HIDUPKATOLIK.COM – Sekolah Tarakanita 3 menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Pengolahan Sampah Jadi Berkah” pada Selasa (17/3/2026) pukul 09.00 WIB hingga selesai di aula dan lapangan sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendukung semangat Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2026 yang mengangkat tema pertobatan ekologis sesuai Arah Dasar (Ardas) Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) 2026, yaitu Keutuhan Alam Ciptaan.

Melalui kegiatan ini, Sekolah Tarakanita 3 mengajak masyarakat untuk semakin peduli terhadap lingkungan dengan melakukan aksi nyata pengolahan limbah rumah tangga. Kegiatan tersebut juga sejalan dengan nilai Cc5+ Tarakanita, khususnya nilai Keadilan, Perdamaian, dan Keutuhan Ciptaan (KPKC), yang mendorong seluruh komunitas pendidikan untuk merawat bumi sebagai rumah bersama.
Kegiatan ini merupakan praktik nyata pengolahan limbah menjadi produk yang bermanfaat, yaitu mengolah minyak jelantah menjadi lilin serta mengolah eco enzyme menjadi sabun cair. Peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai manfaat pengolahan limbah, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pembuatannya.

Acara ini diikuti oleh berbagai unsur komunitas, antara lain umat Wilayah Senayan Santo Thomas Rasul Paroki Blok B, Seksi Komunikasi Sosial Paroki Blok B Gereja Santo Yohanes Penginjil, serta Tim Lingkungan Hidup dari Paroki Kampung Sawah Gereja Santo Servatius. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan kolaborasi lintas komunitas dalam upaya merawat lingkungan sebagai rumah bersama.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah perwakilan Yayasan Tarakanita, yaitu Sr. Yudith M. Maryani, CB selaku Sekretaris Eksekutif Yayasan Tarakanita, Sr. Rosalia, CB dari Carolus, Paula Ruliyati Puji Lestari selaku Kepala Sub Biro Umum Bagian Kehumasan Yayasan Tarakanita, Yustina Sri Hartati selaku Kasub Divisi Pendidikan Bidang Kurikulum Yayasan Tarakanita, Bernadus Yudho Ismedi selaku Kepala Jenjang SMP Yayasan Tarakanita, serta Emeliana Makaria Tarigan selaku Kepala Jenjang SD Yayasan Tarakanita. Kehadiran para pimpinan Yayasan Tarakanita tersebut menjadi bentuk dukungan dan apresiasi terhadap upaya pendidikan ekologis yang dilakukan oleh komunitas Sekolah Tarakanita 3.

Dalam sambutannya, Tintin selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan Sarana Prasarana SD Tarakanita 3 menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
“Sekolah Tarakanita 3 merupakan sekolah Adiwiyata Mandiri dan pada hari ini kita akan melakukan praktik baik pengolahan limbah minyak jelantah menjadi lilin serta membuat sabun cair dari eco enzyme menggunakan bahan organik. Pembiasaan ini juga telah dilakukan kepada peserta didik melalui kegiatan Pembiasaan Peduli Lingkungan (PPL),” ujarnya.
Sementara itu, Sr. Yudith M. Maryani, CB selaku Sekretaris Eksekutif Yayasan Tarakanita mengajak seluruh peserta untuk semakin menyadari pentingnya menjaga bumi sebagai tempat kehidupan bersama. Dalam sambutannya, ia mengajak peserta menyanyikan penggalan lagu Indonesia Raya sambil menekankan makna kata tanah.
“Tanah airku adalah tanah tempat kita hidup dan harus kita jaga. Limbah yang kita hasilkan perlu kita olah dengan bijak agar tidak mencemari lingkungan,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Paula Ruliyati Puji Lestari. Ia menegaskan pentingnya menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari panggilan iman dan tanggung jawab bersama. Ia menyoroti relevansi kegiatan ini dengan
Ardas dan ajakan Paus Fransiskus untuk merawat bumi sebagai rumah bersama.
“Melalui kegiatan ini kita diajak untuk semakin menyadari pentingnya merawat bumi. Semoga apa yang kita lakukan hari ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus dilanjutkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber yang berpengalaman dalam pengolahan limbah rumah tangga. Materi mengenai pengolahan eco enzyme menjadi sabun cair disampaikan oleh Heri dan Icha, sedangkan materi pengolahan minyak jelantah menjadi lilin dipandu oleh Ambar dan Risha.
Dalam sesi praktik, para peserta secara langsung mengikuti proses pembuatan sabun cair dari eco enzyme serta pembuatan lilin dari minyak jelantah. Kegiatan ini memberikan pengalaman nyata bahwa limbah rumah tangga yang sering dianggap tidak berguna sebenarnya masih memiliki nilai manfaat apabila diolah dengan cara yang tepat.
Menariknya, setiap peserta tidak hanya mempelajari proses pengolahannya, tetapi juga membawa pulang hasil karya berupa lilin dari minyak jelantah dan sabun cair dari eco enzyme. Hal ini diharapkan dapat mendorong peserta untuk mempraktikkan kembali pengolahan limbah tersebut di lingkungan rumah masing-masing.

Melalui kegiatan “Pengolahan Sampah Jadi Berkah”, Sekolah Tarakanita 3 berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan semakin tumbuh sebagai wujud nyata pertobatan ekologis. Dengan mengolah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat, masyarakat diajak untuk melihat bahwa limbah yang sebelumnya dianggap tidak berguna dapat menjadi berkah apabila dikelola dengan bijak dan bertanggung jawab.
Laporan Margaretha Asti Nilasari (Guru SD Tarakanita 3)








