spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

OMK Raja Ampat Sulap Drum Bekas Jadi Tong Sampah

Rate this post

HIDUPKATOLIK.COM – Berbagai cara dilakukan generasi muda untuk menunjukkan kepeduliannya terhadap kelestarian lingkungan. Seperti yang dilakukan puluhan Orang Muda Katolik (OMK) Stasi Santa Maria Mater Dei Waisai, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya. Pada Sabtu (19/9/2026), mereka menggelar aksi sosial dengan membagikan dan menempatkan puluhan tong sampah di sejumlah titik strategis kota.

Tidak kurang dari 34 buah tong sampah disebar di pusat-pusat aktivitas masyarakat, khususnya kawasan wisata Pantai Waisai Torang Cinta (WTC) serta beberapa tempat umum lainnya. Kehadiran fasilitas kebersihan ini diharapkan dapat membantu menekan angka sampah plastik yang kerap mencemari keindahan kawasan pesisir tersebut.

Omk sedang mengecat tong sampah yang sudah dipotong dr drum bekas

Uniknya, tempat sampah yang mereka buat bukanlah barang jadi hasil olahan pabrik yang dibeli mahal. Kreativitas para pemuda ini terpancar dari pemanfaatan limbah lokal, yakni dengan menyulap drum bekas pengaspalan jalan menjadi tempat sampah yang layak pakai, kokoh, dan estetik.
Proses pembuatan tong sampah ini melibatkan kerja sama dan gotong royong antaranggota OMK selama beberapa pekan. Mulai dari pembersihan sisa-sisa aspal pada drum, pemotongan, hingga pengerjaan pengecatan ulang agar tampil bersih dan menarik perhatian warga yang melintas.

Baca Juga:  Bible Camp 2026 Paroki Santo Yosep Palembang: Bawa Generasi Z dan Alpha Bangkit Serta Menata Fondasi Iman di Era Digital

Ketua OMK Stasi Santa Maria Mater Dei Waisai, Alvianus Japa, menegaskan bahwa gerakan ini lahir dari keprihatinan bersama melihat potensi penumpukan sampah di tempat-tempat umum. Menurutnya, pemuda tidak boleh tinggal diam dan harus mengambil peran nyata dalam menjaga kebersihan ibu kota kabupaten yang dikenal dengan keindahan alamnya ini.

Alvianus menjelaskan, pemilihan Pantai WTC dan beberapa fasilitas publik sebagai lokasi penempatan utama didasari oleh tingginya mobilitas warga maupun wisatawan di area tersebut. Minimnya tempat penampungan sampah sementara kerap menjadi alasan klasik masyarakat membuang sampah sembarangan.

Lebih lanjut, Alvianus berharap aksi sederhana ini dapat menyentuh kesadaran masyarakat luas agar lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar. “Kami ingin menghadirkan solusi sekaligus memotivasi warga dan pengunjung agar memiliki kepedulian serta kesadaran kolektif untuk menjaga Kota Waisai tetap bersih dan asri,” ujarnya.

Baca Juga:  Ditandu Menuju Bunda Maria: Keteladanan Hidup Romo Lambertus Somar di Usia 94 Tahun
Penulisan logo omk pada tong sampah

Langkah solutif dan mandiri yang ditunjukkan oleh kaum muda ini mendapat respons yang sangat positif dari pimpinan umat setempat. Pengurus Dewan Stasi Santa Maria Mater Dei Waisai, Andro Hurint, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif, kreativitas, dan kepedulian yang ditunjukkan oleh badan otonom OMK.

Pihak Dewan Stasi menilai bahwa aksi sosial ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sebuah proses pembelajaran yang sangat berharga bagi generasi muda. “Kegiatan ini menjadi wujud nyata dari pengajaran iman yang diimplementasikan dalam bentuk cinta dan kepedulian terhadap lingkungan hidup (ekologi),” tutur Hurint.

Dewan Stasi juga berkomitmen untuk terus mendukung penuh setiap gerakan positif OMK ke depan. Diharapkan aksi menempatkan 34 tong sampah dari drum bekas ini dapat menginspirasi komunitas atau organisasi pemuda lainnya di Raja Ampat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan demi masa depan daerah yang berkelanjutan.

Baca Juga:  Mengenang Teladan Kasih dan Kesederhanaan Pater Albert Clemens Scheurs CICM

Pastor Ino Ino dari Raja Ampat, Papua

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles