Panti Rapih Berpartisipasi Kelola Sampah Anorganik di Kota Pelajar

56
Penyerahan sarana pemilahan sampah yang terdiri dari lima drum oleh Rapel kepada RS Panti Rapih, Yogyakarta, Jumat, 18/6/2021. (Foto: Christopher Nugroho)

HIDUPKATOLIK.COM – Rumah Sakit Panti Rapih (RSPR) merupakan salah satu rumah sakit terbesar dan tertua di Kota Yogyakarta. Dengan sekitar 1800 staf dan karyawan, berbagai aktifitas di dalam rumah sakit menghasilkan sampah dalam jumlah cukup besar. Kotak makanan, kemasan plastik, gelas plastik, kertas, kardus, dan minyak jelantah merupakan sebagian sampah anorganik (non medis) yang dihasilkan setiap hari.

Dalam rangka meningkatkan upaya pengelolaan sampah anorganik tersebut dilaksanakan penandatanganan kerja sama antara RS Panti Rapih dengan Rapel (Rapel.id), Jumat, 18/6/2021. Dengan kerja sama ini, sejumlah sampah anorganik yang masih belum dapat dikelola, seperti kotak makanan dan kemasan plastik, akan dapat ditangani dan didaur ulang. Rapel akan secara rutin melakukan edukasi mengenai pemilahan dan pengambilan sampah anorganik dari RSPR. Dalam kesempatan ini Rapel juga menyerahkan sarana pemilahan kepada RSPR berupa lima buah drum besar dan timbangan.

Penandatanganan kerja sama oleh Valentina Dwi Yul Siswianti (Direktur SDM mewakili RS Panti Rapih) dan Marta Yenni (mewakili Rapel). (Foto: Christopher Nugroho)

Rangkaian acara penandatanganan dan penyerahan sarana pemilahan dari Rapel dilanjutkan dengan sosialisasi mengenai pemilahan sampah anorganik kepada staf dan karyawan melalui media Zoom dan YouTube. Acara yang ini menghadirkan dua orang narasumber, Y. Wara Andriyati (Kepala Seksi LLHK Pengelola Sampah RSPR) dan Marta Yenni (Busdev & Client Relation Rapel).

Kerja sama ini merupakan wujud nyata keterlibatan RSPR dalam turut mengatasi permasalahan sampah di Kota Yogyakarta. Diharapkan semakin banyak lembaga dan perusahaan yang terlibat dalam upaya pelestarian lingkungan melalui pemilahan sampah. Sehingga ke depan Kota Pelajar dapat benar-benar mengelola, memanfaatkan, dan mendaur ulang sampah anorganik dengan baik.

Laporan Christopher Nugroho

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here