spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Konsistori Luar Biasa Dimulai, Gaya Baru Kepemimpinan Leo XIV?

Rate this post

HIDUPKATOLIK.COM – Para Kardinal dari berbagai belahan dunia memenuhi undangan Paus Leo XIV untuk Konsistori Luar Biasa di Vatikan pada 26 dan 27 Juni 2026 ini. Apa yang dibahas?

Sejak awal masa kepausannya, Paus Leo XIV telah mengumumkan bahwa ke depannya ia akan secara rutin memanggil seluruh anggota Kolegium Kardinal untuk menghadiri konsistori luar biasa guna membahas berbagai persoalan penting Gereja.

Konsistori luar biasa pertama pada masa Paus Leo XIV berlangsung pada awal Januari 2026. Kini, untuk kedua kalinya dalam masa kepemimpinannya yang baru berjalan sekitar 14 bulan, para kardinal dari seluruh dunia berkumpul di Vatikan dalam sebuah konsistori luar biasa selama dua hari untuk membahas berbagai persoalan penting Gereja. Hal ini sesuai dengan harapan para kardinal sebelum konklaf tahun lalu. Saat itu, dalam berbagai pembicaraan, muncul keinginan agar paus yang baru lebih melibatkan Kolegium Kardinal dalam tugas kepemimpinannya.

Pada awal minggu ini, Vatikan menerbitkan agenda resmi pertemuan tersebut, setelah sebelumnya rancangan program itu bocor dan beredar di berbagai blog internet. Paus akan berdiskusi bersama para kardinal mengenai situasi dunia saat ini, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta perkembangan lanjutan Sinode Dunia. Konsistori pada dasarnya pertemuan resmi para kardinal yang dipimpin langsung oleh Paus untuk membahas hal-hal penting yang berkaitan dengan kehidupan, pemerintahan, dan masa depan Gereja. Hukum Gereja membedakan antara konsistori biasa dan konsistori luar biasa.

Dalam konsistori luar biasa, Paus mengundang seluruh kardinal dari Gereja universal. Sedangkan dalam konsistori biasa, biasanya hanya kardinal yang berada di Roma yang hadir, seringkali untuk melaksanakan acara resmi seperti kanonisasi orang kudus. Secara resmi, 241 kardinal diundang dalam konsistori luar biasa kali ini. Dari jumlah tersebut, 117 kardinal berusia di bawah 80 tahun sehingga memiliki hak suara dalam pemilihan paus.

Baca Juga:  Yang Terbaru dar Majalah HIDUP Edisi Nomor 26

Bahwa hanya dalam waktu setengah tahun setelah konsistori luar biasa sebelumnya sudah diadakan pertemuan berikutnya merupakan hal yang cukup menarik, karena pertemuan seperti ini jarang terjadi dalam sejarah Gereja modern.

Dalam masa kepausan Paus Yohanes Paulus II yang berlangsung selama 27 tahun, hanya ada enam konsistori luar biasa. Paus Benediktus XVI secara resmi tidak pernah mengadakan konsistori luar biasa, tetapi beberapa kali mengundang Kolegium Kardinal untuk pertemuan tertutup, sering kali bersamaan dengan konsistori biasa untuk pengangkatan kardinal baru. Sedangkan pada masa Paus Fransiskus, hanya ada satu konsistori luar biasa, yaitu pada tahun 2014 untuk mempersiapkan Sinode Keluarga. Paus Fransiskus lebih sering meminta nasihat dari Dewan Kardinal yang ia bentuk sendiri.

Di bawah kepemimpinan Paus Leo XIV, bukan hanya jumlah konsistori luar biasa yang tampaknya berubah, tetapi juga gaya pelaksanaannya. Berbeda dengan sebelumnya, ketika para kardinal berkumpul dalam satu sidang besar, kali ini sebagian besar pembahasan kembali dilakukan dalam kelompok-kelompok kecil, yaitu sebanyak 20 kelompok. Dalam sebagian besar waktu pertemuan, mereka akan duduk di meja-meja bundar di Aula Audiensi, seperti yang dilakukan sebelumnya.

