HIDUPKATOLIK.COM – Gelaran “KAPal Youth Day 2026 Keuskupan Agung Palembang” memancarkan semangat kuat dalam membela martabat manusia.
Hal ini mengemuka melalui kehadiran Generasi Samaritan (GenSa), sebuah gerakan orang muda binaan Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKPPMP) Keuskupan Pangkalpinang.
GenSa hadir membawa misi menyentuh: mengajak kaum muda semakin mengenal Tuhan dengan cara hadir langsung di tengah mereka yang terluka, khususnya para korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan kekerasan seksual.

Sesi khusus ini menghadirkan Pastor Chrisanctus Paschalis Saturnus alias Romo Paschal, Ketua KKPPMP Keuskupan Pangkalpinang sekaligus pembina GenSa, bersama salah satu pengurusnya, Olive.
Dalam kesempatan tersebut, Olive memaparkan sejarah lahirnya GenSa, spiritualitas yang melandasinya, hingga fokus pelayanan yang memadukan pembentukan karakter dengan aksi nyata kemanusiaan.
Lewat Wajah yang Terluka
Olive menegaskan bahwa nama “Generasi Samaritan” bukan sekadar identitas komunitas, melainkan sebuah panggilan hidup.
“Ini adalah panggilan untuk menjadi generasi yang belajar mengenal Tuhan melalui wajah-wajah mereka yang terluka, tersisih, dan menjadi korban ketidakadilan,” ungkap Olive.
Terinspirasi dari perumpamaan Orang Samaria yang Murah Hati, setiap anggota GenSa diajak untuk tidak menutup mata terhadap penderitaan sesama, melainkan berani mendekat, peduli, dan bertindak konkret.
Dalam perjalanannya, GenSa bergerak aktif melalui berbagai program. Mulai dari pembinaan kaum muda, edukasi bahaya TPPO dan kekerasan seksual, kampanye kesadaran publik, hingga keterlibatan langsung mendampingi para korban dalam karya kemanusiaan.
Sinergi Lintas Batas
Hadir pula Joe, anggota angkatan pertama GenSa, yang membagikan kesaksian perjalanan awal komunitas ini. Kehadiran Joe menjadi bukti hidup bahwa proses pembinaan orang muda di GenSa terus konsisten melahirkan generasi yang memiliki kepedulian sosial tinggi serta keberanian membela sesama.
Nuansa solidaritas global juga terasa dengan kehadiran Maylis, seorang relawan dari Missions Étrangères de Paris (MEP) asal Prancis. Saat ini, Maylis tengah membantu pelayanan Romo Paschal di Batam dalam mendampingi para korban perdagangan orang. Kehadirannya menjadi simbol kuat bahwa perjuangan melawan TPPO adalah tanggung jawab kemanusiaan bersama yang melintasi batas budaya, bangsa, dan negara.
Menjadi Pelaku Kasih
Melalui partisipasi di KAPal Youth Day 2026, Generasi Samaritan mengetuk hati seluruh Orang Muda Katolik (OMK). Di tengah maraknya tantangan zaman seperti TPPO dan kekerasan seksual, kaum muda ditantang untuk tidak sekadar menjadi penonton.
OMK diundang untuk memiliki mata yang terbuka melihat penderitaan, hati yang peka mendengar jeritan sesama, dan tangan yang sigap mengulurkan bantuan. Kaum muda dipanggil menjadi pelaku kasih yang menghadirkan harapan, sekaligus menjaga martabat setiap manusia sebagai gambar dan rupa Allah yang mulia.
Andreas Daris Awalisyo (Palembang)






