HIDUPKATOLIK.COM – Perayaan Ekaristi pengikraran Kaul Kekal Enam Suster SFMA – Suster Fransiskan Misionaris dari Assisi (Fransiscan Missionary Sisters of Asisi) berlangsung dengan penuh hikmat di Gereja Katolik Kuasi Paroki St. Fransiskus Xaverius, Simalingkar B – Medan, Jl. Bunga Bangsa, Simalingkar B Medan.
Pengikraran Kaul Kekal Enam Suster Fransiskan Misionaris Assisi (SFMA) ini merupakan buah permenungan dalam perjalanan panggilan hidup dimana Allah telah memanggil, menyertai dan membimbing hidup mereka.

Para Suster yang mengikrarkan kaul kekal dalam persaudaaraan SFMA ialah:
- Anastasia Elisabeth Wolo Dji’e, SFMA dari Paroki St. Antonius Padua Sasi, Kefamenanu, Keuskupan Atambua.
- Desi Valentina Haloho, SFMA dari Paroki St. Pius X Aek Kanopan, Keuskupan Agung Medan.
- Irmina Inka Theresia Manik, SFMA dari Paroki St. Yosef Delitua, Keuskupan Agung Medan.
- Karmelinda Olan, SFMA dari Paroki St. Stefanus Iteng, Keuskupan Ruteng.
- Sisnawati Ginting, SFMA dari Paroki St. Fransiskus Assisi Saribudolok, Keuskupan Agung Medan.
- Sofia Edit, SFMA dari Paroki St. Damian Bea Muring, Keuskupan Ruteng.
Mengandalkan Penyelenggaraan Allah
Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Medan (Vikjen KAM), r PastMichael Manurung, OFM Cap., sebagai selebran utama didampingi Vikaris Episkopal Pro Religius, Pastor Joseph Lesta S. Pandia OFM Conv., Pastor Paroki Simalingkar B, Pastor Shan Efran Sinaga, dan pupuluhan imam
Pastor Michael dalam homilinya menyampaikan menjawab panggilan bukanlah keputusan yang main-main. Mengikuti Yesus berarti siap hidup tanpa mengandalkan kenyamanan duniawi dan tanpa kelengkapan sarana serta fasilitas lebih dahulu kemudian bergerak. Para pengikut Yesus mesti lepas bebas dari hal-hal yang kiranya menghalangi mereka melaksanakan tugasnya.
Para Suster SFMA yang mengikrakan kaul kekalnya memilih untuk tidak mengandalkan apapun, tetapi mereka hanya mau mengandalkan penyelenggaraan Allah. Keenam Suster yang berkaul kekal berkata: “Tuhanlah harta pusaka kami yang sejati.” Hal itu selaras dengan semangat Tarekat SFMA: Deus Meus Et Omnia (Allahku dan segalanya bagiku).
“Para Suster yang mengucapkan Ya, yang tidak akan ditarik kembali hingga akhir. Itulah kaul kekal, yaitu bukan sekedar janji manis tetapi komitmen seumur hidup. Dalam perjalanan selanjutnya tidak ada jaminan hidup dan teman-teman itu akan baik-baik saja. Pasti ada tantangan dan kesulitan,” ucap Pastor Michael.
Kaum religius adalah tanda kontras yang barangkali bertentangan bagi dunia zaman ini. Saat dunia mengejar harta, para pengkaul kudus memilih kemiskinan. Ketika dunia mengagung-agungkan kebebasan pribadi, penghayat hidup bakti dengan teguh memilih ketaatan. Bilamana dunia memuja cinta romantis dan eksklusif, mereka justru memilih kemurnian demi kasih universal.
“Marilah kita semua belajar dari para Suster SFMA yang berkaul kekal, yaitu untuk mencintai Yesus lebih dari segala kenyamanan yang ada. Untuk taat pada kehendakNya di atas kehendak kita sendiri, untuk mengasihi dengan hati yang murni dan bebas.
Dengan begitu kiranya hidup kita semua menjadi Injil yang terbuka, dibaca semua orang dan membawa mereka semakin dekat kepada Kristus dan kita sudah memulainya. Ke 6 suster ini sudah memulainya, biarkanlah Tuhan menyempurnakannya hingga akhir.” Cetus Pastor Michael diakhir homilinya.
Pengikraran kaul kekal keenam suster SFMA diterima oleh Provinsial SFMA, Sr. Genoveffa Ryu, SFMA didampingi Pimpinan Delegasi Indonesia, Sr. Cristina Hur, SFMA dan Sr. Maria Tarigan, SFMA.
