ADVEN MEMBENTANGKAN HARAPAN

103
Paus Fransiskus memberkati umat usai audiensi umum di aula Paulus VI Vatikan.
[catholicphilly.com]

HIDUPKATOLIK.com - Sejak permulaan masa Adven, Paus Fransiskus terus menyerukan tentang arti penting harapan bagi umat Kristiani. Harapan adalah jalan yang membawa pada kemuliaan Tuhan.

HARAPAN seorang Kristiani tidak sama dengan perasaan optimis tentang masa depan, namun mengetahui dan sadar bahwa Allah senantiasa melindungi dan menerangi dalam kegelapan atau hal menakutkan apapun yang terjadi dalam kehidupan seseorang. Refleksi ini diungkapkan Paus Fransiskus saat audiensi umum di aula Paulus VI Vatikan, Rabu, 7/12.

Di hadapan peziarah, Bapa Suci mengatakan, selama masa Adven ini, ia berbicara tentang harapan. “Saya mengajak Anda sekalian untuk membaca bagian kedua Yesaya; Nabi masa Adven dan pembawa harapan,” seru Bapa Suci, sebagaimana dilansir zenith.org (9/12). Para peziarah mengikuti dan membaca Yesaya 40:1-11.

Ketika Yesaya menulis ini, jelas Bapa Suci, orang-orang Israel berada di pengasingan, di mana mereka telah kehilangan segala; tanah air, kebebasan, martabat, dan bahkan kepercayaan pada Tuhan. Mereka merasa ditinggalkan dan tanpa harapan. “Yesaya menyatakan cinta dan kesetiaan Allah, serta memberi penghiburan dan pengharapan,” ungkapnya.

Harapan, lanjut Bapa Suci, mengajarkan kita untuk tersenyum. Satu ciri pertama yang terjadi kepada orang-orang yang menarik diri dari Allah adalah mereka tanpa senyum. Mereka mungkin bisa tertawa terbahak-bahak, membuat lelucon, tapi senyum mereka hilang.

Bapa Suci menegaskan, harapan tidak datang dengan kekuasaan atau kekayaan, tetapi dengan percaya kepada Tuhan. Sebagai umat beriman, kita percaya bahwa Allah berjalan bersama kita. “Saya berharap karena Allah bersama saya. Kita semua bisa mengatakan hal yang sama: ‘Saya memiliki harapan karena Allah berjalan dengan saya dan memegang tanganku’.”

Berkaitan dengan Natal yang akan tiba, Bapa Suci menyebut Natal sebagai harapan, di mana orang-orang sederhana yang tidak diperhitungkan; Zakaria dan Elisabeth yang tua, Maria perawan muda yang bertunangan dengan Yusuf, telah menjadi tokoh sejarah. “Mereka memiliki harapan dan mengubah jalan kecil nan gelap di sekitar mereka menjadi jalan besar menuju kemuliaan Tuhan.”

Dalam peringatan Maria Dikandung Tanpa Noda di Piazza Spagna Roma, Kamis, 8/12, Bapa Suci sekali lagi menekankan pentingnya masa Adven sebagai momen untuk membangkitkan harapan. Ia berdoa secara khusus bagi anak-anak terlantar dan keluarga yang kekurangan, serta bagi pengangguran. Ia juga berdoa agar Bunda Maria tidak membiarkan umat manusia jatuh dalam kekecewaan, tetapi terus dikuatkan untuk terlibat dalam pembaruan dunia. Setelah berdoa, Bapa Suci menuju Lapangan St Petrus Vatikan untuk memberkati orang sakit serta para lansia.

Sehari berselang, Jumat, 9/12, Bapa Suci menyalakan lampu di pohon dan dekorasi Natal 2016 di Lapangan St Petrus Vatikan. Sebanyak 18.000 lampu Natal yang ramah lingkungan menghiasi pohon dan dekorasi Natal ini. Pohon Natal ini akan dipasang hingga Pesta Pembaptisan Tuhan, 9 Januari 2017.

Edward Wirawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here