Sikap dan Tutur Kata Istri Berubah Saat Hamil

55
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Pengasuh terkasih, saya baru menikah tahun lalu. Saya bersyukur, istri saya telah hamil. Usia kehamilannya saat ini dua bulan. Namun, di tengah kegembiraan itu, ada suatu yang menganjal di batin saya. Istri saya sudah amat jarang memberi kabar keadaannya atau aktivitas yang dilakukannya. Selain itu, dulu, ia memanggil saya dengan sebutan “sayang”, tapi kini hanya nama saya saja. Kemudian, ketika kami bersama, dan saya menanyakan keadaannya, ia selalu menjawab dengan ketus: “Ngak apa-apa atau terserah.”

Perubahan sikap dan tutur katanya, serta semakin sulit diajak berkomunikasi, membuat saya gelisah saban berada di rumah, tempat kerja, dan di jalan. Saking memikirkan hal itu, saya beberapa kali nyaris kecelakaan. Mohon saran dan doa, Bapak. Terima kasih.

Albertus Dani, Belitung

Saudara Albertus Dani, terlebih dulu saya ingin memastikan, apakah selama ini saudara hidup berjauhan dengan istri Anda? Sebab, menurut keterangan Anda, istri sudah jarang memberi kabar keadaannya atau aktivitas yang dilakukannya. Hal ini saya interpretasikan, dalam kehidupan harian, Anda tak selalu bersama dengan istri. Atau, karena tuntutan pekerjaan Anda harus kerja di luar kota. Bila benar, di situlah letak masalahnya.

Perempuan hamil pada dasarnya membutuhkan perhatian lebih dibading sebelum hamil. Sebab, ibu hamil, terlebih kehamilan pertama, akan terjadi perubahan fisik dan psikologis. Ini terjadi karena adanya peningkatan hormon kehamilan. Perubahan bentuk fisik dapat menimbulkan rasa rendah diri atau ragu, apakah sang suami masih tertarik kepadanya? Kadang, ini bisa memunculkan rasa kesal atau marah.

Dari sisi psikologis berbagai macam reaksi muncul silih berganti: bahagia, sedih, kecewa, tersinggung, cemas, dan sebagainya. Memang, tak semua ibu hamil mengalami keluhan seperti itu. Selain itu, ada beberapa ibu hamil yang seringkali mengeluh, mudah lelah, malas, mimpi buruk, gelisah, dan khawatir menghadapi proses persalinan.

Melihat kondisi fisik dan psikologis seperti itu, maka suatu hal yang wajar bila terjadi perubahan pada diri istri yang sedang hamil. Oleh karena itu, tidak usah terlalu gelisah dan memikirkan. Hal yang terpenting adalah menunjukkan perhatian dan dukungan, menumbuhkan rasa aman dan nyaman bagi istri dan relasi kalian.

Mencipatkan suasana seperti itu bisa dilakukan dengan cara: senantiasa berada di dekat istri selama kehamilan, mengajak istri untuk berdialog dan mendengarkan keluhannya, menyemangati dan memberikan suasana aman serta menyenangkan, mendampingi istri tiap kali memeriksa kehamilan, tunjukkan keterlibatan dalam mempersiapkan persalinan, menyempatkan waktu untuk lebih sering bersama, membangun rasa percaya diri istri selama hamil, dan berdoa bersama.

Dengan kehadiran dan peran suami diharapkan istri lebih percaya diri menjalani kehamilan, merasa tenang, aman, dan nyaman, dan berserah penuh kepada perlindungan yang Maha Kuasa.

Demikian saran dari saya, semoga penjelasan ini membantu Anda untuk senantiasa berpikir positif terhadap istri, membuat pekerjaan Anda berjalan optimal, dan tak merugikan kesehatan serta keselamatan Anda selama berkarya dan berada di jalan. Tuhan memberkati Anda dan istri. Selamat menanti kehadiran sang buah hati.

Haryo Goeritno

HIDUP NO.23 2019, 9 Juni 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here