Maria Kristi Endah Murni : “Pilot” Angkutan Udara Indonesia

150
Maria Kristi Endah Murni.
[NN/Dok.Pribadi]
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Melakukan yang terbaik tidak selalu harus menjadi yang terbaik. Ia berkeyakinan, jabatan hanya amanah, tidak perlu dipertahankan mati-matian.

Tingginya harga tiket pesawat beberapa bulan terakhir menuai keluhan dari masyarakat. Namun, salah satu orang yang dibuat pusing karena masalah itu adalah Maria Kristi Endah Murni. Memiliki jabatan sebagai Direktur Angkutan Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Kristi sapaannya, menjadi sasaran keluhan karena harga tiket pesawat yang tak turun-turun sejak awal tahun ini.

Urusan harga tiket memang tak hanya soal transportasi, akibat kenaikan harga ini, tak jarang di seret-seret ke urusan politik. Alhasil, Kristi pun harus “jungkir balik” mengimbau seluruh agen travel online untuk memberikan informasi yang jelas bagi pengguna moda transportasi “langit” ini.

Kristi mengungkapkan, pemerintah telah mengatur tarif batas atas (TBA) angkutan udara dalam negeri kelas ekonomi. Kenaikan harga yang terjadi sebenarnya masih di bawah TBA yang ditetapkan. Namun, karena selama ini tiket pesawat relatif cukup murah, maka ketika dinaikkan, meskipun tidak melewai TBA, tarif tersebut terasa sangat mahal.

Perlu Sosialisasi
Tarif murah yang diterapkan maskapai penerbangan bisa disebabkan beberapa alasan, seperti sewa pesawat yang murah, kurs dolar yang tidak terlalu tinggi, serta harga avtur yang murah. Namun, dari ketiga faktor itu, harga avtur dan kenaikan nilai tukar dollar paling sering menjadi momok. Kristi menjelaskan, harga avtur cenderung mahal tahun ini, lagi, rupiah juga cenderung melemah atas dolar. “Padahal semua pembayaran mulai dari sewa pesawat, asuransi, dan komponen-komponen lainnya, dilakukan dalam dolar,” paparnya.

Sosialisasi tentang tarif penerbangan ini, diakui Kristi selama ini kurang. Ia berpendapat, masyarakat akhirnya tidak siap saat harga tiket pesawat tiba-tiba menjadi mahal. “Dulu tidak ada masalah dengan tarif sehingga kita terlena semua. Padahal masyarakat tidak tahu bahwa tarif itu sudah diatur dan ada batas atasnya,”ujarnya.

Kristi mengungkapkan, saat ini Kementerian Perhubungan telah melakukan evaluasi dan persuasi, namun banyak keluhan tetap datang dari masyarakat juga sektor pariwisata. Setelah melakukan pertemuan dengan berbagai pihak, lalu dilakukan penyesuaian dengan menurunkan TBA tiket pesawat.

Sejak zaman Menteri Ignasius Jonan, Kristi mengatakan, tarif batas bawah pun ikut ditentukan. Hal ini untuk menghindari “banting-bantingan” harga antara maskapai, yang dikhawatirkan bisa menyebabkan maskapai melupakan keselamatan penumpang demi pasar. Meski demikian, menurut Kristi, tarif murah tak ada hubungannya dengan keamanan dan keselamatan. Faktor keamanan ini semuanya mengacu pada Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (International Civil Aviation Organization/ICAO). Hal ini diawasi setiap saat oleh Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara. “Tidak ada tawar menawar untuk keamanan udara,” ujarnya.

Sistem Online
Dua tahun sudah Kristi menjabat direktur dan berkantor di Kemayoran, Jakarta Pusat, Kristi juga disibukkan dengan rencana penerapan sistem online untuk izin dan persetujuan penerbangan. Dengan sistem online, izin dan persetujuan penerbangan bisa dilakukan secara transparan, dapat dilakukan kapan saja sehingga memudahkan pihak maskapai. Ia berpendapat, sistem ini juga akan menghindarkan saling curiga dan dengan sendirinya membuat lembaga yang dipimpinnya bersih. “Tidak ada kesempatan bagi maskapai untuk ‘nakal’ karena kita hanya memproses aplikasi via online. Itu benar-benar menjadi kunci,” tambahnya.

