HidupTV Siaran Televisi Katolik Pertama di Indonesia yang dapat ditonton melalui Televisi yang menggunakan Parabola KU-Band. HidupTV bersifat Free to Air sehingga anda juga dapat menyaksikan siaran TV Nasional lainnya secara gratis. HidupTV dapat juga ditonton secara Streaming Internet melalui www.Hidup.tv atau www.HidupKatolik.com. INFO: (021) 5491537 atau WA: 0812-8926-7548 (HidupTV) atau email: [email protected]

Kartun Yesus dan Ayat Kitab Suci di Brosur Ditjen Pajak

5251
Brosur Sadar Pajak (Wilfrid Sihombing)
Kartun Yesus dan Ayat Kitab Suci di Brosur Ditjen Pajak
4.8 (95%) 4 votes

HIDUPKATOLIK.COM – DIREKTORAT Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) belum lama ini mengeluarkan brosur Sadar Pajak. Di bagian awal brosur dua halaman, yang dibagi menjadi tiga lipatan itu tertulis Yesus Juga Bayar Pajak. Sementara di bagian lain memuat kartun Yesus bersama pegawai Roma, serta beberapa ayat Kitab Suci di mana Yesus mengajarkan dan memberi contoh taat pajak.

Salah satu ayat Kitab Suci dalam brosur tersebut adalah Matius 22:15-22. Perikop tersebut membahas tentang membayar pajak kepada Kaisar. “…Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: ‘Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?’ Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: ‘Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik? Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu.’ Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya. Maka Ia bertanya kepada mereka: ‘Gambar dan tulisan siapakah ini?’ Jawab mereka: ‘Gambar dan tulisan Kaisar.’ Lalu kata Yesus kepada mereka: ‘Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.’ Mendengar itu heranlah mereka dan meninggalkan Yesus lalu pergi…”

Menurut Direktur Eksekutif  Center for Indonesia Taxiation Analysis (CITA), Yustinus Prastowo, brosur tersebut muncul usai peluncuran program inklusi pajak. Ide pembuatan brosur seperti itu, lanjut Pras, berasal dari Ditjen Pajak sendiri. “Inklusi untuk semua agama. Jadi tiap-tiap agama bikin leaflet ini,” ungkapnya, saat dihubungi lewat WhatsApp, Sabtu, 7/10

Program inklusi pajak merupakan kerja sama Ditjen Pajak dengan Kemendikbud dan Kemenristek Dikti, yang membidangi pendidikan untuk menanamkan kesadaran pajak kepada peserta didik dan tenaga pendidik melalui integrasi materi kesadaran pajak dalam pendidikan.

Dalam situs resmi Kementrian Keuangan RI, www.kemenkeu.go.id, menyebutkan perihal program tersebut bahwa, membayar pajak mengandung nilai religius. Membayar pajak merupakan wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang nantinya akan digunakan untuk kepentingan umum, sehingga apa yang telah dilakukan tersebut bernilai ibadah. Selain itu, ada makna berbagi di dalam pembayaran pajak. Rasa syukur dan makna berbagi merupakan nilai-nilai religius di setiap agama dan kepercayaan apapun.

 

Yanuari Marwanto

Redaksi website HIDUPKATOLIK.COM akan menerbitkan secara GRATIS semua artikel seperti info kegiatan, refleksi, resensi, agenda/rencana kegiatan dan sebagainya di web HIDUPKATOLIK.COM. Semua artikel anda akan kami viralkan juga di semua media sosial. Kami pastikan akan dibaca dan diketahui oleh ratusan ribu pembaca online. Agar dapat diterbitkan, Artikel wajib dilengkapi Foto/Gambar ilustrasi. Kirim ke email: [email protected].

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here