Baca Juga:  Momen Berjumpa dan Berbagi Pengalaman Kerasulan Kitab Suci

Pembagian kelompok tersebut adalah: sembilan kelompok terdiri dari para kardinal yang memiliki hak suara, para uskup diosesan, para nuncio (duta kepausan), serta para kardinal yang telah menyelesaikan tugas aktif sebagai uskup diosesan. Sebelas kelompok terdiri dari kardinal pemilih yang berasal dari Kuria Romawi serta anggota kolegium yang tidak memiliki hak suara.

Metode yang digunakan adalah pendekatan yang telah diuji dalam sidang-sidang pleno Sinode Dunia, yaitu percakapan dalam Roh (conversation in the Spirit), yang melibatkan diskusi, doa, keheningan dan refleksi.

Metode diskusi dalam kelompok kecil dengan pendekatan sinodal ini sebelumnya tidak disukai oleh semua kardinal. Sebagian meminta lebih banyak kesempatan untuk menyampaikan pendapat secara langsung dalam sidang pleno.

Kardinal Tiongkok Joseph Zen (94 tahun) menyampaikan kritik paling keras. Ia mengeluhkan bahwa batas waktu berbicara membuat dirinya dan beberapa kardinal lain tidak dapat berbicara secara bebas dan terbuka. Bahkan ia menduga bahwa pertemuan tersebut “telah diambil alih oleh para pendukung Paus Fransiskus.” Menurutnya, mereka berusaha mencegah para kardinal menyampaikan pendapat mereka.

Tiga kardinal tidak dapat hadir dalam konstori kali ini. Kardinal Zen, yang dikenal sebagai salah satu pengkritik konservatif paling keras terhadap Paus Fransiskus, dikabarkan tidak hadir karena alasan kesehatan. Begitu juga dengan dua kardinal lainnya, yang terkenal cukup konservatif, yaitu Kardinal Péter Erdő, Uskup Agung Esztergom-Budapest dan Kardinal Willem Eijk, Uskup Agung Utrecht.

Baca Juga:  Lafadz Nusantara Center Ingatkan Pemerintah Soal Stabilitas Nasional

Terlepas dari hasil pembahasan, konsistori ini akan menjadi salah satu ukuran untuk melihat gaya kepemimpinan Paus Leo XIV. Ia telah berjanji memberikan ruang partisipasi yang lebih besar kepada para kardinal, dan sejauh ini tetap menjalankan arah tersebut.

Hari-hari mendatang akan menunjukkan sejauh mana konsistori luar biasa yang diadakan secara rutin di bawah kepemimpinannya akan menjadi sebuah instrumen penting dalam tata pemerintahan Gereja.

Ada 4 tema besar yang dibahas dalam konsistori, yaitu pertama, dalam bentuk apa kita dipanggil untuk mewartakan Injil? Kedua, budaya kekuasaan dan peradaban kasih. Ketiga, membangun kebaikan; bidang-bidang pekerjaan jaman kita. Keempat, jalan menuju pelaksanaan sinode.

Agenda har ini, Sabtu, 27 Juni 2026

07.30 – Misa Kudus di Basilika Santo Petrus dipimpin Kardinal Battista Re

Pertemuan Tahap Ketiga

09.30 – Doa dan pengantar kerja tematik, Kardinal Stephan Brislin, Uskup Agung dari Johannesburg memulai dan menutup tema Magnifica Humanitas

09.50 – Diskusi grup

11.30 – Presentasi dalam sidang pleno, semua grup mempresentasikan hasil diskusi

Diskusi bebas untuk 4 tema besar

12.45 – Angelus

Pertemuan Tahap Keempat

16.00 – Doa dan pengantar kerja tematik, Kardinal Mario Grech, memberi pengantar tentang Jalan Sinode 2027-2028

Sesi tanya jawab

17.30 – Tanya jawab dengan Paus Leo XIV, masing-masing dapat menyampaikan pertanyaan atau pendapat dengan waktu maksimum 3 menit

Penutup dari Paus Leo XIV dan Te Deum

19.45 – Makan malam bersama Paus di aula audiensi

Dari Vienna Austria, Bene Xavier (Kontributor)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles