spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

YUBILEUM 25 TAHUN BRUDER TUJUH DUKACITA SANTA MARIA.

Rate this post

HIDUPKATOLIK.COM – Minggu (20/9/2026) pagi kompleks Gereja Katolik Bunda Hati Kudus Woloan berhias indah.Gong dan gendang ditabuh meriah mengiringi tarian hedung dari Adonara NTT menyambut rombongan Uskup Manado Mgr Rolly Untuh MSC yang didampingi tamu dari Belanda: Br.Theo CSD, Sr.Gabriella PRR dan Sr.Marsela PRR. Ketua Panitia mengalungkan syal tenun Adonara kepada Mgr Rolly, sementara perwakilan dari paroki mengalungkan syal tenun kepada Br.Theo CSD dan dua suster tamu dari Belanda.

Para penari Cakalele dengan busana kabasaran Minahasa.

Tepat jam 10:00 wita, misa syukur Yubileum yang memilih tema “Berjalan Bersama Dalam Semangat Dukacita Santa Maria Menuju Kemandirian” dimulai dengan selebran utama Mgr Rolly Untuh MSC, didampingi sejumlah imam konselebran dan dihadiri para tamu undangan dan warga paroki. Selesai misa acara dilanjutkan dengan ramah tama di Aula Paroki.

Baca Juga:  Ditandu Menuju Bunda Maria: Keteladanan Hidup Romo Lambertus Somar di Usia 94 Tahun

Tanggal 20 September 2001, 25 tahun silam,Tarekat Bruder Tujuh Dukacita Santa Maria didirikan oleh Br.Han Gerritse CSD (Congregatio Septem Dolorem-Kongregasi Tujuh Kedukaan). Karya agung Tuhan yang sulit dimengerti, Br Han yang dulunya hanya seorang tukang masak dan ahli membuat kue, disuruh pimpinannya untuk kursus perawat kesehatan,lalu dikirim sebagai missionaris ke Keppi Papua tahun 1969. Tahun 1974 Br Han pindah dari Keppi ke Tomohon Sulawesi Utara.

Br Han Gerritse Pendiri Tarekat Bruder Tujuh Dukacita Santa Maria.

Puluhan tahun bekerja keras sebagai single fighter, antara lain menjual buku-buku rohani dengan mobil keliling, hatinya sangat tergerak untuk menolong anak-anak yang cacat sejak lahir. Dengan kondisi yang sangat terbatas, pada tahun 1999, Br Han mendirikan Panti Asuhan Sayap Kasih di Woloan untuk anak-anak yang cacat berat sejak lahir, yang diserahkan oleh orangtua mereka, maupun yang dicari sendiri oleh Br Han dari kampung-kampung. Mereka tinggal di tempat yang bersih,diberi makan setiap hari, lengkap dengan petugas yang bekerja tiga shift bergantian, termasuk tenaga fisio terapy. Disamping Panti disiapkan lokasi pemakaman untuk anak-anak yang meninggal.

Baca Juga:  Ditandu Menuju Bunda Maria: Keteladanan Hidup Romo Lambertus Somar di Usia 94 Tahun

Kepedulian Br Han terhadap nasib anak-anak cacat, sekali lagi mendorongnya untuk melangkah lebih jauh, dengan mendirikan sebuah Akademi Fisio Terapy. Untuk menaungi karya-karyanya Br Han mendirikan Yayasan Manuel Runtuh (Yanmaru) pada tahun 1985. Manuel Runtuh adalah seorang tokoh katolik “penolong” terhadap karya-karya para missionaris, baik pada zaman penjajahan Belanda maupun Jepang.

 

Para penari hedung dari Adonara NTT.

Dan hari ini, tepat 25 tahun silam Br Han Gerritse CSD mendirikan Tarekat Bruder Tujuh Dukacita Bunda Maria, dengan rumah biara dan lokasi pengabdian di Woloan dan juga Matani Tomohon, Sulut. Cita-citanya sederhana, agar tarekat ini melanjutkan semangat pelayanan dan devosi.

Beberapa Bruder bersama para penari hedung dari Adonara NTT.

Seorang tokoh muda yang terlibat langsung dalam event ini: Eusabius Lewo Kelodo, Bendahara umum Rukun Flobamora dan Ketua Rukun Ikatan Adonara Sulut, juga Ketua Stasi Santo Carolus Boromeus Kima Atas Paroki Santa Teresa Griya Paniki Indah Manado, memberikan kesan yang sangat positif terhadap karya sosial para Bruder Tujuh Dukacita Santa Maria di daerah ini. “Semoga ke depan, banyak anak muda yang tertarik bergabung dalam biara ini, untuk memuliakan Tuhan dengan mengabdi sesama yang menderita melalui karya-karya sosial”.

Baca Juga:  Ditandu Menuju Bunda Maria: Keteladanan Hidup Romo Lambertus Somar di Usia 94 Tahun

Laporan Verry Bataona dari Manado.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles