Nightbirde: Kita Tidak Perlu Menunggu Situasi Menjadi Baik untuk Memutuskan Bahagia

713
4.6/5 - (8 votes)

HIDUPKATOLIK.COM – WANITA muda ini jatuh berlutut sambil menutup wajahnya, ia setengah berteriak terkejut namun jelas penuh kegembiraan. Terdengar pula suara gemuruh tepuk sorak membahana dari penonton yang memberikan standing ovation. Sementara itu hujan kertas emas tercurah membanjiri dirinya di panggung besar ajang AGT (America’s Got Talent) beberapa minggu lalu.

Semua ini akibat ulah Simon Cowell menekan golden buzzer, ia terpesona akan penampilan wanita muda bernama panggung Nightbirde ini yang menyanyikan lagu It’s Okay, lagu ciptaannya sendiri.

Tentunya suara Jane Marczewski alias Nightbirde sangat luar biasa, namun ada hal lain dalam dirinya yang sangat memesona. Tubuhnya kurus dan sedikit pucat. Namun senyumnya selalu merekah, membuat para juri dan penonton langsung mencintainya.

Kata-kata yang meluncur dari mulutnya terdengar tegas dan sangat memotivasi. “Kita tidak perlu menunggu situasi menjadi baik untuk memutuskan bahagia” satu kalimatnya yang sungguh inspiratif.

Setelah penampilannya yang memesona, di belakang panggung ia berkata, “Dokter mengatakan peluang hidupku tinggal 2%, namun 2% itu bukan nol %. 2% itu sesuatu banget. Tentunya sangat berarti untuk dijalani.” Ya, tidak seperti judul lagunya, kesehatan Jane memang sedang sangat tidak okay, beberapa tahun terakhir ia menderita kanker pada hati, paru, dan tulang belakangnya. Yang luar biasa, Jane memutuskan memilih untuk tetap hidup. Dia tidak mau meratapi kondisi penyakitnya.

Di tengah perjuangan menahan sakit derita, ia tetap berkarya mencipta lagu-lagu dan menyanyikannya. Bahkan ia memutuskan berjuang di ajang bergengsi AGT. Dia menunjukkan kepada dunia, senyum dan semangat hidupnya. Dunia terpesona akan daya hidupnya.

Penginjil Markus memperkenalkan seorang wanita yang juga memesona. Dia, 12 tahun menderita pendarahan. Tentunya ini bukan waktu yang singkat. Dapat dikatakan ia tanpa harapan hidup, pada zamannya ia dianggap najis karena pendarahannya dan karenanya ia wajib menjauhkan diri dari orang-orang.

Namun ia memilih bertahan dan tetap memperjuangkan hidupnya dengan berkali-kali mencoba berobat walau gagal. Berkat daya juang hidupnya dan juga karena iman, ia nekad menjamah jubah Yesus saat rombongan Yesus lewat. Ia memperoleh kesembuhan dan bahkan peneguhan dari Yesus.

Bersyukur kita telah menerima Yesus, maka dalam situasi apapun, sudah selayaknya kita menjalani hidup dengan penuh sukacita.
“… asal kujamah saja jubah-Nya akau akan sembuh” (Mrk. 5:28). Semoga!

Fidensius Gunawan, Kontributor, Alumni KPKS Tangerang

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here