Juara Umum Pesparani Bertemu Presiden, Ada yang Ingin Sepeda

1995
Anak-anak dari Kalimantan Timur bernyanyi di depa Presiden RI Joko Widodo. [Biro Pers Kepresidenan]
Juara Umum Pesparani Bertemu Presiden, Ada yang Ingin Sepeda
5 (100%) 2 votes

HIDUPKATOLIK.com SENYUM manis terlihat di wajah anggota Paduan Suara Anak Kalimantan Timur yang meraih Juara  Umum dalam Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik I di Ambon, 27 Oktober-2 November 2018.

Sejak pagi, lobi Hotel Salak The Heritage Bogor terlihat ramai oleh anak-anak yang terbang langsung dari Kalimantan Timur untuk bersilahturahim dengan Presiden Joko Widodo, Senin, 12/11. Berpakain merah dengan bawahan balutan batik, berikat kepala batik, 33 anggota Paduan Suara Anak dan tiga anak peraih nilai tertinggi lomba Cerdas Cermat Anak, dan seorang peraih juara mazmur tingkat anak terlihat sangat antusias untuk bertemu Jokowi.

Dari hotel Salak, kontingen dari Kalimantan Timur, para pejabat provinsi Maluku dan Kalimantan Timur, serta anggota LP3KN berjalan kaki menuju Istana Kepresidenan yang jaraknya sekitar 200 meter. Meski aneka pemeriksaan dan security check dilakoni anak-anak tetapi mereka tetap merasa senang bisa diundang ke istana.

“Ini pengalaman yang istimewa bagi anak-anak. Momen bertemu Presiden Jokowi justru membuat anak-anak lebih bersemangat untuk bisa lebih baik dari saat ini. Setidaknya ada harapan mereka bisa memperdalam iman mereka lewat lagu-lagu Gereja untuk masa depan mereka. Karena bernyanyi adalah salah satu ungkapan kasih yang bisa mencairkan suasana bangsa,” ungkap Pastor Wilfridus Sam Dirgawijaya Ketua LP3KD Kalimantan Timur yang juga hadir sebagai pendamping dalam acara tersebut.

Permintaan Khusus
Pada pukul 07.30 WIB, sebelum berjalan kaki dari Hotel Salak menuju Istana Kepresiden Bogor, anak-anak sempat berlatih dua lagu yaitu “Pancasila, Rumah Kita” gubahan Franky Sahilatua dan lagu “Betapa Kita Tidak Bersyukur”. Maria seorang peserta mengatakan, dirinya bahagia karena bisa bertemu Jokowi. “Saya bangga karena kami bisa diundang untuk bertemu pak Presiden. Ini momen yang terjadi sekali dalam hidup,” ujarnya.

Selain Maria ada juga beberapa anak yang memiliki intensi khusus bila bertemu dengan Joko Widodo. Ada yang memiliki permintaan bila Jokowi memberi pertanyaan mereka akan menjawab dan meminta sepeda. “Yah kami mau minta sepeda dari Bapak Presiden seperti biasa kalau Pak Jokowi beri pertanyaan kepada anak-anak,” ujar seorang anak.

Meski pulang tanpa sepeda, anak-anak tetap merasa bahagia karena bisa berswafoto dan berjabat tangan dengan Presiden. Bahkan di jalan pulang dari Istana Presiden mereka terus bernyanyi. Kendati dilarang oleh Paspampres tetapi kelucuan anak-anak pun tak terbendung. Kegembiraan ini mereka ungkapkan karena dihari yang sama seorang rekan mereka merayakan Ulang Tahun. Lagu selamat ulang tahun pun didengungkan dari ruang makan kepresidenan menuju tempat security check kedua yang kantornya berdekatan dengan bangunan Museum Istana.

Presiden Jokowi berbincang dengan Uskup Ketapang Mgr Pius Riana Prapdi. [HIDUP/Yusti H.Wuarmanuk]
Selain anak-anak dari Kalimantan Timur, hadir juga Gubernur Maluku Said Assagaf, Ketua DPR Maluku Edwin Huwae, beberapa orang panitia dari Maluku, Beberapa pejabat Pemprov Kalimantan Timur, Dirjen Bimas Katolik Eusebius Binsasi, dan anggota LP3KN seperti Ketua Umum Adrianus Meliala, Sekretaris Umum Tony Pardosi, Ketua Bidang Humas LP3KN Muliawan Margadana, para pastor sekretaris eksekutif dari tiga komisi yaitu Komisi Kerawam KWI, Komisi Liturgi, dan Komisi HAAK.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here