spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Bible Camp 2026 Paroki Santo Yosep Palembang: Bawa Generasi Z dan Alpha Bangkit Serta Menata Fondasi Iman di Era Digital

Rate this post

HIDUPKATOLIK.COM – Menjawab tantangan arus digitalisasi dan pergeseran pola interaksi sosial terhadap pembinaan iman kaum muda, Seksi Bina Iman Remaja (BIR) Bidang Pewartaan Dewan Pastoral Paroki (DPP) Santo Yosep Palembang menggelar perhelatan tahunan Bible Camp 2026. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, Jumat hingga Minggu (18–20/9/2026), bertempat di Wismalat Podomoro, Banyuasin, Sumatera Selatan.

Mengusung tema “Respawn & Rebuild”, pembinaan bernuansa transformatif ini diikuti sebanyak 200 remaja paroki serta para calon penerima Sakramen Krisma. Rangkaian acara dirancang untuk membantu Generasi Z dan Alpha menjadikan Kristus sebagai kompas moral utama di tengah berbagai disrupsi zaman, sekaligus menjadi ruang olah rohani dan mempererat tali persaudaraan.

Peserta bible camp 2026 Paroki St Yoseph Palembang sedang bersiap mengikuti kegiatan

Kegiatan resmi dibuka pada Jumat sore (18/9/2026) melalui Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Pastor Paroki Santo Yosep Palembang, Romo Hyginus Gono Pratowo. Sebagai tanda dibukanya acara, Romo Gono bersama Sekretaris 2 DPP Santo Yosep Palembang, Wahyu Hardjanto, secara simbolis mengalungkan tanda peserta kepada empat orang perwakilan remaja.

Dalam homilinya, Romo. Hyginus Gono Pratowo menyampaikan apresiasi serta rasa bangganya atas antusiasme ratusan remaja yang hadir. Di tengah kesibukan dan tantangan lingkungan, kaum muda ini memilih untuk meluangkan waktu bersatu dalam doa dan persekutuan.

Baca Juga:  YUBILEUM 25 TAHUN BRUDER TUJUH DUKACITA SANTA MARIA.

“Saya bersyukur dan bangga melihat semangat anak-anak muda yang hadir. Kalian datang bukan sekadar untuk berkumpul, bermain, bernyanyi, atau sekadar mengikuti acara. Lebih dari itu, kalian datang untuk berjumpa dengan Tuhan, semakin mengenal Sabda-Nya, dan mengalami kasih-Nya dalam kebersamaan,” tutur Romo Gono.

Ia menegaskan bahwa kaum muda bukanlah sekadar penonton di dalam Gereja, melainkan pelaku aktif warta Sukacita.

“Kalian adalah generasi Gereja hari ini dan masa depan. Jangan pernah merasa terlalu muda untuk berkarya bagi Tuhan. Tuhan justru memanggil orang-orang muda untuk menjadi terang, teladan, pembawa berkat, dan saksi iman di tengah dunia. Karena itu, selama Bible Camp ini, hadirkanlah tidak hanya tubuh, tetapi juga hati. Bukalah pikiran untuk belajar, buka tangan untuk melayani, dan buka persahabatan untuk saling menguatkan,” imbuhnya.

Pastor Channel Doroteus Odjan Soge menyampaikan materi katekese devosional untuk peserta bible camp

Dukungan senada diungkapkan oleh Sekretaris 2 DPP Santo Yosep Palembang, Wahyu Hardjanto. Mewakili pengurus paroki, ia menegaskan bahwa program ini merupakan wujud komitmen paroki dalam mendampingi tumbuh kembang iman generasi muda.

Baca Juga:  Ditandu Menuju Bunda Maria: Keteladanan Hidup Romo Lambertus Somar di Usia 94 Tahun

“Kita bersyukur salah satu agenda besar paroki ini dapat dimulai. Melalui kegiatan ini, adik-adik diundang untuk semakin mengenal Yesus tidak hanya sebagai Tuhan dan Penyelamat, tetapi juga sebagai sahabat perjalanan hidup sehari-hari,” ujar Wahyu.

Merujuk pada dokumen panduan resmi kegiatan, Bible Camp 2026 dirumuskan untuk menjawab kebutuhan pastoral remaja melalui tiga sasaran utama:

  1. Perjumpaan Transformatif (Respawn): Menuntun remaja mengalami perjumpaan pribadi dengan Yesus sebagai Guru dan Sahabat, sehingga memiliki keberanian untuk bangkit dari berbagai keterpurukan atau kebuntuan hidup berlandaskan Sabda Allah.
  2. Penataan Fondasi Hidup (Rebuild): Membentuk pribadi remaja yang tangguh di era digital dengan membangun kembali fondasi nilai hidup dan menjadikan Kristus sebagai kompas moral.
  3. Keterlibatan Pastoral & Devosi: Menumbuhkan kebiasaan berdoa dan devosi harian yang selaras dengan Arah Dasar Keuskupan Agung Palembang (Ardas KAPal), sekaligus mendorong keterlibatan aktif remaja dalam kehidupan berparoki dan bermasyarakat.

Untuk menguraikan sasaran tersebut, rangkaian pembinaan rohani diisi oleh Romo. Chanel Doroteus Odjan Soge melalui empat sesi materi interaktif:

  • Katekese Devosional: Memahami makna doa dan devosi sebagai sarana komunikasi hidup dengan Allah.
  • Press Respawn (Bangkit dari Zero): Mengajak remaja memulihkan semangat iman serta mengatasi rasa cemas dan rasa bersalah di masa muda.
  • Rebuild The Blueprint (Menata Ulang Fondasi Hidup): Menyusun kembali tujuan hidup dan cita-cita yang berakar pada ajaran Injil.
  • Stay Connected (Top Up Iman dan Misi Bersama): Membangun relasi berkelanjutan dengan Tuhan dan sesama melalui aksi nyata serta keterlibatan dalam komunitas Gereja.
Baca Juga:  Ditandu Menuju Bunda Maria: Keteladanan Hidup Romo Lambertus Somar di Usia 94 Tahun

Selain pembekalan materi katekese, suasana Bible Camp 2026 dikemas secara dinamis dan inklusif. Para peserta diajak terlibat dalam pelbagai aktivitas rekreatif seperti dinamika kelompok, penyusunan yel-yel, Bible games, hingga Malam Ekspresi sebagai wadah unjuk kreativitas seni dan kebersamaan.

Meski dikemas menarik, kedalaman olah rohani tetap menjadi inti kegiatan melalui Perayaan Adorasi Sakramen Mahakudus, Doa Rosario bersama, serta ibadat malam. Melalui perpaduan antara aspek reflektif dan rekreatif ini, Bible Camp 2026 diharapkan membawa dampak jangka panjang bagi pembentukan karakter serta spiritualitas remaja Katolik di Palembang.

Andreas Daris Awalistyo (Palembang)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles