Panitia Pelaksana IYD Manado 2016 Gelar Rapat Evaluasi

131
Ketua Umum Panpel Pastor John Montolalu saat memimpin Rapat Evaluasi yang turut dihadiri Ketua Komkep KWI Mgr Pius Riana Prabdi dan tim Komkep KWI serta Uskup Manado Mgr Josef Suwatan. (HIDUP/Lexie Kalesaran)

HIDUPKATOLIK.com – PULUHAN Orang Muda Katolik (OMK) Keuskupan Manado, sejumlah pastor, frater, suster dan awam lainnya yang tercatat sebagai Panitia Pelaksana (Panpel) 2nd Indonesian Youth Day (IYD) Manado 2016 berkumpul di Wisma Keuskupan Manado, Sabtu, 14/10.

Sejak pagi hingga sore hari, sejumlah Panpel ini mengadakan rapat evaluasi tentang pelaksanaan Hari OMK Indonesia ini yang telah berhasil digelar di Keuskuspan Manado pada 1 – 6 Oktober 2016.

Disaksikan Uskup Manado Mgr Josef Suwatan MSC, Ketua Komisi Kepemudaan-Konferensi Waligereja Indonesia (Komkep-KWI) Mgr Pius Riana Prabdi, Sekretaris Eksekutif Komkep KWI Pastor Antonius Haryanto dan staf Komkep KWI, Ketua Komkep Keuskupan Agung Makassar Pastor Cakra Agung Raya dan Ketua Komkep Keuskupan Banjarmasin Pastor Teddy Aer. Dalam pertemuan ini perwakilan Panpel mengungkapkan hal-hal yang telah dilaksanakan dan harapan ke depan dalam kerangka kegiatan IYD mendatang.

Rapat diawali laporan pertanggungjawaban Panpel yang dibawakan oleh Ketua Umum Panpel IYD Manado 2016 Pastor John Montolalu. Pelbagai hal yang telah dilakukan mulai dari pembentukan panitia, kerja panitia, pra IYD, pelaksanaan IYD hingga penutupan acara dijelaskan secara detail oleh Pastor John.

Tak lupa pula Sekretaris Keuskupan Manado ini menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah turut terlibat/membantu kesuksesan acara baik dalam bentuk dana, doa, tenaga, pikiran, bahan material dan lain-lain. Termasuk juga kepada KWI dalam hal ini Komkep KWI yang telah memberikan kepercayaan kepada Keuskupan Manado sebagai tuan rumah yang OMK-nya dianggap mampu menyelenggarakan kegiatan ini serta kondisi Sulawesi Utara yang siap untuk menerima orang-orang muda Katolik dari seluruh Indonesia.

Evaluasi dipandu Ketua Komkep Keuskupan Banjarmasin Pastor Teddy Aer di damping Ketua Komkep Keuskupan Agung Makassar Pastor Cakra Agung Raya. Sekretariat Panpel di bawah koordinasi Sekretaris Umum Panpel Pastor Andreas Rumayar yang juga meruakan Ketua Komkep Keuskupan Manado dan tim Komkep KWI mencatat semua hal yang dibicarakan selama rapat.

Semua yang terungkap dan dicatat tersebut, menurut Pastor Andre -sapaan Pastor Andreas Rumanyar, akan menjadi bahan masukkan bagi pelaksanaan IYD mendatang sekaligus juga masukan untuk Keuskupan Manado sendiri.

[nextpage title=”Panitia Pelaksana IYD Manado 2016 Gelar Rapat Evaluasi”]

Salah satu seksi ketika berdiskusi. (HIDUP/Lexie Kalesaran)
Salah satu seksi ketika berdiskusi. (HIDUP/Lexie Kalesaran)

Saat memandu evaluasi, Pastor Teddy meminta Panpel yang hadir untuk menyampaikan hal-hal yang dinilai perlu untuk menjadi bahan refleksi atau evaluasi. Rincian kegiatan yang sudah diupayakan dalam kerangka sukacita dan apa yang harus dibuat untuk menjadi lebih baik di kegiatan mendatang juga banyak disampaikan oleh para Panpel.

“Pelbagai hal yang menjadi tantangan dari pengalaman yang lalu yang menjadi keprihatinan sebaiknya didiskusikan, baik saat rapat seksi-seksi maupun saat rapat pleno. Pelbagai hal yang diungkapkan tersebut tentu ada kekurangan namun semua bisa saling melengkapi dalam persaudaraan dan konteks sebuah komunitas,” jelas Pastor Teddy.
Dijelaskan, arah evaluasi adalah untuk refleksi, untuk mencapai sesuatu yang lebih, yang untuk kepentingan bersama baik Komkep KWI maupun keuskupan-keuskupan. Keprihatinan dan harapan itu berkaitan dengan Gereja ke depan.

Ketua Komkep Keuskupan Agung Makassar Pastor Cakra Arung Raya saat diminta menyampaikan catatannya menjelaskan, IYD adalah wahana kebersamaan OMK, panggilan pelayanan OMK, momen indah kebersamaan dan kedekatan dengan keluarga angkat, perayaan keberagaman budaya dan perayaan kesetiaan untuk berani berbagi, dan perayaan menjalin relasi keakraban. IYD ini, tambahnya, adalah kesempatan berefleksi tentang sukacita Injil, pengalaman perjumpaan yang nyata, cara melihat, mendengar dan mengalami (kegiatan live – in), perayaan penerimaan dan bukan pembiaran, perayaan peneguhan, perayaan pengendalian diri dan kerendahan hati, “Perayaan ini dapat membagi kasih secara adil dan merata serta perayaan kepeduliaan terhadap sesama OMK Indonesia,” ujarnya.

Banyak hal terungkap. Banyak masukkan didapat. Pelbagai suka duka yang dirasakan Panpel mulai dari persiapan, pelaksanaan hingga setelah kegiatan diurai. Puluhan personil Panpel baik OMK, orang dewasa serta pastor, frater dan suster mengambil bagian dalam sesi ini.

Uskup Manado Mgr Josef Suwatan MSC dan Ketua Komkep KWI Mgr Pius Riana Prabdi (Uskup Ketapang) mencermati secara seksama dan mencatat apa-apa yang diungkap saat evaluasi. Bahkan, sebelum rapat ditutup, kedua uskup ini menyampaikan catatan-catatan termasuk juga refleksi mereka.

Kedua uskup ini menyampaikan terimakasih kepada Panpel serta pihak-pihak yang telah turut terlibat mendukung kesuksesan kegiatan. “Luarbiasa,” ujar kedua uskup di awal penyampaiannya tentang pelaksanaan kegiatan dan kerja Panpel.

Usai rapat, Mgr Suwatan, Mgr Pius, Pastor Cakra, Pastor Teddy, Pastor Hari, Staf Komkep KWI dan Panpel yang hadir mengadakan foto bersama dan bernyanyi theme song IYD (Sukacita Injil) di depan Wisma Keuskupan Manado.

Lexie Kalesaran

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here