Persiapan Diri sebelum Ikut Perayaan Ekaristi, Perlu!

314
[homefaith.wordpress.com]
Persiapan Diri sebelum Ikut Perayaan Ekaristi, Perlu!
3.7 (73.33%) 3 votes

HIDUPKATOLIK.COM – Pernahkah anda mempersiapkan wawancara kerja atau bertemu dengan atasan saat presentasi dengan kostum yang rapi jali, hadir lebih awal, juga dengan kepercayaan diri dan motivasi tinggi?

Momen dimana kita bertemu seseorang yang kita hormati dan kemudian menerima akan keberadaan kita, setelah semua upaya yang kita persiapkan tentunya membuat kita bahagia. Sebaliknya, saat kita ragu-ragu karena kurangnya persiapan sehingga tidak diterima, tentunya membuat kita kecewa.

Demikian juga saat kita hendak mengikuti perayaan Ekaristi, persiapan lahir dan batin tentunya perlu karena sangat membantu kita untuk bisa berjumpa lebih intim dengan Tuhan dengan mengikuti beberapa petunjuk praktis berikut (dilansir dari katolisitas.org):

  1. Baca dan renungkanlah Bacaan Misa Kudus hari itu sebelum menghadiri Misa, malam sebelumnya (doa malam) atau pagi hari (doa pagi), dari website atau renungan harian yang berdasarkan Kalender Gereja. Awali permenungan akan Sabda Allah ini dengan doa syukur, demikian juga di akhir renungan. Jika semua anggota keluarga beragama Katolik, kita dapat merenungkannya bersama-sama sebagai satu keluarga: yaitu suami, istri dan anak-anak. Hal ini baik juga untuk menanamkan kebiasaan membaca dan merenungkan kitab suci pada anak-anak.
  2. Ambillah satu ayat yang dapat kita ingat untuk kita ulangi di dalam hati. Kita dapat mengulangi ayat ini dan meresapkannya di dalam hati. Atau renungkanlah beberapa tema kasih Tuhan berkaitan dengan Ekaristi Kudus, seperti: Yesus adalah Roti Hidup yang kuperlukan; Ekaristi adalah sumber suka cita dan kekuatanku; Komuni mempersiapkan aku untuk kebahagiaan Surgawi; Dalam Komuni aku berjumpa dengan Yesus Sahabat dan Tuhanku, dll.
  1. Periksalah batin, dan jika kita menemukan dosa yang cukup berat, akukanlah dosa tersebut di hadapan Tuhan dan juga buatlah ketetapan hati untuk mengaku dosa pada Pastor dalam sakramen Tobat; jika memungkinkan sebelum misa, namun jika tidak, secepatnya pada hari-hari berikutnya.
  1. Untuk persiapan Misa Kudus hari Minggu, persiapkan segala sesuatunya sebelumnya, supaya tidak tergesa-gesa. Misalnya, siapkanlah uang persembahan/ kolekte (baik jika dimasukkan di dalam amplop), siapkanlah anak-anak, terutama jika anak-anak sering membuat kita terlambat ke gereja. Bangunlah lebih pagi, jika perlu. Siapkanlah pakaian yang pantas dan sopan untuk kita pakai ke gereja. Contoh sederhana: jika kita punya sepatu, pakailah sepatu, bukan sandal, apalagi sandal jepit; jika kita punya baju berlengan, pakailah itu, dan jangan pakai baju tangan buntung. Ingatlah bahwa apa yang terlihat dari luar adalah cerminan dari isi hati. Lagipula, Sang Tamu Agung yang akan kita sambut adalah lebih mulia daripada seorang Presiden atau Raja!
  1. Persiapkanlah Kurban Rohani yang akan kita persembahkan kepada Tuhan.  Ingatlah bahwa setelah dibaptis, kita dipilih Tuhan sebagai bangsa pilihan, umat yang rajani, yang memiliki imamat bersama. Maka meskipun pemimpin Misa adalah imam yang telah ditahbiskan (imam jabatan) yang bertindak atas nama Kristus, namun itu bukan berarti kita hanya ‘menonton’.  Sebaliknya, kita juga harus mengambil bagian dalam kurban itu, sebagai anggota Tubuh Kristus yang menghantar persembahan kita bersama-sama dengan kurban Kristus sang Kepala. Kurban persembahan yang dapat kita persiapkan adalah kurban pujian dan syukur atas rahmat Tuhan yang kita terima, atau bahkan kurban hati yang hancur, jika kita sedang menghadapi pergumulan dan permasalahan. Persiapkanlah semua kurban itu di dalam hati kita agar dapat kita bawa ke hadapan-Nya.
  1. Janganlah makan atau minum dalam waktu 1 jam sebelum menerima Komuni, Kitab Hukum Kanonik Gereja tahun 1983, can. 919 menyebutkan bahwa “Seseorang yang akan menerima Ekaristi Kudus harus berpuasa sedikitnya satu jam sebelum Komuni kudus, artinya tidak makan dan minum, kecuali air putih dan obat.” Sesungguhnya, peraturan ini tidaklah sukar karena hampir praktis artinya tidak makan dan minum dalam perjalanan ke gereja, jika jarak antara rumah dan gereja sekitar ½ jam, dan jika kita datang ke gereja sekitar 15 menit sebelum misa dimulai, untuk sungguh memberikan keistimewaan pada Kristus yang akan menjadi santapan rohani.
  1. Nyalakanlah kaset lagu rohani, atau lagu meditasi yang dapat mengarahkan hati kepada Tuhan, sebelum berangkat ke gereja. Sebaiknya di perjalanan kita hening dan sudah mulai mengarahkan hati kepada Tuhan. Kita dapat pula berdoa rosario di dalam perjalanan dari rumah ke gereja.
  1. Datanglah cukup awal, supaya setidaknya ada waktu untuk berdoa misalnya sekitar 10-15 menit sebelum misa dimulai, dan menenangkan hati dan pikiran sebelum mengikuti misa.

(A.Bilandoro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here