Pemuda Katolik Ikuti ASEAN Youth Interfaith Camp: Sebarkan Konten Positif tentang Keberagaman, Toleransi, dan Pesan Damai

205
Rate this post

HIDUPKATOLIK.COM – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kembali mengadakan ASEAN Youth Interfaith Camp (AYIC) yang dilangsungkan secara hybrid pada tanggal 12-15 Oktober 2021.

 

AYIC 2021 merupakan kegiatan untuk membangun kapasitas pemuda dan organisasi kepemudaan di kawasan ASEAN. Hal tersebut dimaksudkan untuk memperkuat kerukunan antar lintas agama melalui organisasi kepemudaan serta memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan media sosal/platform digital untuk mengedukasi masyarakat serta mengkampayekan kerukunan, toleransi dan konten-konten positif lainya.

ASEAN Youth Interfaith Camp (AYIC) 2021 mengusung tema Championing Youth as Agents of Interfaith Harmony yang bertujuan untuk agar para pemuda ASEAN dapat memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan kehidupan keberagamaan di wilayah ASEAN.

AYIC 2021 ini dihadiri oleh pewakilan Organisasi Pemuda, mahasiswa dari berbagai univeritas dan 10 negara ASEAN.

Boy Fernando Lumban Raja dan Mora Dearni Margareth Silalahi sebagai delegasi Indonesia dan juga merupakan delegasi dari Pemuda Katolik di AYIC 2021.

Pada kesempatan AYIC 2021, Boy menyampaikan beberapa hal tentang program-program yang telah di laksanakan oleh Pemuda Katolik dalam merawat, menjaga kerukunan dan toleransi antarlintas agama serta kolaborasi Pemuda Katolik dengan berbagai organisasi pemuda lintas agama dalam menyampaikan pesan damai, moderasi beragama dan mendorong pemuda sebagai agen perdamaian.

“Saya berharap pemuda ASEAN dapat terus bersinergi dan berkolaborasi serta komitmen dalam mengampanyekan persaudaraan manusia untuk perdamain dunia dan hidup bersama dengan keharmonisan. Memanfaatkan media sosial/platform digital dalam menyebarkan konten positif tentang keberagaman, toleransi, dan pesan damai,” Boy.

Pemuda Katolik terus berkomitmen dalam majaga perdamain, kolaborasi antarpemuda lintas agama dan mendukung moderasi beragama yang saat ini menjadi prioritas utama Kementerian Agama.

Sedangkan Mora berharap, pemuda ASEAN dapat mengambil peran dalam menyebarkan nilai-nilai perdamaian dan harmoni, toleransi kepada setiap umat beragama. “Tentunya dengan menggunakan teknologi dan informasi yang sekarang ini. Kita dapat mengampanyekan dalam saling menghargai antarkehidupan masyarakat, termasuk bagi bangsa-bangsa di ASEAN,” ujar Mora.

FHS/Laporan Bondan Wicaksono/Pemuda Katolik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here