TAMAN NASIONAL ARLINGTON, TEMPAT MAKAM JOHN F. KENNEDY, ORANG KATOLIK PERTAMA PRESIDEN AMERIKA SERIKAT

120
Makam JFK di Taman Nasional Arlington di Negara Bagian Virginia, Amerika Serikat.

HIDUPKATOLIK.COM – Sebuah penembakan jitu di Dallas, Texas, 22 November 1963, menewaskan John Fitzgerald Kennedy (populer dengan singkatan JFK), Presiden ke-35 Amerika Serikat, yang menjabat sejak awal 1961. JFK adalah Presiden terpilih termuda dalam sejarah AS, dan orang Katolik pertama yang menjadi Presiden AS. Saat kematiannya itu, JFK berusia 46 tahun.

JFK lahir di Brookline, Massachusetts, pada 29 Mei 1917, tepat 104 tahun yang lalu. JFK dimakamkan di Taman Nasional Arlington, Negara Bagian Virginia, di luar Washington DC, ibukota AS. Tempat Pemakaman Militer ini dibuka sejak tahun 1864 dan kini di bawah Departemen Pertahanan AS.

JFK adalah anak kedua dari 9 bersaudara dari sebuah keluarga usahawan dan politisi yang kaya, pasangan Joseph P. Kennedy Sr. dan Rose Fitzgerald, yang leluhurnya adalah Katolik imigran dari Irlandia. Joe Sr ini pernah menjadi Duta Besar AS di Inggris.

Setelah lulus dari Universitas Harvard tahun 1940, JFK bergabung ke Angkatan Laut. Selama Perang Dunia II, JFK ikut bertempur di Lautan Pasifik dan mendapat medali dari Angkatan Laut dan Korps Marinir atas jasa-jasanya.

Setelah bekerja jusnalistik sebentar, JFK terjun ke politik dan terpilih menjadi anggota DPR AS mewakili daerah Boston (Massachusetts) untuk periode 1947-1953. Selanjutnya JFK terpilih sebagai Senator yang mewakili negara bagian Massachusetts, periode 1953-1960. Pada tahun 1956, JFK menerbitkan buku berjudul Profiles in Courage yang memenangkan hadiah jurnalistik bergengsi Pulitzer tahun 1957.

Tahun 1960, JFK sebagai calon dari Partai Demokrat, berhasil menang tipis dalam Pemilihan Presiden atas Richard Nixon dari Partai Republik, yang adalah Wakil Presiden petahana. JFK, orang muda yang penuh pesona dan humoris, adalah calon Presiden yang diidamkan rakyat AS. Modal besar JFK adalah dukungan dana dan relasi dari orang tuanya. JFK mencuri perhatian rakyat AS setelah berhasil dalam acara debat antar calon presiden yang disiarkan langsung televisi untuk pertama kalinya dalam sejarah.

JFK adalah orang Katolik pertama yang menjadi Presiden Amerika Serikat. Jumlah penduduk AS yang beragama Katolik sekitar 20%, bandingkan dengan mayoritas Protestan sekitar 43%.

Akhir 2020, 60 tahun kemudian, Joe Biden menjadi orang Katolik kedua yang terpilih menjadi Presiden ke-46 AS, sekaligus Presiden yang tertua 78 tahun pada saat terpilih. Biden yang juga dari Partai Demokrat lebih tua dari Presiden petahana Donald Trump yang pada saat terpilih berusia 70 tahun. Sebelumnya Ronald Reagan, juga dari Partai Republik, Presiden ke-37, terpilih pada usia 69 tahun.

JFK adalah presiden termuda AS yang terpilih melalui pemilihan Presiden, dalam usia 43 tahun. Sebelumnya adalah Theodore Roosevelt yang dalam usia 42 tahun dilantik sebagai Presiden ke-26 meneruskan Presiden William McKinley yang terbunuh pada tahun 1901. Presiden termuda AS lainnya adalah Bill Clinton (Presiden ke-42, 46 tahun, terpilih akhir 1992) dan Barack Obama (Presiden ke-44, 47 tahun, terpilih akhir 2008). Konstitusi AS mensyaratkan usia calon presiden minimal 35 tahun.

Pada pidato pelantikannya sebagai Presiden AS, JFK mewariskan kutipan terkenal, “ask not what your country can do for you, ask what you can do for your country”, atau “jangan bertanya apa yang negara dapat perbuat untuk anda, bertanyalah apa yang anda dapat perbuat untuk negara”.

JFK menjadi Presiden AS pada masa Perang Dingin (setelah Perang Dunia II) yang penuh tegangan, berhadapan dengan negara-negara komunis. JFK antara lain menambah penasihat militer dalam perang di Vietnam Selatan (yang sejak perang berakhir 1975, sudah menyatu dalam negara Vietnam).

April 1961, JFK mengizinkan invasi Teluk Babi yang gagal menggulingkan Presiden Fidel Castro di Kuba. Oktober 1962, pesawat spionase AS menemukan bukti bahwa Uni Sovyet telah membangun pangkalan di Kuba, memicu timbulnya Krisis Peluru Kendali yang nyaris memulai perang dunia nuklir.

JFK mencanangkan proyek pendaratan manusia di bulan sebelum tahun 1970. Misi ini tercapai dengan Apollo 11 pada 21 Juli 1969 yang menjadikan AS sebagai negara pertama yang berhasil melakukannya.

Pada 22 November 1963 siang, JFK dan istrinya Jacqueline Bouvier Kennedy, ditemani pasangan Gubernur Texas John Connally dan istri, naik mobil terbuka di kota Dallas. Dekat Dealey Plaza, JFK tertembak jitu oleh Lee Harvey Oswald, seorang bekas Marinir AS. Oswald ditembak mati oleh Jack Ruby di tahanan 2 hari kemudian. Walau penyelidikan resmi menyatakan penembaknya bertindak sendiri, banyak yang menduga bahwa JFK adalah korban konspirasi geopolitik global pada zaman itu.

Setelah kematiannya, Kongres AS mensahkan beberapa kebijakan publik yang dirintis JFK semasa kepresidenannya yang relatif singkat (2 tahun 10 bulan 2 hari). Pribadi JFK tetap menarik perhatian sejarahwan dan masyarakat umum, termasuk kisah asmaranya di luar perkawinan.

Taman Nasional Arlington

Taman Nasional Arlington di Negara Bagian Virginia adalah Tempat Pemakaman Militer yang terus diperbesar sejak digunakan tahun 1864. Saat ini luasnya 259 ha dengan sekitar 400.000 makam. Di Arlington terdapat seksi khusus untuk pemakaman para prajurit yang tak dikenali dari Perang Dunia I dan II, Perang Korea, dan Perang Vietnam.

Di antara sekian banyak makam di taman yang sangat luas tersebut, yang paling sering dikunjungi adalah makam Presiden John F. Kennedy dan istrinya Jacqueline “Jackie’ Kennedy (yang sepeninggal JFK, sempat menikah dengan pengusaha kapal Yunani bernama Aristotle Onassis). Keduanya dimakamkan berdekatan dengan anak mereka yaitu Arabella yang meninggal sesaat setelah dilahirkan, dan Patrick yang berusia 2 hari. Dua adik JFK juga kelak dimakamkan berdekatan yaitu Jaksa Agung Robert F. Kennedy dan Senator Edward M. “Ted” Kennedy.

Presiden JFK melakukan kunjungan ke Taman Nasional Arlington pada Hari Veteran 11 November 1961 untuk meletakkan karangan bunga di pemakaman prajurit yang tak dikenali. Di akhir kunjungan, JFK berbicara kepada lebih dari 5.000 orang yang berkumpul di Amphitheater Memorial.

Presiden JFK berkunjung kembali ke Taman Nasional Arlington pada Hari Veteran 11 November 1963, kali ini tanpa berbicara apa pun ke khalayak ramai yang berkumpul. Sebelas hari kemudian, 22 November 1963, JFK tertembak mati saat melakukan kunjungan kerja di Dallas, Texas.

