Keseimbangan Peran Pemuda Katolik

42
Peserta KKD Pemuda Katolik Komisariat Daerah Jawa Timur di Kediri, Jawa Timur, Jumat-Sabtu, 28-29/6.
[Dok. Komisariat PK Jatim]
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Banyak kader Pemuda Katolik yang terlibat dalam organisasi tetapi tidak memiliki nafas kekatolikan. Dibutuhkan keseimbangan peran sebagai anak bangsa dan putera Gereja.

Pemuda Katolik (PK) Komisariat Daerah (Komda) Provinsi Jawa Timur mengadakan Kursus Kepemimpinan Dasar (KKD) di Bukit Daun Hotel dan Resort Kediri, Jawa Timur Jumat-Sabtu, 28-29/6. Sedikitnya 80 orang dari 11 Komisariat Cabang PK di Jawa Timur berpartisipasi dalam acara ini.

Pada kesempatan ini, Moderator PK Komisariat Surabaya Pastor Kurdo Irianto mengajak kader-kader PK untuk back to basic. Kader PK harus menyadari sebagai orang Katolik yang handal, tidak saja dalam segi kebangsaan, tapi juga dalam iman. Ia menyebutkan, bahwa kekatolikan harus diwujudkan dalam diri PK. Mereka harus menjadi kader yang mumpuni dalam melayani Gereja dan bangsa.

Pastor Kurdo menggarisbawahi peran PK yang kelihatan tidak lagi menampilkan kekatolikan sebagai sebuah keutamaan hidup. Ia melihat begitu banyak kader PK yang “tercabut” dari akar, karena hanya terlibat dalam organisasi, tetapi melupakan perannya sebagai anggota Gereja. “Tidak sedikit para kader yang semangat beroganisasi tetapi tidak memiliki nafas kekatolikan yang mumpuni. Ini perlu menjadi perhatian kita,” harapnya.

Sementara itu, Anggota Dewan Pakar Pengurus Pusat PK Kikin Tarigan mengungkapkan, sebagai kader Gereja dan bangsa, PK diminta untuk tidak lupa pada sejarah. Menurutnya, sejarah terbentuknya PK adalah gambaran soal sejarah pergerakkan umat Katolik di Indonesia. Pergerakan PK adalah bagian dari pergerakan umat Katolik Indonesia. Ini adalah warisan bagi Gereja dan bangsa, dan menjadi tugas kader PK untuk terus merawatnya. “Kita harus terus mencintai tanah air, menjaga dan mempertahankan persaudaraan sejati bangsa kita,” ujar Kikin.

Berangkat dari pengalaman ini, Kikin mengajak para peserta untuk mengenang peristiwa Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928 yang dimulai dari Katedral Jakarta. Pada saat itu, pemuda dari berbagai etnis menggunakan kesempatan ini untuk bersatu. Mereka lalu mendeklarasikan Sumpah Pemuda: Satu Tanah Air, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa. “Sumpah Pemuda inilah menandai cikal bakal gerakan politik saat ini,” ungkap Kikin.

Pembicara lain KKD ini adalah Ketua Bidang Organisasi Komisariat Daerah Provinsi Jawa Timur Fransiskus Hapsektio. Pada kesempatan ini, ia menjelaskan tentang arah dasar keuskupan-keuskupan di Jawa Timur, yang diharapkan menjadi juga panduan bagi PK Komda Jawa Timur. Ia juga menyampaikan teknis-teknis Rakerda Komisariat Daerah Jatim yang telah ditindaklanjuti dalam Rencana Tindak Lanjut di Komisariat Cabang masing-masing.

Pada hari kedua, sesi ini dilanjutkan dengan materi soft skill keorganisasian. Sesi-sesi ini lebih membahas soal public speaking dan management leadership.Tiga orang yang didaulat sebagai pembicara adalag Eric Aditya, Pius Avior Wicaksono, dan Christophorus Suryo Wardhana. Pada sesi ini juga diadakan diskusi kelompok, sharing, dan evaluasi.

Sekretaris Jenderal Komisariat Daerah Jatim, Christophorus berharap, KKD PK Komda Jawa Timur tahun ini dan membantu mengembangkan kader-kader dalam kepemimpinan dan organisasi, juga menjadi jembatan pelaksanaan Kursus Kepemimpinan Menengah selanjutnya.

KKD PK Komda Jawa Timur ini juga didukung oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Timur. Sedangkan kepanitiaan kegiatan ini diorganisir oleh PK Komcab Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo.

Antonius E. Sugiyanto

HIDUP NO.28 2019, 14 Juli 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here