Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Doa Bapa Kami - Hidup Katolik

Doa Bapa Kami

Kamis, 29 Agustus 2013 09:20 WIB
Doa Bapa Kami
[crechehomeschool.org]

HIDUPKATOLIK.com - Mengapa doa Bapa Kami versi Gereja Katolik tidak mengikutsertakan kata kata yang ditulis dalam kurung (karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin), sedangkan Gereja Protestan mendoakan juga yang ditulis dalam kurung (Mat 6:9-13)? Apakah ini berarti doa Gereja Protestan lebih biblis? Apakah pengucapan kalimat tambahan dalam kurung (Mat 6:13) dalam perayaan Ekaristi itu meniru Gereja Protestan? Apakah doa Bapa Kami Katolik diakhiri dengan “Amin”?

Dedi, Malang

Pertama, dalam Kitab Suci ditemukan dua versi doa Bapa Kami, yaitu Luk 11:2-4 dengan lima permohonan, dan Mat 6:9-13 dengan tujuh permohonan. Membandingkan kedua versi ini saja sudah nampak bahwa hanya versi Matius yang mempunyai kalimat tambahan (“karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selamalamanya. Amin”) yang ditulis dalam kurung. Kalimat tambahan ini biasanya disebut doksologi.

Tanda kurung untuk doksologi ini berarti kalimat itu dipandang bukanlah teks asli Kitab Suci dan tak ditemukan pada satu pun teks Kitab Suci yang tertua yang kita miliki sampai sekarang. Doksologi ini disisipkan hanya ke dalam Injil Matius, dan tidak ada dalam Injil Lukas. Sisipan doksologi ini berasal dari ibadah Kristen awali. Jadi doa Bapa Kami versi Gereja Katolik mengikuti versi teks Matius, tetapi tidak mengikutsertakan tambahan doksologi. Jika ada Gereja lain yang selalu mengikutsertakan doksologi itu dalam rumusan doa Bapa Kami, saya yakin Gereja itu juga sudah tahu bahwa teks dalam kurung itu bukanlah teks asli.

Kedua, perlu diketahui bahwa sudah sejak abad pertama, praktik liturgis doa Bapa Kami ini ditutup dengan tambahan doksologi, seperti yang terdapat pada Kitab Didakhe (8.2), “Karena Engkau yang empunya kuasa dan kemuliaan selama-lamanya.” Konstitusi Apostolik menambahkan pada awal kata
“kerajaan” sehingga kalimatnya berbentuk seperti apa yang ada dalam Mat 6:13 sekarang yang ditulis dalam tanda kurung. Tradisi Bizantin menambahkan sesudah “kemuliaan” dengan “Bapa, Putera dan Roh Kudus.” (bdk. KGK 2760). Dalam liturgi purba St Yohanes Krisostomus, doa Bapa Kami sudah mengikutsertakan doksologi yang diucapkan imam, yaitu “Sebab milik-Mulah kerajaan, kekuasaan, dan kemuliaan dari Bapa, Putera dan Roh Kudus, kini dan selama-lamanya.”

Ketiga, penjelasan di atas menunjukkan bahwa doksologi ini bukanlah penemuan dari Gereja Protestan yang baru muncul pada abad XVI. Doksologi
itu sudah ada sejak masa sangat awal sejarah Gereja. Maka, penggunaan kembali doksologi itu dalam liturgi yang dipugar sesudah Konsili Vatikan II, bukanlah meniru Gereja lain, tetapi hanya mengembalikan liturgi Gereja awali. Namun, Gereja tetap membedakan secara tegas bahwa doksologi itu adalah tambahan. Artinya, dalam rumusan doa Bapa Kami tidak ditambahkan doksologi itu.

Keempat, penghargaan Gereja Katolik atas doksologi itu diuraikan dalam KGK 2855: “Doksologi penutup -‘Sebab Engkaulah Raja, yang mulia dan berkuasa untuk selamalamanya’- mengangkat kembali ketiga permohonan kepada Bapa: kemuliaan nama-Nya, kedatangan Kerajaan-Nya dan kekuasaan kehendak keselamatan-Nya. Tetapi pengulangan ini terjadi, seperti di dalam liturgi surgawi, dalam penyembahan dan ucapan terima kasih. Penguasa dunia ini telah mencaplok ketiga gelar kerajaan, kekuasaan, dan kemuliaan atas cara yang curang. Kristus Tuhan, mengembalikannya kepada Bapa-Nya dan Bapa kita, sampai Dia menyerahkan kembali Kerajaan kepada-Nya, apabila misteri keselamatan diselesaikan secara definitif dan Allah menjadi semua di dalam semua.”

Kelima, Katekismus Gereja Katolik menegaskan, Doa Bapa Kami diakhiri dengan kata “Amin” (KGK 2856). St Sirilus dari Yerusalem mengajarkan bahwa dengan perkataan “Amin” kita mengungkapkan peneguhan “Semoga terjadi” dan kita mengesahkan isi doa yang diajarkan Allah. Kata “Amin” mengungkapkan kemantapan, kepasrahan, dan kepercayaan. Kata “Amin” menegaskan iman kita, seolah mengatakan “saya percaya demikian adanya.”

Pastor Dr Petrus Maria Handoko CM




Kunjungan: 2090
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com