JFK adalah satu dari hanya 2 Presiden AS yang dimakamkan di Taman Nasional Arlington. Presiden yang satunya lagi adalah William Howard Taft, Presiden ke-27 (1909-1913) yang meninggal 1930. Presiden AS umumnya dimakamkan di tempat kelahiran masing-masing, kecuali Woodrow Wilson (Presiden ke-28, tahun 1913-1921) dimakamkan di Katedral Nasional di Washington DC saat meninggal 1924.

Adalah Ibu Negara Jackie yang menghendaki suaminya almarhum JFK dimakamkan di tempat yang mudah dikunjungi masyarakat. Setelah berunding dengan Robert F. Kennedy dan Menteri Pertahanan Robert S. McNamara, mereka memilih pemakaman Taman Nasional Arlington. “JFK adalah milik rakyat dan akan kembali ke tengah-tengah rakyat”, demikian tujuan mereka memilih Arlington.

Upacara pemakaman kenegaraan JFK diadakan pada 25 November 1963, dihadiri oleh perwakilan dari 99 negara, antara lain Presiden Perancis Charles de Gaulle, Kanselir Jerman Barat Ludwig Erhard, Kaisar Ethiopia Haile Selassie, dan Pangeran Philip dari Inggris. Pada upacara pemakamam itu Jackie menyalakan api yang tak kunjung padam hingga sekarang di atas batu granit yang terletak di bagian kepala makam JFK. Api sebagai penanda makam dan sekaligus mengenang semangat JFK yang selalu menyala-nyala. Jackie sendiri dimakamkan dekat makam suaminya pada 23 Mei 1994.

50 pesawat jet dari Angkatan Laut dan Angkatan Udara terbang di atas Taman Nasional Arlington pada saat upacara pemakaman. Pesawat Kepresidenan Air Force One melakukan penerbangan kehormatan untuk melepas Sang Presiden. Jutaan pemirsa menyaksikan siaran langsung di pesawat televisi.

Atas permintaan Jackie, sebuah detasemen yang terdiri dari 30 kadet dari Angkatan Bersenjata Irlandia, didatangkan khusus untuk memperagakan upacara renungan suci. Ini adalah satu-satunya peristiwa yang melibatkan tentara asing dalam upacara penghormatan di makam Presiden AS.

Pada tahun pertama setelah kematiannya, sekitar 3.000 orang mengunjungi makam JFK per jam. Di akhir pekan, jumlah pengunjung bisa mencapai 50.000 orang. Dalam 3 tahun pertama, lebih dari 16 juta orang telah mengunjungi makam JFK. Makam JFK awalnya berukuran 20 x 30 kaki. Melihat banyaknya pengunjung, makamnya dipindahkan ke tempat yang tak jauh dari tempat semula, diperluas untuk memberi tempat berdiri yang nyaman bagi pengunjung. Para pengunjung diminta menjaga keheningan di makam, dan yang laki-laki bahkan diminta membuka topi.

Di teras makam JFK juga dipateri kata-kata terkenal yang dikutip dari pidato pelantikannya sebagai Presiden AS yaitu “ask not what your country can do for you, ask what you can do for your country”.

Rakyat AS dan warga asing yang singgah di Washington DC, menjadikan Taman Nasional Arlington sebagai salah satu tempat bersejarah yang layak untuk dikunjungi. Tentu saja makam JFK adalah daya tarik terbesarnya. Selain Arlington, orang biasanya juga mengunjungi Gedung Putih, Gedung Capitol, Museum Smithsonian Institution, Museum Badan Ruang Angkasa NASA, tempat orang bisa melihat sisa-sisa pesawat Apollo 11 yang terkenal itu. Semuanya terletak berdekatan di Washington DC.

JFK adalah seorang Katolik dan pemimpin dunia yang menawan dan berwibawa pada zamannya, yang setiap keputusannya bisa memicu meletusnya Perang Dunia baru dengan senjata nuklir.

Cosmas Christanmas, Kontributor (Catatan saat perjalanan dinas ke Washington D.C. awal musim semi 1986, diperbarui dengan perkembangan terbaru)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here