spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Ketua Lembaga Biblika Indonesia Pastor Albertus Purnomo, OFM; Roh Kudus sebagai Fondasi Rohani Murid Kristus

Rate this post

Minggu, 24 Mei 2026. Hari Raya Pentakosta. Kis.2:1-11; Mzm.104:1ab, 24ac, 29c-30, 31, 34; 1Kor.12:3b-7, 12-13; Yoh.20:19-23

“MELALUI Roh Kudus, kita dipulihkan ke Firdaus, naik ke Kerajaan Surga, diangkat kembali menjadi anak, bebas memanggil Allah sebagai Bapa, turut menerima kasih karunia Kristus, disebut anak-anak terang, dan mengambil bagian dalam kemuliaan kekal. Singkatnya, kita dibawa ke dalam ‘berkat yang melimpah’  baik di dunia ini maupun di dunia yang akan datang. Melalui iman akan janji-janji tersebut, kita melihat cerminan anugerah itu seolah-olah sudah nyata, sambil menanti untuk menikmatinya secara penuh.”

Ajaran Santo Basilius Agung tentang Roh Kudus ini mengingatkan kembali betapa pentingnya peran Roh Kudus dalam kehidupan para pengikut Kristus baik dahulu, sekarang maupun di masa yang akan datang. Roh Kudus, sekalipun tidak kelihatan secara fisik, tetapi kehadiran dan kuasanya terbukti telah menopang dan menguatkan Gereja Kristus sejak berdirinya sampai sekarang sehingga tetap tegak berdiri di tengah tantangan dan kesulitan.

Dalam tradisi kristiani, seperti dicatat dalam Kisah Para Rasul, peristiwa turunnya Roh Kudus pada hari Pentakosta, 50 hari setelah kebangkitan Kristus, dianggap sebagai hari kelahiran Gereja. Peristiwa di hari Pentakosta ini sesungguhnya merupakan puncak dari rangkaian misteri Paskah Kristus, setelah sengsara, kebangkitan, kenaikan ke surga. Namun, pada saat yang sama, anugerah Roh Kudus kepada para murid Kristus adalah sebuah awal dari tugas gereja, Tubuh Mistik Kristus, untuk melanjutkan pewartaan kabar sukacita yang telah dimulai Yesus dan hingga kepenuhan-Nya di akhir zaman.

Baca Juga:  Yang Terbaru dari Majalah HIDUP "Edisi Khusus" Romo Manis Suseno

Meskipun kuasa Roh Kudus dapat disadari, apa itu sesungguhnya Roh Kudus dan apa persis perannya dalam hidup umat beriman, masih menjadi sebuah misteri. Sebab, kesaksian tentang Roh Kudus dalam Kitab Suci diceritakan secara berbeda-beda. Kisah Para Rasul (Kis. 2:1-4) menekankan fenomena kehadiran Roh Kudus mirip dengan manifestasi kehadiran Allah di Gunung Sinai (Kel. 19): tiupan angin keras dan lidah-lidah api, serta efeknya yaitu mampu berbicara dalam bahasa-bahasa lain.

Kitab yang sama juga menunjukkan, Roh Kuduslah yang memberi kekuatan para murid Kristus di tengah penganiayaan. Sementara itu, dalam salah satu suratnya, Rasul Paulus menegaskan bahwa hanya Roh Kudus-lah yang membuat orang dapat mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan (1Kor. 12:3b). Di sini, Roh Kudus berperan dalam menguatkan iman seseorang akan Kristus

Baca Juga:  Sekitar 200 Warga Ethiopia Dijatuhi Hukuman Mati di Arab Saudi

Dalam Injil Yohanes, penerimaan Roh Kudus diceritakan secara sederhana dan tanpa fenomena ajaib (Yoh. 20:19-23). Dikisahkan, saat Yesus yang bangkit menampakkan diri kepada para murid-Nya, ia berkata sambil menghembusi mereka, “Terimalah Roh Kudus”. Meski demikian, kata-kata Yesus sesudahnya sangat penting untuk direnungkan “Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada”.

Di sini, anugerah Roh Kudus bagi para Rasul versi Injil Yohanes terkait erat dengan kuasa dan otoritas untuk mengampuni dosa. Kuasa untuk mengampuni dan menciptakan rekonsiliasi adalah buah dari kehadiran Roh Kudus. Meski demikian, kata-kata Yesus di atas memiliki arti yang lebih luas, berkaitan dengan panggilan sebagai murid Kristus, untuk mencintai dan mengampuni sebagaimana telah dicintai dan diampuni oleh Allah sendiri. Kuasa Roh Kudus yang memampukan orang untuk mengampuni itulah dasar untuk menciptakan kedamaian di dunia yang sekarang ini dibanjiri dengan berbagai prasangka negatif, kebencian, dan balas dendam.

Baca Juga:  Pesta Babi, Ratapan Bumi, dan Jeritan Kaum Kecil

Roh Kudus merupakan anugerah terbesar dari Bapa kepada kita, para murid Kristus. Melalui Sakramen Baptis dan Krisma, kita menerima kehadiran Roh Kudus. Apakah kita menyadarinya atau tidak, itu adalah tanggung jawab kita masing-masing. Namun, Hari Raya Pentakosta yang diperingati setiap tahun, seharusnya menjadi momen penting yang membangkitkan kembali kesadaran akan kehadiran Roh Kudus dalam hidup kita.

Roh Kudus, yang oleh penginjil Yohanes disebut parakletus, adalah Dia yang akan selalu memberi penghiburan saat mengalami kesedihan, yang memberi pertolongan saat tertimpa kemalangan, yang membangkitkan semangat saat jatuh dalam keputusasaan, dan yang selalu mengingatkan kita untuk kembali ke jalan Tuhan ketika kita tersesat. Menyadari dan mendengarkan Roh Kudus, inilah yang seharusnya menjadi pondasi rohani dalam diri kita sebagai murid Kristus yang sejati.

Hari Raya Pentakosta yang diperingati setiap tahun, seharusnya menjadi momen penting yang membangkitkan kembali kesadaran akan kehadiran Roh Kudus dalam hidup kita.

Sumber: Majalah HIDUP, Edisi No.21, Minggu, 24 Mei 2026

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles