HIDUPKATOLIK.COM – Kardinal Pierbattista Pizzaballa, Patriark Latin Yerusalem dan presiden Kongerensi Uskup Katolik Tanah Suci, menulis dalam sebuah pernyataan atas nama para uskup bahwa “tindakan ini merupakan penghinaan berat terhadap iman Kristen dan menambah insiden-insiden lain yang dilaporkan tentang penodaan simbol-simbol Kristen oleh tentara Israel di Lebanon selatan.”
“Hal ini lebih lanjut mengungkapkan kegagalan yang mengkhawatirkan dalam pembentukan moral dan kemanusiaan, di mana bahkan penghormatan paling mendasar terhadap yang sakral dan terhadap martabat orang lain telah sangat dikompromikan,” lanjut pernyataan tersebut seperti dirilis LifeSiteNews.
“Konferensi menyerukan tindakan disiplin segera dan tegas, proses akuntabilitas yang kredibel, dan jaminan yang jelas bahwa perilaku seperti itu tidak akan ditoleransi atau diulangi.”
Foto tentara Israel tersebut menjadi viral di internet selama akhir pekan, yang menyebabkan kemarahan di kalangan umat Kristen. Pada hari Minggu, tentara Israel mengkonfirmasi bahwa foto tersebut asli dan mengatakan, “Tindakan yang tepat akan diambil terhadap mereka yang terlibat sesuai dengan temuan.”
“Setelah selesainya pemeriksaan awal mengenai foto yang diterbitkan sebelumnya hari ini tentang seorang tentara yang merusak simbol Kristen, ditentukan bahwa foto tersebut menggambarkan seorang tentara yang beroperasi di Lebanon selatan,” demikian bunyi pernyataan tentara Israel.
Menurut Times of Israel, foto tersebut diambil di desa Kristen Debel di Lebanon selatan.
Israel telah meningkatkan serangan militernya di Lebanon terhadap Hizbullah sejak dimulainya perang Iran pada akhir Februari, termasuk ratusan hingga ribuan serangan udara. Serangan-serangan ini telah menewaskan sedikitnya 1.500 orang termasuk warga sipil, melukai ribuan lainnya, dan menyebabkan lebih dari satu juta orang mengungsi. Banyak warga sipil, termasuk umat Kristen, memilih untuk tetap tinggal di rumah mereka meskipun berisiko, karena takut militan Islam akan mengambil alih harta benda mereka setelah mereka pergi.
Bulan lalu, seorang pastor Katolik Maronit di Lebanon tewas setelah pemboman tentara Israle terhadap Kota Qlayaa yang mayoritas penduduknya beragama Kristen. The Cradle melaporkan bahwa Pastor Pierre al-Rahi “meninggal dunia akibat luka-lukanya setelah terluka oleh tembakan artileri Israel yang menargetkan lingkungan perumahan di kota tersebut.” (fhs)






