ujar Lukas saat membacakan deklarasi.
Nama KAMI PMKRI Yogyakarta dipilih melalui proses diskusi yang panjang sebagai simbol tekad bersama untuk melahirkan sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, berwawasan gender, serta memiliki komitmen kuat dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dalam momentum deklarasi tersebut, jajaran pengurus turut membacakan Memorandum Kemasyarakatan bertajuk “Panggilan Kebangsaan untuk Mewujudkan Keadilan Sosial.” Memorandum ini menjadi sikap moral organisasi terhadap berbagai persoalan nasional yang dinilai semakin mengkhawatirkan.
KAMI PMKRI Yogyakarta menyoroti kondisi ekonomi nasional yang dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kesejahteraan masyarakat. Meski pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen, tekanan global, pelemahan nilai rupiah, tingginya suku bunga, dan menurunnya daya beli masyarakat kelas menengah disebut masih menjadi tantangan serius.
Selain ekonomi, organisasi alumni ini juga menyoroti kemunduran kualitas demokrasi Indonesia. Berdasarkan catatan Indeks Demokrasi Indonesia 2025, terjadi penurunan pada aspek kebebasan, kesetaraan, serta kapasitas lembaga demokrasi.
Sorotan kritis juga diarahkan pada sektor penegakan hukum. Penurunan Indeks Persepsi Korupsi Indonesia tahun 2025 hingga berada di peringkat 109 dari 180 negara disebut sebagai alarm serius bagi agenda reformasi hukum dan pemberantasan korupsi.
Tidak hanya itu, KAMI PMKRI Yogyakarta turut menyampaikan keprihatinan terhadap ancaman krisis ekologis akibat meningkatnya angka deforestasi yang mencapai hampir setengah juta hektar sepanjang tahun 2025.
Menyikapi berbagai persoalan tersebut, KAMI PMKRI Yogyakarta menyerukan seluruh elemen masyarakat, khususnya alumni organisasi Cipayung, untuk aktif mendorong demokrasi substantif yang menjunjung supremasi hukum, etika penyelenggaraan negara, dan pemerataan ekonomi.
Organisasi ini juga mendesak revitalisasi peran aparat penegak hukum dalam mencegah serta memberantas korupsi, terutama pada sektor-sektor strategis yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan negara.
Dalam bidang lingkungan hidup, KAMI PMKRI Yogyakarta menekankan pentingnya pengendalian laju deforestasi guna mencegah bencana ekologis dan menjaga keseimbangan alam di tengah agenda pembangunan nasional.
Selain itu, para kader aktif dan alumni PMKRI diajak untuk terus menumbuhkan semangat pengorbanan, solidaritas, dan empati sosial di tengah derasnya arus hedonisme serta budaya individualisme.
“Kondisi kebangsaan saat ini adalah panggilan luhur bagi setiap kader Katolik untuk terlibat aktif menjadi bagian dari solusi dengan semangat Pro Ecclesia et Patria — Demi Gereja dan Tanah Air,” demikian isi seruan memorandum tersebut.
Naskah deklarasi dan memorandum dibacakan langsung oleh Koordinator Nasional Lukas S. Ispandriarno, Sekretaris Jenderal Rosalia Prismarini Nurdiarti, serta Bidang Komunikasi dan Kerja Sama Cecilia Pretty Grafini.
Turut hadir dalam agenda tersebut Koordinator Wilayah Jabodetabek Joty Atmadjaya dan Sekretaris Wilayah DIY Frederico M. Dwisetyanto.
Prosesi deklarasi juga ditandai dengan pemotongan tumpeng bersama Moderator PMKRI Romo Agustinus Darjanto SJ dan Ketua DPC PMKRI Cabang Yogyakarta Decky Kevin P.
Saat ini, KAMI PMKRI Yogyakarta telah memiliki jaringan koordinasi wilayah di Jabodetabek, Kalimantan, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Nusa Tenggara Timur. Melalui deklarasi ini, organisasi menyerukan konsolidasi kader dan alumni PMKRI di berbagai daerah untuk memperkuat kontribusi nyata bagi Gereja, masyarakat, dan Indonesia.





