HIDUPKATOLIK.COM – Tanggal 31 Oktober merupakan hari terakhir Bulan Rosario tahun 2026. Momen ini dijadikan sarana untuk berziarah dan berdoa lewat perantaraan Bunda Maria kepada Tuhan oleh tiga paroki yang ada di Keuskupan Manado di Gua Maria Kimentur.
Ribuan umat dari tiga paroki yakni Paroki St. Fransiskus Xaverius Warembungan Kabupaten Minahasa, Paroki St. Josep Pelindung Pekerja Kleak (Manado) dan Paroki St. Fransiskus Xaverius Kema Kabupaten Minahasa Utara berziarah ke lokasi yang berada di Kompleks Seninari Menengah St Fransiskus Xaverius Kakaskasen Kota Tomohon tersebut.
Prosesi ziarah dimulai dari depan Biara Karmel Kakaskasen, dan sambil berdoa rosario menuju ke Gua Maria Kimentur Kakaskasen. Sejumlah ujud-ujud doa disampaikan. Prosesi dilakukan berkelompok sesuai wilayah rohani masing-masing.

Setelah berdoa rosario yang berpuncak di Gua Maria Kimentur/Bukit Kimentur, umat 3 paroki tersebut mengikuti misa bersama di halaman Seminari Menengah St. Fransiskus Kakaskasen, yang bersebelahan dengan Gua Maria Kimentur.
Misa dipimpin Pastor Paroki Warembungan Pastor Alfanus Windy Tangkuman didampingi Pastor Paroki Kleak Pastor Wilfrids Siunta, Paroki Kema Pastor Yansen Dianomo, Rektor Seminari Menengah Kakaskasen Pastor Danny Surentu serta tiga pastor/imam lainnya.
Sebagai Bukit Doa, Kimentur mengajak umat menyediakan waktu untuk hening, mendengarkan sabda dan mempersembahkan kehidupan kepada Allah. Umat membawa syukur, harapan bagi keluarga, kecemasan serta pergumulan yang mungkin belum dapat diungkapkan kepada orang lain. Bersama Bunda Maria, unat menyerahkan senuanya kepada Keistus.
Pastor Surentu dalam kotbahnya mengatakan, kehadiran umat dari tiga paroki ini mempertemukan dua perjalanan yakni perjalanan para seminaris yang sedang belajar mengenali panggilan Tuhan dan perjalanan umat yang terus mencari serta mengikuti kehendak Tuhan.
Menururnya, ziarah ini akan selesai, dan kita akan kembali ke rumah masing-masing. Di sanalah perjalanan iman berlanjut. “Semoga bersama Maria, kita semakin merindukan Tuhan sambil menjalankan tanggung jawab dengan setia. Kerendahan hati juga tampak ketika kita mau meminta maaf, menerima nasihat, dan memulai kembali hubungan yang renggang,” ujarnya.
Bagi Pastor Surentu, ada tiga pesan yang dapat dibawa pulang pada penutupan bulan Rosario ini. Pertama, peliharalah kerinduan pada Tuhan. Bulan Oktober berakhir, tetapi hubungan kita dengan Tuhan perlu terus dirawat.
“Sediakan waktu untuk berdoa, membaca Kitab Suci dan mengikuti Ekaristi. Dalam keluarga, kita dapat memulai dengan waktu doa yang sederhana dan teratur,” ujarnya.
Kedua, jadikan Kristus pusat kehidupan. Seperti Paulus, kita dipanggil menggunakan hidup untuk menghasilkan kebaikan. Seperti Maria, kita belajar hadir bagi orang yang membutuhkan. Doakan anggota keluarga yang sedang bergumul, tetapi dengarkan juga ceritanya. “Doakanlah orang yang sakit, lalu kunjunglah jika memungkinkan. Biarlah doa membentuk tindakan kasih,” ajaknya.
Ketiga, pulanglah dengan hati yang rendah. Kita mungkin membawa permohonan yang belum terjawab. Kita tetap dapat menyerahkan diri kepada Tuhan sambil menjalankan tanggung jawab dengan setia. Kerendahan hati juga tampak ketika kita mau meminta maaf, menerima nasehat, dan memulai kembali hubungan yang renggang.

Pastor Surentu mengajak kepada umat ketiga paroki tersebut mempercayakan perjalanan ini kepada Bunda Maria dengan ungkapan : Maria, Regina Sacratissimi Rosarii, ora pro nobis. Maria Ratu Rosario Tersuci, doakan kami. Amin.
Pada kesempatan tersebut, sumbangan umat dari ketiga paroki diserahkan kepada Rektor Seminari. Lexie Kalesaran (Manado)





