St Marie Ellen MacKillop RSJ (1842-1909) : Biarawati Pertama dari Benua Biru

247
Mohon Beri Bintang

Perselisihan ini berpuncak pada kritik terhadap corak hidup para suster. Para klerus menilai, para suster terlalu berlebihan saat turun ke jalan-jalan untuk mengemis. Cara mereka melayani anakanak miskin tak lebih dari usaha untuk memperkaya diri. Berita ini juga sampai ke telinga Uskup Agung Adelaide, Mgr Laurence Bonaventure Sheil OFM (1814-1872). Mgr Sheil kemudian membentuk komisi khusus untuk penyelidikan corak hidup para suster.

Kendati sudah menjelaskan gagasannya kepada uskup, tetapi pejabat Gereja ini lebih mendengarkan imamnya. Hasilnya adalah hukuman ekskomunikasi bagi Sr Marie pada September 1871. Mgr Sheil beranggapan, Sr Marie mendorong para suster untuk membangkang dan tidak taat kepada gembala keuskupan.

Situasi ini membuat sebagian besar sekolah dan komunitas pelayanan milik para suster ditutup. Sr Marie dilarang berhubungan dengan siapapun dalam Gereja. Kendati begitu, ada dua imam, Pastor Hinteroecker SJ dan Pastor Tappeiner SJ yang secara diam-diam melayani komunitas ini. Hampir 19 minggu, Sr Marie mendapat hukuman ekskomunikasi sampai detik-detik terakhir kematian Mgr Sheil baru hukuman ini dicabut.

Atas segala peristiwa ini, Sr Marie berusaha mendapatkan persetujuan resmi dari Takhta Suci. Pada Maret 1873, ia tiba di Roma dan bertemu Paus Pius IX. Lewat Uskup Roma ini, karya komunitas biarawati ini pun dilanjutkan lagi.

Pada Desember 1874, Sr Marie tiba di Australia bersama 15 postulan dari Irlandia. Di tahun yang sama, keluar regula bahwa Kongregasi Suster St Josepf harus memiliki Superior Jenderal dan dewannya sendiri serta tidak berada dibawah otoritas keuskupan setempat.

Sejak regula ini keluar, terjadi pro dan kotra. Saat tinggal selangkah lagi kongregasi ini resmi diakui Takhta Suci, beberapa uskup di Australia menolak. Uskup Queenland Mgr James dan Uskup Bathrust Mgr Mattew Quinn menghendaki agar komunitas ini tetap di bawah keuskupan. Akibatnya para suster dilarang berkarya di keuskupan mereka.

Pada saat inilah, Sr Marie bersama para suster lain pindah dari Adelaide menuju ke Sydney. Mereka disambut baik oleh Uskup Agung Sydney, Mgr Roger William Bede Vaughan OSB (1834-1883). Karya mereka terus berlanjut hingga keluar pengakuan dari Takhta Suci tahun 1887. Pada 14 Juli 1888, Paus Leo XIII memaklumkan Kongregasi St Josef sebagai Kongregasi Kanonik dengan pusat misi di Sydney.

Pada Agustus 1909, Sr Marie tutup usia. Ia dibeatifikasi pada 19 Januari 1995 oleh Paus Yohanes Paulus II. Lima tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 19 Februari 2010, Paus Benediktus XVI mengangkat Sr Marie menjadi santa.

Yusti H. Wuarmanuk

HIDUP NO.18 2019, 5 Mei 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here