Paus Fransiskus Mengangkat Perempuan Pertama Sekretaris Komisi Kitab Suci Kepausan

109
Sr. Nuria Calduch-Beneges/vaticannews.va

HIDUPKATOLIK.COM – PAUS Fransiskus terus membuat terobosan baru dengan menempatkan sejumlah wanita di posisi penting di Dewan Takhta Suci. Pada Februari 2021 lalu, ia telah mengangkat Sister Nathalie Becquart, wanita asal Prancis sebagai Wakil Sekretaris Sinode Uskup. Becquart telah bekerja dengan sinode sebagai konsultan sejak 2019 dengan Sekretaris Jenderalnya Kardinal Mario Grech.

Langkah baru lagi diambil Paus Fransiskus dengan menempatkan seorang perempuan sebagai Sekretaris Komisi Kitab Suci Kepausan yaitu Sr. Nuria Calduch-Beneges. Nuria baru saja diangkat menduduki posisi penting di Kepausan pada Senin, (9/3/2021). Ia adalah ahli Kitab Suci Perjanjian Lama dari Spanyol.

Sr. Nuria Calduch-Beneges/vatican.va

Nuria selama ini diketahui sebagai dosen Kitab Suci di Universitas Kepausan Gregoriana, Roma. Biarawati dari dari Kongregasi Saudari-Saudari Misionaris Keluarga Kudus Nazaret (Congregation of Missionary Daughters of the Holy Family of Nazareth) ini juga ia telah menjadi anggota Komisi Studi untuk Diakon Perempuan (2016-2019). Selain sebagai dosen di Gregoriana, ia juga mengajar sebagai dosen tamu di Biblicum dan menjadi kolaborator untuk Federasi Kitab Suci Katolik.

Keterlibatan Sr. Nuria di Komisi Kitab Suci sudah sejak 2014 dengan posisi anggota Komisi Kitab Suci. Setelah menjadi Sekretaris Komisi Kitab Suci periode 2021-2025, Sr. Nuria akan mengedepankan khasanah Kitab Suci sebagai Kabar Gembira bagi seluruh dunia. Ia tidak ingin Kitab Suci menjadi buku rohani saja, tetapi menjadi “suara Tuhan” yang mengubah perilaku manusia. “Kita Suci tidak saja buku rohani, tetapi menjadi suara Tuhan bagi manusia khususnya dalam mengubah hidup manusia,” ujarnya seperti dilansir CNA, (10/3/2021).

Sr. Nuria Calduch-Beneges/CNA

Dalam sebuah wawancara, ia menjelaskan keterkejutannya dipilih Paus Fransiskus sebagai Sekretaris Komisi, karena peran ini sangat sentral dan selalu diberi tanggung jawab kepada laki-laki. Baginya kehadiran perempuan di Komisi ini ‘adalah hal baik, yang menandakan horison keterbukaan Gereja’.

Satu lagi, sebagai ahli Perjanjian Lama, ia tertarik menggeluti tokoh-tokoh perempuan dalam Alkitab. Sr. Nuria mengajar Kitab Yudit dan Ester. “Baginya, saat ini minat studi kepada perempuan dalam Alkitab jauh lebih berkembang dibandingkan empat puluh tahun lalu,” sebutnya.

 

Yusti H. Wuarmanuk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here