Kasih untuk Pejuang Pendidikan

13
Penerapan protokol kesehatan di SDS Amkur Budi Mulia Sekura Sambas Kalimantan Barat. (Dok. Caritas Indonesia)
Rate this post

HIDUPKATOLIK.com – Pandemi Covid-19 telah berdampak pada semua aspek kehidupan masyarakat. Salah satu yang terdampak adalah para guru honorer. Untuk itu, Caritas Indonesia bersama Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi dan Komisi Pendidikan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI)memberikan bantuan untuk mendukung kehidupan para guru honorer di beberapa keuskupan.

Program ini dimulai sejak Juli 2020 hingga Desember 2021. Pada tahun 2020, pendanaan bantuan ini berasal dari PSE KWI, Caritas Indonesia dan donasi dari individu. Pada tahun 2021, program masih berlanjut dengan dana hasil penggalangan dana dengan menyelenggarakan Lari dan Gowes Caritas Christmas Cross Challenge. Penggalangan dana ini dimotori oleh Asosiasi Alumni Jesuit Indonesia (AAJI).

Sejak 2020 hingga September 2021 sudah ada 3178 guru honorer yang diberikan bantuan dana di 28 Keuskupan. Sedangkan untuk bantuan pengadaan fasilitas penunjang protokol kesehatan sudah diberikan kepada 58 sekolah di 13 keuskupan.

Program Bantuan yang dilaksanakan oleh Caritas Indonesia ini merupakan bentuk kepedulian kepada para Guru Honorer bersifat inklusif, tanpa memandang ras, agama, dan golongan. Sehingga bantuan dana guru honorer ini tidak terbatas hanya untuk guru-guru Katolik.

Para Guru Honorer di SMPK Don Bosco di Kabupaten Toli Toli, Sulawesi Tengah. (Dok. Caritas)

Pemberian bantuan dana kepada guru honorer dapat menolong mereka yang terkena dampak pandemi karena jadwal mengajar yang dibatasi, sehingga pendapatan dari mengajar sebagai guru juga berkurang.

Sedangkan bantuan pengadaan fasilitas kesehatan sangat membantu pihak sekolah untuk menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) di masa pendemi Covid-19. Langkah nyata penerapan Prokes ini dengan menerapkan pengecekan suhu, mencuci tangan menggunakan sabut di air yang mengalir, serta mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) selama berkegiatan di lingkungan sekolah. Untuk menjaga imunitas tubuh, juga dilakukan pemberian vitamin bagi guru dan siswa.

Antonius E. Sugiyanto / Martin Dody Kumoro
(Caritas Indonesia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here