HIDUPKATOLIK.COM– Berdiri sejak Juli 2016 di kawasan strategis Kota Jababeka, Cikarang Utara, Sekolah Santo Leo III telah mengukuhkan posisinya sebagai salah satu lembaga pendidikan Katolik swasta terkemuka di Kabupaten Bekasi.
Sekolah Santo Leo III yang diresmikan oleh Romo Samuel Pangestu,Pr berada di bawah naungan Yayasan Santo Leo. Sekolah ini menyelenggarakan Pendidikan berkesinambungan yang mencakup jenjang Kelompok Bermain (KB), TK, SD, SMP, hingga SMA. Berkomitmen pada visi “ Bermutu Unggul Berpijak Pada Akhlak Luhur “dan misi “Turut Mencerdaskan Bangsa Berdasarkan Semangat Kristiani”, Sekolah Santo Leo III senantiasa berintegritas menjadi pilar utama dalam mencetak generasi berkarakter, disiplin, dan kompetitif dalam semangat kristiani.
Belajar di Sekolah Santo Leo III, bukan sekadar mengejar nilai di atas kertas. Hal ini disampaikan dalam perbincangan hangat bersama Kepala Sekolah TK, SD, SMP, dan SMA dalam acara pelatihan Jurnalistik Sekolah Santo Leo, Jakarta 08 Juli 2026.
Menurut Bu Florentina, beliau mengatakan bahwa sebagai sekolah katolik swasta yang berlokasi di kawasan industri heterogen seperti Jababeka, Sekolah Santo Leo III walaupun bernuansa katolik namun mengedepankan nilai-nilai toleransi. Hal tersebut juga diajarkan dalam gereja agar mampu memiliki sikap toleransi kepada sesama. Dalam sosialisasi bersama para tokoh agama, kita juga turun langsung ke lingkungan agar nilai- nilai tersebut tetap hadir dan bekerja sama bersama sekolah-sekolah non katolik agar tetap terjalin kolaborasi yang harmonis.
Selain itu, Bapak Pribadi Santoso menegaskan bahwa spiritualitas pelindung sekolah yakni Santo Leo diwujudkan dalam pembiasaan sehari-hari terhadap anak yang dimulai dari pendidikan dini sampai SMA. Contohnya kegiatan ibadat atau renungan pagi, aksi keagamaan seperti membagi takjil dan kegiatan keagamaan yang melibatkan anak. Kegiatan tersebut melibatkan semua pihak yakni para guru hingga siswa (TK- SMA). Sekolah fokus pada kurikulum yang sedang berjalan saat ini yakni kurikulum merdeka berbasis deep learning.
“Selain itu, kami tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Kristiani agar siswa tidak hanya unggul pada bidang akademik namun mampu beradaptasi dengan baik dalam lingkup sosial terkhususnya dalam memecahkan masalah serta berpikir kritis dalam setiap kondisi yang dihadapi,” imbuh Bu Intan Prasetya, dan Bu Rosalia Kusumaningtyas.
Perbincangan hangat siang itu ditutup dengan sebuah pesan mendalam dari Ketua Yayasan Santo Leo III, Bapak Edwin Hermawan bahwa Pendidikan sejati Adalah Pendidikan yang memanusiakan manusia. Sekolah Santo Leo III akan terus konsisten menjadi wadah menempaan generasi emas yang siap menghadapi tantangan zaman dengan semangat Kristiani.






