HIDUPKATOLIK.COM – “Takhta Suci tidak akan berpartisipasi dalam Dewan Perdamaian karena sifat khususnya, yang jelas berbeda dengan negara-negara lain.”
Demikian pernyataan Kardinal Petrus Parolin selaku Sekretaris Negara Vatikan di sela-sela pertemuan bilateral di Roma dengan Pemerintah Italia di Palazzo Borromeo, tempat Kedutaan Besar Italia untuk Takhta Suci (Vatikan), pada kesempatan peringatan penandatanganan Pakta Lateran.
“Takhta Suci tidak akan berpartisipasi dalam Dewan Perdamaian karena sifatnya yang khusus, yang jelas berbeda dengan negara-negara lain,” tegas Parolin.
Seperti diketehui, Presiden Amerika Serikat, Donal Trump berinisiatif membentuk dewan (Board of Peace) yang dirancang untuk mengawasi gencatan senjata Gaza dan rekonstruksi wilayah Gaza setelah perang antara Hamas dan Israel. Namun, dalam laporan disebutkan tujuan dewan itu berubah menjadi penyelesaian berbagai konflik internasional.
Menanggapi pertanyaan wartawan tentang partisipasi Italia sebagai pengamat di Dewan Perdamaian, Kardinal Parolin menunjukkan bahwa “ada beberapa poin yang membuat kami agak bingung. Ada beberapa poin penting yang perlu dijelaskan.
Yang penting adalah upaya sedang dilakukan untuk memberikan tanggapan. Namun, bagi kami ada beberapa isu penting yang harus diselesaikan,” ujarnya.
“Salah satu kekhawatiran adalah bahwa di tingkat internasional, PBB-lah yang seharusnya mengelola situasi krisis ini. Ini adalah salah satu poin yang telah kami tekankan,” kata Parolin.
Parolin juga menyatakan keprihatinannya mengenai perang di Ukraina, beberapa hari sebelum peringatan keempat pecahnya konflik. Peringatan ini juga disertai dengan pemboman hebat terhadap infrastruktur energi di Kyiv dan kota-kota lainnya.
“Mengenai Ukraina ada pesimisme yang cukup besar. Di kedua belah pihak, tampaknya tidak ada kemajuan nyata terkait perdamaian, dan sungguh tragis bahwa setelah empat tahun, kita masih berada di titik ini… Kita berharap dialog-dialog ini dapat menghasilkan beberapa kemajuan, tetapi menurut saya tidak banyak harapan dan ekspektasi,” ujarnya.
Kardinal Parolin juga berbicara tentang hubungan baik dengan Pemerintah di Roma.
Ia menekankan bahwa selama pertemuan bilateral tersebut, “terutama ada ungkapan terima kasih” dari Takhta Suci atas perhatian yang telah diberikan Pemerintah terhadap banyak isu yang dekat dengan hati Gereja.
Di antara isu-isu tersebut, Kardinal menyebutkan, adalah “isu-isu yang bersifat sosial, seperti langkah-langkah dan ketentuan untuk keluarga, isu pendidikan, isu disabilitas, isu penjara. Isu-isu yang ada kelompok kerja yang lebih langsung berkaitan dengan Konferensi Uskup Italia dan yang telah mengalami kemajuan.” (Vatican News/fhs)









