Tahbisan 12 Diakon, Uskup Sensi: Menjadi Imam Berarti Tidak Sembarangan Pergi

139
Para imam baru memberkati Uskup Agung Ende Mgr. Vincentius Sensi Potokota/Pater Hubert Tenga
Tahbisan 12 Diakon, Uskup Sensi: Menjadi Imam Berarti Tidak Sembarangan Pergi
5 (100%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.COM-“PERGILAH kamu tidak sembarang pergi. Pergi untuk sebuah nama.” Demikian pernyataan Uskup Agung Ende Mgr. Vincentius Sensi Potokota dalam Misa pentahbisan 12 Diakon Serikat Sabda Allah (Societas Verbi Divini/SVD) menjadi imam di Aula St. Thomas Aquinas, Ledalero, Maumere, Nusa Tenggara Timur, Sabtu 3/10/2020.

Dalam pesannya Mgr. Sensi menggarisbawahi dua hal penting terkait tema perayaan, “Lalu Mereka Pergi.” Pertama, Uskup Sensi menegaskan bahwa 12 Diakon adalah orang-orang pilihan Allah yang dinilai layak oleh Allah melalui banyak pihak. “Saya berani mengatakan pada titik ini, Anda adalah orang-orang pilihan Allah yang dinilai layak oleh Allah melalui banyak pihak sepanjang perjalanan peziarahan Anda,” kata Uskup Sensi.

Kedua, Uskup Sensi dalam kaitan dengan makna dan tujuan kata “pergi” mengatakan, para diakon pergi untuk perutusan dengan langkah-langkah Misioner. “Perginya kamu itu tidak sembarang pergi. Tetapi pergi untuk sebuah nama, pergi untuk perutusan, pergi dengan langkah-langkah misioner yang dikehendaki oleh Allah sendiri,” demikian Uskup Sensi.

Dalam Misa ini, hadir pula Provinsial SVD Ende Pater Lukas Jua, SVD; Rektor Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero Pater Fransiskus Ceunfin, SVD; dan Provinsial Provinsi SVD Ruteng Pater Paulus Djogo, SVD.

Dalam sambutannya, Provinsial SVD Ende Pater Lukas menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mengambil bagian dalam perjalanan panggilan 12 imam baru. Lebih dari itu Pater Lukas menekankan kembali ciri khas misioner SVD yakni internasionalitas dan interkulturalitas serta misi secara kontekstual.

“Tuhan berpesan pergilah dan wartakan agar orang bertobat. Manusia zaman milenial telah meninggalkan Tuhan (Gereja) dan kenyataan ini merupakan pekerjaan paling berat bagi kita,” ungkap Pater Lukas.

Oleh karena itu lanjut Pater Lukas, para misionaris yang diutus ke medan misi terutama Eropa memiliki pekerjaan berat untuk mewartakan pertobatan. “Mari kita berdoa agar 12 imam baru dapat meneladani dua belas rasul,” ajak Pater Lukas.

Pater Yudi Keon yang mewakili imam baru mengucapkan deretan ucapan syukur dan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung ziarah panggilan sejak seminari kecil hingga seminari tinggi.

“Kami berkomitmen sungguh dan berakar dalam Allah Tritunggal dan menunjukkan identitas diri sebagai SVD yang sejati melalui komitmen yang teguh untuk menjalankan pastoral dalam Serikat Sabda Allah,” kata imam muda yang mendapat tugas misi di Brazil Central.

Perayaan ini tetap mematuhi protokol kesehatan. Bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Sikka melakukan penyemprotan disinfektan di Aula St. Thomas Aquinas, seluruh komunitas Seminari Tinggi Ledalero yang mengikuti perayaan memakai masker. Keluarga imam baru yang mengikuti perayaan diwajibkan memberikan hasil rapid tes kepada panitia.

Yuven Fernandez (Maumere)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here