Ibu dua anak ini mengatakan mereka gembira dengan sistem online meskipun dampaknya mereka harus berjaga 24 jam dan harus ada yang bekerja secara shift. Kristi mencontohkan, kadang ada penerbangan darurat yang perizinannya harus dilakukan tengah malam, misalnya yang membawa ambulans atau untuk urusan kebakaran hutan.

Tak hanya sistem online, memperjuangkan nasib rekan-rekannya juga menjadi prioritas Kristi. Soal promosi bawahan-bawahannya misalnya, ia mengaku, tidak mudah mewujudkannya. Kadang, ia harus meyakinkan dewan jabatan, bahwa mereka
yang ia promosikan adalah orang yang tepat. Ada rasa bangga dalam hatinya, ketika mereka yang ia perjuangkan akhirnya dilantik. “Harapan saya hanya mereka bekerja sebaik-baiknya dan kelak mereka juga bisa memperjuangkan teman-temannya.”

Ke depannya, Kristi berusaha untuk selalu meninjau dan memperbarui aturan-aturan perizinan penerbangan agar dapat bergerak mengikuti perkembangan zaman. Ia mencermati ada persyaratan yang sudah tidak relevan. Namun, ia juga melihat ada persyaratan yang diprediksikan berlaku lama.

Seperti Air
Kristi mengakui, menjalin pertemanan yang baik dalam lingkungan kerja sangat membantu dalam menjalankan tugasnya sendiri. Tampaknya tidak susah bagi Kristi untuk menemukan teman di mana saja. Dengan nada bercanda, putri pasangan TNI AL dan perawat ini mengisahkan, orangtuanya dulu menginginkannya bekerja sebagai ASN agar bisa lebih santai bekerja. Namun, dengan jabatannya kini, ia seakan tak punya waktu pribadi. Meski demikian, bila ada waktu luang, penggemar drama Korea ini selalu menghabiskannya bersama keluarga. “Sekarang boro-boro bisa pulang rumah jam dua,
justru jam dua malam. Akhir pekan rapat, hari raya standby,” ujar, bungsu tujuh bersaudara ini.

Mengalir seperti air adalah cara Kristi menjalani hidup. Ia mengatakan, tak ada mimpinya yang terlalu muluk terutama dalam hal karier. Yang selalu ia ingat, jabatan adalah amanah, tak usah dicari dan tak perlu diupayakan untuk dipertahankan. Cukup baginya untuk mengerjakan yang terbaik, tanpa harus menjadi yang terbaik. “Menjadi yang terbaik itu penilaian orang, tetapi mengerjakan yang terbaik, kita yang tahu,” katanya.

Sementara sebagai seorang ibu, Kristi tidak membebankan anak-anaknya dengan target-target pencapaian tertentu. Yang utama baginya adalah kedua putrinya mencapai tujuan hidup mereka. “Saya juga berusaha untuk tidak mengejar anak-anak saya dengan pertanyaan ‘kapan kawin’,” ujarnya sambil tertawa.

Maria Kristi Endah Murni

Lahir : Yogyakarta, 7 September 1964

Pendidikan :
– SD Katolik Santo Mikael Surabaya (1976)
– SMP Katolik Stella Maris Surabaya (1980)
– SMA Katolik Frateran Surabaya (1983)
– S1 Hukum Internasional, Universitas Airlangga (1989)
– S2 Ilmu Hukum, Universitas Indonesia (2007)

Karier :
– Kepala Seksi Penerbangan Luar Negeri (2007-2009)
– Kepala Seksi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Luar Negeri (2009)
– Kepala Seksi Kerjasama Bilateral dan Perusahaan Angkutan Udara (2009-2014)
– Kepala Subdirektorat Kerjasama Angkutan Udara (2014-2017)
– Direktur Angkutan Udara (2017 – sekarang)

Hermina Wulohering

HIDUP NO.30 2019, 28 Juli 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here