Bagaimana Meghadapi Perilaku Seksual Pasangan yang Tak Wajar

114
Ilustrasi perilaku seksual pasangan/dok. istimewa

HIDUPKATOLIK.COM– Pastor Alexander Erwin Santoso, MSF (Ketua Komisi Kerasulan Keluarga Keuskupan Agung Jakarta)

ROMO Erwin MSF yang terhormat, belakangan ini sering timbul perdebatan antara saya dengan suami. Terutama, saat kami melakukan hubungan intim. Suami meminta saya melakukan seks oral, sementara dia membuka media sosial. Dia juga memfoto atau memvideokan aktivitas kami.

Suami juga pernah mengutarakan kepada saya, untuk melakukan hubungan seksual bertiga dengan orang lain. Berutung, hal terakhir ini sampai sekarang tak terjadi. Saya tak menginginkan. Reaksi yang sama juga saya sampaikan kepada suami untuk perilaku seksualnya yang menyimpang. Saya sudah menolak berulang kali. Tapi, dia tetap terus memaksa. Saya akhirnya terpaksa melakukan, karena khawatir dia mencari pemenuhan keinginannya kepada orang lain. Bagaimana saya menyadarkan suami atau menolak keras keinginan seksualnya yang nyeleneh itu?

Tatik, Jakarta

Saudari Tatik, saya bersimpati dengan situasi Anda. Pasangan Anda memang mempunyai perilaku seksual yang menyimpang karena tidak cocok dengan kaidah umum, agama, psikologi orang normal. Kemungkinan besar, pasangan Anda mempunyai kebiasaan mengonsumsi video porno dan sejenisnya. Mungkin, juga mempunyai trauma atas hal itu, entah kapan dan bagaimana.

Perilaku seksual sangat ditentukan oleh masa lalu dan kebiasaan saat ini. Biasanya, perilaku seksual normal membuat pasangan dan dirinya merasa puas bersama-sama. Pasangan yang normal tidak akan memaksakan hal yang terlalu sulit bagi pasangan dan merugikan relasi seksualnya sendiri. Aktivitas seksual memang aktivitas paling pribadi dan hanya dapat dibicarakan dengan cara terbaik jika kedua pihak mempunyai komunikasi yang lancar.

Aktivitas seksual yang Anda sebutkan untuk satu hal dianggap biasa, atau sering dilakukan oleh pasangan lain. Tetapi, sebagai pasangan yang baik, hal ini pun harus mendapat persetujuan atau melalui tahap-tahap yang tidak membuat rasa tidak nyaman atau jijik bagi pasangannya.

Jika persetujuan ini tidak didapat, atau memaksa, ini tidak benar. Dalam hal perilaku menyimpang yang lebih aneh, tentu akan sangat menyiksa batin. Kebiasaan ini bisa dikategorikan sebagai abnormalitas atau ketidakwajaran.

Saya belum tahu, sejauh mana Anda telah menyetujui dan akhirnya ikut melakukan seperti yang diminta suami. Usul saya, Anda hars berterus terang menolak permintaan yang semakin menjadi dan tidak wajar. Tidak semua permintaan suami, apalagi kalau itu melanggar kewajaran dan membuat skandal yang berbahaya. Anda harus tegas mengatakan tidak dan menolak dengan cara apapun, misalnya jika suami mengajak berhubungan bertiga atau lebih.

Hal terbaik yang harus Anda lakukan adalah mengajak suami berkonsultasi tentang kebiasaannya, yang semakin lama semakin tidak wajar. Carilah seorang dokter, psikiater, atau psikolog untuk mencari inspirasi menyelesaikan masalah Anda. Jika suami tidak mau, itu tanda dia tidak mau berubah dan ini dapat menjadi masalah besar kelak perkawinan kalian.

Saya tidak mengatakan, masalah ini akan berujung ke perceraian, tetapi masalah seksual adalah masalah inti hidup berkeluarga, terutama pasangan yang masih muda atau aktif berhubungan seksual.

Relasi seksual tidak harus dipenuhi dengan imajinasi dan hal-hal yang tanpa ujung dan tujuan. Imajinasi seksual, termasuk fantasinya adalah salah satu bagian saja. Komunikasi yang baik, pembukaan, cinta yang tulus, dan situasi yang mendukung akan bisa menambah harmonisnya hubungan seksual. Pada masa pandemi seperti sekarang ini, tentu ada banyak waktu untuk berkomunikasi dan berinteraksi.

HIDUP Edisi 19/20

Romo Alexander Erwin Santoso, MSF/Dok. Pribadi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here