Panggilan Hidup Membiara dan Kesetiaan
Pimpinan Delegasi Indonesia, Sr. Cristina Hur, SFMA dalam sambutannya sebelum doa penutup dan berkat mengatakan Perayaan kaul kekal adalah momen syukur atas panggilan hidup membiara dan kesetiaan suster kepada Tuhan.
“Suster yang mengucapkan kaul kekal berjanji untuk mengikuti jejak Yesus Kristus dengan hidup dalam kemiskinan, kemurnian, dan ketaatan. Perayaan ini juga menjadi kesempatan bagi keluarga, dan teman-teman untuk memberikan dukungan dan doa restu bagi suster yang berkaul kekal,” ucap Sr. Cristina.

Acara ramah tamah pengikraran kaul kekal bertempat di Susteran SFMA, .Jl. Bunga Rampai II, Simalingkar B. Acaranya diselingi dengan sambutan, tarian serta nyanyian yang suasananya penuh keakraban, tawa-ria dan meriah.
Sambutan mewakili Pastor Paroki asal Pestawati disampaikan Pastor Paroki St. Yosep Delitua, RP. Simon Kemit, OFMConv., mengatakan kita bersyukur dan bergembira yang mana ke 6 Suster yang merayakan Pesta Kaul Kekalnya dan telah menjalani masa pendidikan dalam proses semuanya berjalan dengan baik.
Kita berkumpul bersama-sama di tempat ini untuk mendukung ke 6 Suster yang telah merayakan pesta kaul kekal ini. ke 6 suster ini dalam ikrar kaulnya berkata, Ini aku karena Engkau telah memanggil aku. Ungkapan itu bukan berakhir setelah kaul kekal ini, tetapi menjadi modal dan kekuatan untuk menjalani pembaktian diri kepada gereja, Tuhan dan Konggregasi/Tarekat.
Provinsial SFMA, Sr. Genoveffa Ryu, SFMA dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada semuanya yang memimpin perayaan dan umat yang hadir. Juga menyampaikan pesan kepada 6 suster yang berkaul kekal bahwa Tuhan Yesus akan selalu mengetuk pintu hati para suster untuk selalu bersiap mendengar suara Tuhan kapan dan dimanapun harus siap.
Sambutan mewakili keluarga Pestawati, Alpian Manik (orang tua Sr. Irmina, SFMA), dan Maximus Ombat (orang tua Sr. Karmelinda, SFMA) menuturkan awalnya tidak yakin puterinya menjadi Suster, kini keluarga sungguh merasa bahagia ada yang menjadi Suster. “Semoga para suster yang menerima kaul kekalnya, selalu dilindungi Tuhan,” ucap Kedua orang tua Pestawati.
Vikaris Episcopal Pro Religius, Pastor Joseph pada sambutannya mengatakan atas nama gereja lokal Keuskupan Agung Medan bersyukur kepada Tuhan yang mana momen ini adalah momen syukur. Karena, 6 suster mempersembahkan hidupnya seumur hidup kepada gereja melalui Tarekat SFMA.
Pastor Joseph juga menyampaikan selamat dan berbahagia kepada Provinsial SFMA dan Pimpinan Delegasi Indonesia karena sudah bertambah 6 Suster. Ini pertanda bahwa kharisma spiritualitas Suster SFMA masih diterima dan banyaknya para puteri yang terpanggil, sehingga menyemangati tarekat dan para suster makin semangat.
Minister Provinsial Ordo Saudara Dina Konventual (OFMConv) Propinsi Maria Tak Bernoda Indonesia, RP Maximilianus Kaleb Sembiring, OFMConv, menyampaikan bahwa Sejak tahun 1702 biara SFMA didirikan oleh P.Giuseppe Antonio Marcheselli OFMConv., dan di Indonesia berdiri sejak tahun 2004 dari Provinsial Korea Selatan sudah 18 Suster yang berkaul kekal untuk Tarekat SFMA selama 21 tahun. Ini suatu ucapan syukur dari Tuhan, karena Tarekat dapat panggilan berkarya di tempat ini.
Mewakili para suster yang berkaul kekal, Sr. Valentina dan Sr. Sofia menyampaikan rasa bersyukur dan terima kasih atas cinta dan perhatian para Suster hingga bisa mengikrarkan kaul kekal.
“Apa yang telah disampaikan Vikjen KAM dalam homilinya dan Vikaris Episcopal Pro Religius dalam sambutannya mengenai kaul kemiskinan, semoga dapat dihidupkan tidak hanya lewat kata-kata namun diwujudnyatakan. Semoga kami selalu didukung dan didoakan agar perjalanan panggilan kami semakin setia dan tanggung jawab dalam menjalaninya akan tugas yang dipercayakan Tarekat,” ungkap Kedua Suster ini.
Laporan: Parulian Tinambunan






