spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Dari Ruang Zoom ke Ruang Misi Digital: OMK Katolik Belajar AI dan Digital Marketing untuk Berkarya di Era Baru

Rate this post

HIDUPKATOLIK.COM – Lebih dari 150 Orang Muda Katolik (OMK) dari berbagai keuskupan di Indonesia berkumpul dalam satu ruang virtual pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Meski terpisah oleh jarak, mereka dipersatukan oleh semangat yang sama: belajar memanfaatkan teknologi digital untuk berkarya, melayani, dan menghadirkan nilai-nilai Kristiani di tengah dunia yang terus berubah.

Melalui webinar “Digital Marketing Tingkat Dasar untuk OMK Katolik” yang diselenggarakan FastTrack secara daring melalui Zoom, para peserta diajak memahami bagaimana kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan digital marketing bukan sekadar tren teknologi, melainkan peluang nyata untuk membangun karya, komunitas, bahkan usaha yang berdampak positif. Mengusung tema “Membangun Karya, Komunitas, dan Usaha Berbasis Digital”, kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–12.30 WIB ini menjadi ruang belajar yang inspiratif sekaligus membuka wawasan baru bagi kaum muda Katolik.

Sejak sesi pertama dimulai, antusiasme peserta sudah terasa. Sandy Kusuma, AI Practitioner dan Digital Systems Architect, mengajak peserta mengenal perkembangan AI generatif yang kini semakin mudah diakses siapa saja. Menurutnya, AI tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman yang menggantikan manusia, melainkan sebagai alat yang dapat memperkuat kemampuan manusia apabila digunakan secara bijaksana dan bertanggung jawab.

Baca Juga:  Tempat Ziarah Maria Medjugorge Dibakar

Dengan bahasa yang sederhana dan contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, Sandy menunjukkan bagaimana AI dapat membantu mencari ide, menyusun materi presentasi, merancang konten, hingga mendukung pelayanan dan komunikasi di lingkungan Gereja. Peserta diajak melihat bahwa teknologi bukan hanya milik perusahaan besar, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh komunitas, organisasi, dan individu yang ingin menghadirkan karya yang lebih efektif dan relevan.

Semangat belajar semakin terasa ketika sesi kedua dibawakan oleh Jordy Sidharta, praktisi digital marketing sekaligus content creator. Melalui demonstrasi secara langsung, Jordy memperlihatkan bagaimana AI dapat diintegrasikan dalam proses kreatif pembuatan konten digital, mulai dari menyusun prompt yang efektif, menghasilkan ide konten, hingga membuat gambar dan video.

Suasana webinar pun menjadi semakin interaktif. Kolom chat Zoom dipenuhi pertanyaan dari peserta yang ingin mengetahui lebih jauh cara menggunakan ChatGPT, CapCut, YouTube Create, hingga meminta contoh prompt yang dapat langsung dipraktikkan. Banyak peserta juga membagikan pengalaman mereka dalam mengelola media sosial komunitas maupun usaha kecil, sehingga diskusi berkembang menjadi ruang berbagi inspirasi antar-OMK dari berbagai daerah.

Baca Juga:  Pesan Uskup pada Perayaan Misa Hari Kakek Nenek dan Lansia Se-dunia 2026 se-Dekenat Banjarmasin: Jangan Kecewa dengan Hidup!”

Pada sesi penutup, perspektif peserta diajak melangkah lebih jauh melalui pemaparan Klemens Rahardja, Founder HMM360 Branding & Marketing Strategic Consulting. Ia mengingatkan bahwa esensi digital marketing bukanlah sekadar menjual produk atau mengejar jumlah pengikut di media sosial, melainkan memahami kebutuhan manusia dan menghadirkan nilai (value) yang benar-benar bermanfaat.

Melalui berbagai ilustrasi dan studi kasus, Klemens menjelaskan pentingnya membangun branding yang autentik, menyusun value proposition yang kuat, serta menawarkan solusi yang relevan bagi masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa perkembangan teknologi seharusnya menjadi kesempatan bagi Orang Muda Katolik untuk semakin kreatif dalam berkarya, memperluas dampak pelayanan, sekaligus menghadirkan wajah Gereja yang dekat dengan kehidupan masyarakat digital.

Energi positif peserta terus terasa hingga akhir kegiatan. Selain aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan, banyak peserta saling memperkenalkan komunitasnya, bertukar pengalaman pelayanan, bahkan mengusulkan pembentukan komunitas belajar sebagai tindak lanjut setelah webinar selesai.

Evaluasi awal menunjukkan respons yang sangat menggembirakan. Webinar ini memperoleh rata-rata tingkat kepuasan sebesar 4,95 dari skala 5, sementara seluruh responden menyatakan berminat mengikuti pelatihan lanjutan. Topik yang paling banyak diminati meliputi ChatGPT, Prompt Engineering, video editing, personal branding, serta penerapan digital marketing untuk pelayanan Gereja maupun pengembangan UMKM.

Baca Juga:  Crab Mentality: dari Kritik ke Penghakiman

Webinar ini menjadi bukti bahwa Orang Muda Katolik memiliki semangat belajar yang tinggi dan kesiapan untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman. Di tengah derasnya transformasi digital, Gereja memiliki peluang besar untuk mendampingi kaum muda agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi pribadi yang mampu menggunakannya secara etis, kreatif, dan bertanggung jawab.

Pada akhirnya, AI hanyalah alat. Nilai yang dihadirkannya akan selalu ditentukan oleh manusia yang menggunakannya. Ketika dipadukan dengan semangat pelayanan, kreativitas, dan iman yang hidup, teknologi dapat menjadi sarana baru untuk mewartakan kabar baik, membangun komunitas, serta menghadirkan dampak positif bagi Gereja dan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, FastTrack berharap semakin banyak OMK yang berani melangkah ke ruang digital, bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi menjadi pelaku perubahan yang menghadirkan karya, harapan, dan nilai-nilai Kristiani di era digital.

Stepanus Silaban

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles