spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

UMAT BOMOMANI ANTUSIAS SAMBUT BULAN KITAB SUCI NASIONAL

Rate this post

HIDUPKATOLIK.COMSabtu, 29 Agustus 2026, Paroki Maria Menerima Kabar Gembira Bomomani menggelar pertemuan persiapan menyambut Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026. Acara berlangsung di Aula Don Bosco dan diikuti oleh katekis stasi, ketua komunitas basis (kombas), serta sejumlah perwakilan umat dengan semangat yang tinggi. Pertemuan dibuka dengan doa oleh Pastor Sony selaku pastor kepala paroki, pada pukul 09.00. kemudian, ia memaparkan makna dan pentingnya kegiatan tahunan BKSN ini.

Pastor Sony didampingi Fr. Rian, yang tengah menjalani Tahun Orientasi Pastoral di Paroki Bomomani. Keduanya membagi tugas memaparkan empat tema pertemuan BKSN. Pastor Sony menyampaikan tema pertama dan kedua, sedangkan Fr. Rian membawakan tema ketiga dan keempat.

Baca Juga:  Selamat Datang di Indonesia, Dubes Vatikan Mgr. Walter Erbi!

Tema pertama, “Pengajaran Yesus tentang Hidup yang Sejati” (Mat. 5:1-12), mengangkat gagasan bahwa kerendahan hati yang sejati lahir dari sikap bersandar penuh kepada Tuhan. Pastor Sony mengatakan bahwa “orang yang rendah hati adalah orang yang mengandalkan Tuhan dalam hidupnya.” Beliau mengingatkan bahwa meski manusia mengandalkan kemampuannya sendiri, kekuatan Tuhan tetap melampaui segalanya dan menjadi sandaran utama umat beriman.

Tema kedua, “Pengajaran Yesus tentang Tugas Perutusan Para Murid” (Mat. 10:1-15), menyoroti keunikan cara Yesus memanggil murid-murid-Nya. Di awal penjelasannya, Pastor Sony menyampaikan pernyataan yang menggugah pikiran banyak umat: “Inilah perbedaan Yesus dengan guru-guru lainnya: Yesus mencari sendiri murid-murid-Nya yang sesuai dengan kehendak hati-Nya.” Murid-murid Yesus, dengan demikian, adalah orang-orang pilihan yang dipercaya-Nya untuk kelak menjadi utusan.

Baca Juga:  Uskup Padang, Mgr. Vitus Rubianto Solichin, SX: Kasih yang Bertanggung Jawab

Selanjutnya, Fr. Rian memaparkan tema ketiga, “Pengajaran Yesus tentang Persaudaraan dalam Iman” (Mat. 18:15-20). Ia mengatakan bahwa “teguran yang kita lakukan kepada orang lain bukanlah untuk menghukumnya, melainkan untuk menyadarkan orang itu.” Hal ini menjadi tanggung jawab bersama umat agar tidak membiarkan seseorang terus terjerumus dalam dosa.

Tema keempat, “Pengajaran Yesus tentang Hidup yang Kekal” (Mat. 25:31-46), mengajak umat untuk “berjaga-jaga terhadap kedatangan Tuhan yang kedua dengan memperhatikan mereka yang miskin, lapar, berkekurangan, menderita, terasing, dan sendirian.” Sikap itulah yang membuat seseorang layak masuk ke dalam Kerajaan Allah. Fr. Rian mengaitkannya dengan konteks kekinian, di mana umat diajak meninggalkan sikap egois dan lebih memperhatikan sesama yang berkekurangan demi kesejahteraan bersama.

Baca Juga:  MENYONGSONG MASA DEPAN CERAH, OMK BOMOMANI RAYAKAN ULANG TAHUN KE-22

Pertemuan diakhiri dengan doa penutup dan harapan dari Pastor Sony agar hasil permenungan ini dapat diteruskan kepada umat di stasi maupun kombas masing-masing. Dengan demikian, pengenalan akan Allah melalui sabda-Nya semakin mendalam dan iman umat terus diteguhkan.

Laporan: Pastor I. Prasetyo Handaya Wicaksono, Pastor Kepala Bomomani

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles